Minggu, 22 Maret 2020

Berbagi Kebaikan Semudah Memberikan Senyuman Bersama Dompet Dhuafa


Berbagi bisa dimana saja kapan saja dengan siapa saja. Berbagi senyum menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati kepada lawan bicara atau lawan pertemuan kita dimanapun berada. Terlebih jika mereka orang-orang yang sudah kita kenal dengan kita, dengan #MenebarKebaikan dari secercah senyum menawan dengan tulus ditebarkan nantinya akan kembali lagi kepada kita berupa kebaikan senyum dan kebaikan-kebaikan yang menyertainya. Sudah menjadi hukum semesta, jika kita menebar senyuman tulus kebaikan akan menyertai kita.


Dokpri: Senyum Berbagi Kebaikan Dompet Dhuafa Ajarkan pada kami



Begitu juga Allah telah menjanjikan murahnya ibadah dengan senyuman tanpa mengeluarkan energi, bahkan tanpa mengeluarkan materi sedikitpun, justru dengan senyuman menjadikan keberkahan kembali kepada kita yang menebarkan senyum kebaikan. 

Dan luar biasanya lagi Allah menjanjikan dengan segala pahala keberkahan dari senyuman yang telah ditebarkan. Senyum adalah sebagaimana kita mengekspresikan kebaikan hidayah dalam diri kita terhadap rasa yang kita alami kepada sekitar dan orang lain. Senyum adalah bagian dari kelembutan hati serta wujud dari cahaya sunnah dalam menghadapi kehidupan yang diberikan Allah SWT untuk seluruh makhluk-Nya. Dengan senyuman tulus terpancar akhlak mulia seseorang. Dengan senyum, merupakan ibadah ringan yang bisa memberatkan pahala ibadah seseorang.

Merujuk kepada hadist dikatakan:

“Rosulullah tidak pernah melihatku sejak aku masuk Islam, 
kecuali beliau tersenyum.” 
(Sahih, H.R. Bukhari no. 250).

Dikatakan juga pada hadist lainnya:

“Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, 
maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu.” 
(H.R. Al – Hakim (1/212)

Begitulah senyum, semudah dan seindah hati terpancar pada wajah dan gerak tubuh manusia karena memiliki energy positif siap berbagi kepada semesta. Mengawali segala sesuatunya dengan tersenyum, bersama senyuman terlatih dan melatih diri untuk berbagi kebaikan dengan #MenebarKebaikan bersama di sekitar kita.  

Begitu juga dengan ibadah sedekah, diawali dengan senyum melatih diri untuk berbagi berujung ikhlas berbagi. Jika sudah di mulai dengan memudahkan diri dengan tersenyum akan terasa nikmat dalam #MenebarKebaikan, tentunya dengan sendirinya ada rasa ingin berbagi senyum kebaikan kepada lainnya dan oranglain yang belum mampu tersenyum bisa jadi karena himpitan ekonomi. 

Coba bayangkan, kita akan menjadi lebih berempati melihat atau mendengar kabar berita adanya dibagian tempat tertentu bahwa mereka belum mampu tersenyum karena perutnya belum terisi asupan makanan, ada juga mereka tak mampu mencukupi kebutuhan harian karena tidak ada pekerjaan, bahkan ada juga karena kondisi phisikis yang tidak mampu melakukan aktivitas harian sebagai kepala rumah tangga hingga harus di rawat di rumah sakit, tetapi tidak memiliki biaya. Banyak lagi di sekitar kita yang membutuhkan senyum kebahagian yang sama, mungkin sekedar menyerupai senyum yang kita miliki untuk lebih tenang dan damai menjalani aktivitas dalam kehidupannya. Lalu, kalau bukan kita yang melakukan #KebaikanBerbagi, siapa lagi?

