Selasa, 17 Maret 2015

Mengarahkan Kreatifitas Anak Sejak Dini

                                                     meraih Juara  I dan 2 Pelajar Bekasi 2014

Duh... sebenarnya antara nyaman ngak nyaman nulis catatan saya kali ini diblog, ini mah buat pengingat saya suatu saat nanti bila saya baca lagi... saya akan dapat mengingat dengan baik jejak langkah yang pernah anak laki semata wayang kami lalui dalam proses perjalanan kecilnya.

Saya pribadi mungkin ngak bakal sanggup menjalaninya. Tepatnya usia 5 tahun kurang saya mencari tahu kegiatan baik apa yang akan saya berikan untuk Mikhail (biasa dipanggil miki), kegiatan yang melatih pernafasannya juga dan nantinya saya akan sharing ke suami untuk persetujuannya. Ketiga anak kami terindikasi gejala astma, dan saya lah pembawanya hihi.... *tutup muka. Mencari tahu kegiatan olahraga yang tepat buat anak yang terindikasi astma, dari informasi yang saya dapati diantaranya adalah renang.
suasana lomba Tiara Bangsa tahun 2013

Dari tatap muka langsung ketempat kegiatan renang, sampai browsing dan tanya-tanya lewat internet saya lakukan. Maunya sih Miki bukan cuma main air doang tapi menghasilkan ilmu renang yang lebih baik dibanding kakaknya waktu latihan renang di area Jatibening ditempat P**... Pucuk dicinta, ketika saya jalan-jalan kearea Villa Jatibening Toll, saya melihat spanduk informasi pendaftaran les renang di area rumah elite, sempat minder juga pas kesananya...
suasana Miki latihan usia 5 tahun

Singkat cerita, saya kesana pas usia Miki belum genap 5 tahun, kata pelatih yang super sexi...hehe alias ndut..hehe...bilang: "baiknya pas anak usia 5 tahun ajah diikuti les". Waktu itu juga Miki keluar manjanya alias nangis, mungkin pas ketemu pelatih yang sexi..hehe....








Juara 3 kelas Junior gaya Bebas diMaret 2015
Hati kecil saya merasa terpanggil untuk kembali kesana. Genap usia Miki 5 tahun, saya kembali kesana untuk mendaftarkan. Miki termasuk anak yang awalnya khawatir buat beradaptasi, dah pasti nangis dulu dan ngak mau dipegang siapa-siapa.... "si mamah turun, deh!" ikutan megang.... terus berlanjut saya temani, sampai dia benar-benar mau ditinggal sendiri didalam kolam. Bersyukur punya pelatih yang sabar dan ngerti jiwa anak, secara Pak Adi juga mengajarkan kedua anaknya berenang, mungkin inilah yang membuatnya bertambah sabar karena orangtua akan menemukan kesulitan mengajar ketika mengajar anaknya sendiri.

Alhamdulillah kurun waktu 7 bulan, di akhir bulan tahun 2013, Mikhail di ikutsertakan lomba tingkat Jakarta Timur dan ngak menang..hehehe.... menciut karena lihat kolam kegede kolam atlet...gapan.... banyak anak bulenya lagi....ngak nanggung-nanggung, pak Adi mengikutsertakan miki lomba di Tiara Bangsa, sekolah internasional. "ngak apa Pak...Bu, Miki sebenarnya menang, cuma takut ajah, saya yakin dia juara I kalo turun"...hehe bisa ajah pak Adi!

Benar saja, mungkin pak Adi tahu usaha dan kelihaian anak didiknya.. jadi tidak sembarang bicara. Ketika saya berangkat umroh di tanggal 27 Maret 2014 bertepatan dengan Mikhail lomba. Alhamdulillah kabar bahagia saya dapati Mikhail memenangkan 2 momen sekaligus, Juara 2 Gaya Bebas dan Juara I Papan usia 5 tahun tingkat Bekasi. Sudah pasti bahagia, orangtua mana yang tidak bangga...

Lomba ke tiga Mikhail meraih peringkat, 7 dan 11 untuk Bebas dan Dada, Hingga peringkat 4 gaya Bebas di Tiara Bangsa ditahun 2014 akhir. Sempat ada perasaan sedih dibenak saya pribadi. Tetapi kami berdua meyakinkan diri, kenapa meski sedih?! saya kadang merasa terharu, Mikhail  tidak pernah mengharapkan bintang, medali ataupun piala atas kemenangannya. Dia belum mengerti apa-apa. Kemenangan dan Kekalahannya juga bagi dia biasa-biasa ajah, tidak berbekas apapun.  Tahu-tahu abis lomba dia minta mainan sama boleh main sepuasnya.

Saya berpikir dan malu, kenapa meski memikirkan medali? coba lihat Miki, begitu gigihnya dia 4x seminggu, 2 jam lebih didalam air bersama-sama teman-temannya kadang hujan menguyur, mereka terus berlatih.... itulah semestinya yang meski membuat saya bangga! kami sebagai orangtua patut bangga! medali, piagam atau apapun bagian dari keringatnya dan dialah yang patut bangga...Bersyukurnya lagi, pernafasannya membaik dan lebih panjang, saya tidak pernah mendapati Mikhail mengeluskan nafasnya yang sesak setelah ikut les renang.

Saya semakin menyadari, bahwa ketika Mikhail melewati tahapan latihan disaat itulah kami bersyukur dan selalu ingat ini semua karena usahanya. Kami hanya bertugas mengarahkan dan mendampinginya, tidak lupa menemani dengan doa.

Semoga kelak usahamu membuahkan hasil buat Miki pribadi dimasa depan, dan Miki tidak pernah bosan, semakin dia cinta sama air. terakhir saya lihat dia begitu menikmati momen-monen diair dan menjadikan latihan sebagai ajang main-main juga sama kawan renang lainnya.

Mungkin bisa menjadi info teman dan pembaca:
Mikhail Les renang di Villa Jatibening Toll
Biaya les perbulan awalnya Rp. 700ribu (tergantung berapa banyak pertemuan)
Saat ini biaya renang berubah menjadi Rp. 500ribu/bulan (tidak tergantung jumlah pertemuan pokoknya hadir ngak hadir dihitung Rp. 500rb perbulan)
    *(terakhir di info, buat murid baru tidak disamakan dengan murid lama)

Kebutuhan renang:
Kaki katak/Fin: Kisaran Rp. 400ribuan (yang bagus)
Papan Rp. 50ribuan
Kaca Mata renang kisaran Rp. 300ribuan
Papan tangan (melatih gerakan tangan Rp. 300rbn)

*mahal ya!... sama saya juga berpikir sama, tapi demi kesehatan anak... uang ternyata mengalir...semoga terus Tuhan ridho dengan usaha kami buat anak.

info harga dan peralatan tersebut juga cara perawatan alat-alat renang bisa sambil googling...

4 komentar:

  1. bravooooo...hebat ya Miki...anakku Bo juga seneng berenang mak, tapi masih hobi snorkeling aja ama mamanya hehe..

    BalasHapus
  2. Makasih mak Indah dah mampir... wah asiik maak aku baru cita" mau snorkeling ...hihi... td sempet liat photo mak lg berenang brng keluarga... asik bgt....

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...