Tidak semua kita bebankan kepada pemerintah, kita adalah bagian dari pemerintahan dari kemajuan negeri Indonesia. Jika berlebih atau mampu untuk berbagi, yuk, sama-sama kita bergerak membantu! Menyisihkan sebagian rejeki dengan mengeluarkan sebagian rejeki #Zakat kita untuk saudara di negeri ini. Bersama Dompet Dhuafa yang telah mengepakan sayapnya lebih luas lagi, merangkul kita bersama untuk saling bahu membahu hingga keperosok negeri. Berat sama di pikul, ringan sama di jinjing! Sama-sama kita saling bahu membahu untuk kesejetaraan Indonesia, terutama sesesama saudara kita, sesamea Muslim negeri Indonesia tercinta, bahkan jangkauannya pun hingga ke negeri seberang ketika membutuhkan uluran tangan kita dalam berbagi kasih sayang.

Bukannya Allah telah berpesan dalam Firman-Nya:

“Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, 
dan Dia adalah sebaik-baiknya pemberi rizki.” 
(Al Quran Surah: Saba.’ 39).

Dalam tafsir tersebut dikatakan: Jika kita suka memberi, maka kita akan sering menerima. Begitulah kira-kira gambaran yang terkandung dalam konsep sedekah dalam Islam yang telah dibagikan oleh informasi tersebut pada berbagi pesan pribadi whatsapp dari kontak resmi Dompet Dhuafa untuk mengingatkan kita akan indahnya berbagi dan tak perlu atau jangan pernah merasakan kekurangan atas apa yang telah kita keluarkan, karena Allah telah berjanji dengan melipat gandakan. 

Terutama sekali ketika sedekah menolak bala, berbagi menjadi keberkahan pahala kesehatan. Bukan segalanya di hitung dengan materi ketika mengeluarkan materi, begitu besar cinta Allah kepada kita, Allah akan balas dengan berlipat ganda kenikmatan nyata, dari segala organ tubuh kita yang sehat di jaga, hingga yang sakit dipulihkan ketika memberi sedekah. Serta dijauhkan dari marabahaya. MasyaAllah!

Begitulah kebaikan sedekah, hingga kami pun turut serta memutuskan untuk turut serta bergabung pada Kebaikan Berbagi bersama Dompet Dhuafa. Diawali rasa bangga ketika melihat poster dan informasi online tentang kerja cerdas Dompet Dhuafa berbagi senyum kebaikan berbagai pelosok negeri dan luar negeri. Terdorong diri ini untuk ikut serta merasakan kebaikan yang telah Dompet Dhuafa lakukan. Dan, benar adanya, kebaikan itu bukan hanya komitmen diri tetapi adalah kebutuhan bulanan ketika zakat dikeluarkan, rasa lega serta pikiran luas ketika menghitung penghasilan dan merincikan pengeluaran bulanan dengan menyisihkan sebagian rejeki kita, segalanya terhitung jelas di atas kertas, tetapi nyatanya Allah limpahkan rejeki tak terduga dari berbagai sumber lainnya, terutama sekali keluarga yang sehat, berkah rejeki dadakan dan kebahagian dalam rumah tangga dan hidup bertetangga dan bersaudara. Begitu nyaman dijalani, dengan memahami arti ujian hidup dan mengutamakan berbagi kebaikan.

Dokpri: Contoh Bukti Kwitansi Penyertaan Dompet Dhuafa


Luar biasanya lagi, managemen Dompet Dhuafa sangat akurat, detail dan up to date, apalagi data kita terlihat terdata jelas di tiap transferan yang telah masuk tiap bulannya minimum sehari kemudian kita mendapatkan bukti kwitansi penerimaan uang dapat berfungsi sebagai lampiran SPT Tahunan Pajak Penghasilan, untuk mengurangi Penghasilan Kena Pajak (PKP) sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PE R-6/PJ/2011 dan Nomor PER-15/PJ/2012. Terlebih sebagian dari keluarga besar Dompet Dhuafa kita mendapatkan pendidikan tentang kondisi saat ini, meningatkan keadaan seperti saat ini sedang maraknya wabah CORONA-19, Dompet Dhuafa memberikan edukasi melalui pesan online whatsapp kepada masing-masing nomor telepon anggota group secara otomatis, bahkan masih juga dikirimkan melalui email pribadi. Hebat, ya!

Begitu banyaknya kemudahan dibuat Dompet Dhuafa dalam usaha kita untuk berbagi, dari proses transfer via ATM, Phone Banking, Internet Banking, atau juga yang saat ini sangat marak sebagian besar kita dimanapun berada memiliki dompet digital, yaitu berupa layanan keuangan digital. Dengan Dompet Dhuafa bekerja sama dengan GoJek, mempermudah membayar zakat dengan fitur GoBills, simpel, ya!

Seberapapun besarnya atau kecilnya kita berbagi, tak perlu berkecil hati ataupun berbesar hati, karena pada dasarnya dan Qadar-Nya Allah jua yang akan membalas sebesar apapun kebaikan kita berbagi. Semoga kita selalu dalam kemampuan Kebaikan Berbagi bersama Dompet Dhuafa.




“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselengarakan oleh Dompet Dhuafa.”


Sabtu, 21 Maret 2020

Merdeka Belajar dalam Literasi Pendidikan

Dokpri: Merdeka Belajar? Terpilih di No. 43


Oleh: Levina Adawiyah

Salam literasi untuk semua teman-teman pejuang pendidikan, berikut saya ingin berbagi kebahagian dalam terpilihnya tulisannya termasuk dalam 100 guru pilihan nusantara pada Gurusiana, Media Guru. Alhamdulillah, sungguh kebahagian tak di sangka, tulisan saya diterima di tangan juri dan dipertimbangkan menjadi tulisan kategori terbaik dan dibukukan bersama guru-guru hebat nusantara yang ikut serta dalam event ini. Terima kasih Media Guru #Gurusiana . Dalam mendukung program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Nadiem Makarim

“Merdeka Belajar” menjadi tagline besar di puncak pidato menteri pada peringatan Hari Guru Nasional 2019. Pada pidatonya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Nadiem Makarim sampaikan gebrakan besar berupa “Merdeka Belajar”. Tujuannya berkaitan dengan keberhasilan pendidikan di Indonesia yaitu kemerdekaan belajar. Bapak Menteri dalam rapatnya di Rapat Koordinasi Bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kabupaten/Kota di Jakarta, 11 Desember 2019 lalu, mencanangkan kebijakan “Merdeka Belajar” kepada seluruh pihak di sekolah untuk jenjang sekolah dasar dan menengah berupa program merdeka belajar. Dari ke empat program tersebut erat kaitannya dengan Literasi Pendidikan, di antaranya:

1.    Program pergantian USBN menjadi Assesmen.
USBN membatasi gerak sekolah dalam mengeksplorasi sistem penilaian sekolah, maka perubahan hak penilaian di berikan oleh sekolah. Ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yaitu kemampuan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lain yang lebih luas dan lengkap atau bisa di bilang komprehensif. Contoh penilaian yang diambil bisa berupa dari tugas kelompok, karya tulis, diskusi otentik dan lainnya.

2.    UN di tahun 2021 di ganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan survey karakter.
Dikarenakan Ujian Negara (UN) lebih menekankan kepada kemampuan pengujian penguasaan konten bukan kompetensi penalaran, serta di anggap menjadi beban siswa, guru dan orangtua karena hanya berupa penilaian individunya saja, maka di tahun 2021 sebagai gantinya adalah AKM dan survey karakter.

3.    RPP di persingkat menjadi hanya 1 lembar.
Begitu banyaknya lembaran yang guru persiapkan hanya berupa formalitas laporan di atas kertas, menjadi bertambahnya beban guru dalam mempersiapkan administrasi laporan serta rancangan pembelajaran secara efisien dan efektif. Dengan kebijakan terbaru berharap kepada seluruh guru lebih memiliki waktu dan peluang besar dalam mempersiapkan mengembangkan dirinya dalam proses pembelajaran.

Dari pengalaman yang telah saya lalukan disertai gagasan ketika mengajar di sekolah maupun “Rumah Belajar Adawiyah”, dibutuhkannya dorongan kepada murid tanpa keterpakasan berupa pembiasaan literasi pendidikan bukan hanya kepada guru tetapi kepada murid itu sendiri.

Apakah mereka merasakan merdeka belajar?
Kita bisa lihat dari semangat mereka berinteraksi dan menikmati setiap mempelajaran yang kita sajikan bersama dan hasil yang di terima mereka. Bicara tentang pendidikan dan merdeka belajar erat kaitannya dengan literasi pendidikan dalam model pembelajaran.

Setiap guru memiliki trik dan cara tersendiri dalam penyajian model pembelajaran agar tercipta kenyamanan ajar, siswa pun nyaman belajar. Dalam hal ini, ada trik-trik tersebut diantaranya:

1.    Pembiasaan pembentukan karakter 3 S (Senyum, Sapa dan Salam), di awal pembelajaran, lalu dilanjutkan mengkombinasikan pelajaran di antaranya membentuk kuis perkelompok, dan bebas memilih kawannya dalam hal mengulang pembelajaran sebelumnya. Dengan begitu Pembentukan karakter siswa untuk membaca serta bersosial terbentuk. Bagi siswa yang merasa tidak menemukan kenyamanan berkelompok, saat itulah tugas guru memberikan pengarahan dalam membentuk karakter siswa di sekolah maupun di lingkungan ketika bersosial.

2.    Pembelajaran tidak hanya monoton di dalam kelas, bisa di alam terbuka atau di ruang kelas lain. Agar tercipta suasana baru dan nyaman.

3.    Pelajaran di buat seefektif mungkin agar anak-anak menerima pembelajaran secara global, berupa belajar di taman, dengan membawa alat bantu pelajaran berupa gambar, atau buku cerita bergambar dan mereka menuangkan dalam bahasa komunikasi.
Gimana caranya?
Mereka mencari ide bacaan dari tema yang disampaikan, membaca kisaran 10 menit, Misal tentang berkebun mereka akan mencoba menceritakan kembali apa yang telah mereka serap dari materi bacaan tersebut.



4.    Membuat program pelajaran ‘Out of The Box’. Berhubung saya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, saya buat tiap tema/bab berbeda ada permainan masal. Seperti mencari jejak, “Treasure Hunt”, di sini siswa akan belajar logika menemukan harta karun secara berkelompok dengan petunjuk dalam Bahasa Inggris, tentunya di sertai dengan reward bagi pemenang.

Merdeka belajar telah di lakukan, ada juga program kunjungan belajar ke sekolah lain memberikan wawasan baru bagi mereka. Dengan sistem dan model pembelajaran yang dinamis siswa dapat menikmati “Merdeka Belajar.”

Levina Adawiyah adalah nama pena dari Levina Novi Yanti, S.sos. M.Pd. Lahir di Jakarta, 26 Oktober. Menikmati dengan minat tinggi dalam dunia literasi dan pendidikan. Ibu dari dua putri dan satu putra, saat ini menekuni mengajar untuk sistem ajar online dan kunjungan di ruangguru.com dan Guru Les Private untuk SD. Mendirikan Rumah Belajar Adawiyah di di rumahnya, gratis. Dikhususkan untuk anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam pendidikan karakter. Untuk berinterkasi lebih lanjut dapat dikunjungi di:
WA      : 08128108595
Web    : www.levinayanti.com / https://adawiyahlevina.gurusiana.id
IG        : levina9


Rabu, 04 Maret 2020

INOVASI BINTANG LIMA MERDEKA BELAJAR DARI UN MENJADI ASESMEN DAN SURVEY KARAKTER

Salam santun buat Bapak/Ibu pejuang anak masa sekolah 🤭, Berikut saya kutip Pesan Pak Nadiem perihal AKM (Assesmen Kompetensi Minumum) yaitu  perihal kemampuan siswa dalam menganalisa dan numerasi soal yang akan dikerjakan. Pak Menteri juga menjelaskan bahwa materi AKM ada dua yaitu literasi (baca-tulis) dan numerasi. “Literasi' bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta  kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan 'numerasi' adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dia menekankan 'literasi' dan 'numerasi' bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. 


Bukan berdasarkan penguasaan konten materi. Kabarnya sedikit banyak akan juga diperkenalkan sistem ASM ini ke siswa kelas 6 saat UN. gak perlu membayangkan mereka bakal kesulitan dengan program baru ASM, justru nantinya mereka bakal belajar terus untuk sistem analogical HOTS (high order thingking skill).

“Merdeka Belajar” menjadi tagline besar di puncak pidato menteri pada peringatan Hari Guru Nasional 2019. Pada pidatonya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Nadiem Makarim sampaikan gebrakan besar berupa “Merdeka Belajar”. Tujuannya berkaitan dengan keberhasilan pendidikan di Indonesia yaitu kemerdekaan belajar. Bapak Menteri dalam rapatnya di Rapat Koordinasi Bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kabupaten/Kota di Jakarta, 11 Desember 2019 lalu, mencanangkan kebijakan “Merdeka Belajar” kepada seluruh pihak di sekolah untuk jenjang sekolah dasar dan menengah berupa program merdeka belajar. Dari ke empat program tersebut erat kaitannya dengan Literasi Pendidikan, di antaranya:



1.    Program pergantian USBN menjadi Assesmen.

USBN membatasi gerak sekolah dalam mengeksplorasi sistem penilaian sekolah, maka perubahan hak penilaian di berikan oleh sekolah. Ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yaitu kemampuan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lain yang lebih luas dan lengkap atau bisa di bilang komprehensif. Contoh penilaian yang diambil bisa berupa dari tugas kelompok, karya tulis, diskusi otentik dan lainnya.



2.    UN di tahun 2021 di ganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan survey karakter.

Dikarenakan Ujian Negara (UN) lebih menekankan kepada kemampuan pengujian penguasaan konten bukan kompetensi penalaran, serta di anggap menjadi beban siswa, guru dan orangtua karena hanya berupa penilaian individunya saja, maka di tahun 2021 sebagai gantinya adalah AKM dan survey karakter.



3.    RPP di persingkat menjadi hanya 1 lembar.

Begitu banyaknya lembaran yang guru persiapkan hanya berupa formalitas laporan di atas kertas, menjadi bertambahnya beban guru dalam mempersiapkan



Ke empat Mengenai pengaturan Zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang lebih Fleksibel. Pak Menteri menyampaikan jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, sedangkan jalur perpindahan maksimum 5 persen. Sedangkan jalur prestasi atau sisa lainnya 0-30 persen, disesuaikan dengan kondisi daerah, daerah berhak menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi.


Sumber Informasi:
https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/12/12591771/gebrakan-merdeka-belajar-berikut-4-penjelasan-mendikbud-nadiem?page=all


https://rifulhamidah.gurusiana.id/article/2020/2/menyoal-soal-akm-asesmen-kompetensi-minimum-258175

Senin, 24 Februari 2020

Bahan Asli Meniran Membantu Memperbaiki sistem Imun Anak Aktif


Bicara tentang kesehatan untuk dewasa maupun anak-anak dibutuhkan konsistensi dan menjaga asupan gizi serta pikiran yang baik, asupan gizi bukan hanya untuk tubuh/ phisik tetapi juga pikiran dan otak kita, baik untuk dewasa maupun anak-anak, keduanya sama pentingnya. 


DokPri: Sebelum Berangkat Sekolah Emily minum STIMUNO

Tubuh yang sehat memiliki peranan penting dalam keaktifan tubuhnya. Bagi masa Batita, Balita maupun menjelang usia anak memiliki tubuh yang sehat memiliki peranan penting dalam perkembangan otak, phisik dan rohaninya. Maka, berbagai cara terbaik orangtua terutama bunda berusaha untuk menjaga tubuh buah hatinya agar tetap sehat.

Dengan tubuh sehat dipenuhi keceriaan dan kebahagian menjalani aktivitasnya. Kesehatan dan pertahanan tubuh itu penting, bukan hanya dari asupan gizi berupa konsumsi menu 4 sehat 5 sempurna, berupa makanan, terbagi atas empat sumber nutrisi penting yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur dan buah-buahan serta disempurnakan dengan susu bila dibutuhkan, tentunya dapat di bantu dengan pertahanan imun yang baik karena  aktivitasnya membutuhkan daya tahan tubuh yang opitimal, agar tetap sehat dan kuat. 

Daya tahan tubuh juga dibutuhkan untuk pertumbuhan otak agar dapat berpikir optimal agar ketika belajar ataupun bekerja dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Dengan energi yang memadai dan phisik sehat tentunya segala aktivitas dapat bertumbuh baik dan penuh semangat. Sebagai bunda, menjadi manager rumah tangga di butuhkan kepiawaian dalam mengatur pola menu untuk menjaga keseimbangan tubuhnya serta mempertahankan daya tahan imunnya yang belum sempurna.


Di musim penghujan begini makanan bergizi penting tetapi alangkah baiknya jika di tunjang penunjang pertahanan imun. Ketika lingkungan dengan cuaca ekstrim dalam sehari bisa hujan seharian, bahkan bila esoknya hujan kembali,  di tambah udara tidak mendukung terjadi banjir, kotoran apapun jadi meluap, dan menjadi polusi lingkungan, tentunya kesehatan tubuh harus terjaga. Maka  dibutuhkannya sistem imun yang dapat menguatkan daya tahan tubuh kita. Dengan hadirnya STIMUNO menjadi bagian pelopor pendukung kesehatan kita dan tumbuh kembang anak.

Dokpri: STIMUNO anak

STIMUNO Syrup atau STIMUNO anak adalah obat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh (sistem imun). Di dalamnya terkandung bahan aktif meniran hijau (Phyllanthus niruri), 100% dari bahan asli meniran Indonesia. Sama halnya dengan produk Stimuno Kapsul atau Stimuno Forte bermanfaat untuk menguatkan daya tahan tubuh (sistem imun). Keduanya terdapat kandungan bahan aktif ekstrak tanaman meniran hijau (Phyllanthus niruri). Produk ini biasa di anjurkan untuk pasien di rumah sakit atau dokter-dokter untuk perbaikan imun, sudah tentu dapat dijadikan pendamping kesehatan keluarga.

Apa itu kandungan Meniran?
sumber gambar: www.popmama.com

Meniran atau dengan nama latinnya Phyllanthus urinaria adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki bentuk batang bulat tegak lurus, tinggi tanaman bisa mencapai satu meter lebih dalam kondisi tanah subur.

Daun Meniran memiliki berbagai fungsi pencegahan dan penyembuhan penyakit serta mempertahankan daya tahan tubuh, di antaranya masa pemulihan penyakit, juga pada membantu memperbaiki penderita batuk pilek ataupun TBC. 

Kandungan ekstrak tanaman meniran hijau di dalam Stimuno Forte mampu mencegah berbagai penyakit dan mempercepat proses penyembuhan penyakit infeksi.  Dengan meningkatnya daya tahan tubuh, tentunya aktivitas harian kita dapat terjaga dengan baik. Pada kemasan Stimuno anak tersedia dalam 3 varian rasa, yaitu rasa original tutty fruity, anggur, dan orange berry. Sewaktu mengkonsumsi di tiap 5 ml obat sirup mengandung 25 mg ekstrak meniran hijau. Kemasan dapat kita pilih sesuai selera dan kebutuhan ada dalam bentuk botol berukuran 60 ml dan 100 ml, serta kemasan stick pack atau sachet sekali minum.

Apa itu Fitofarmaka pada STIMUNO?

STIMUNO adalah produk herbal fitofarmaka, yang terbukti berkhasiat juga aman untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dan berguna untuk mencegah sakit serta mempercepat di masa penyembuhan/pemulihan. STIMUNO bukan seperti jamu yang khasiatnya hanya dapat di buktikan secara empiris dan Obat Herbal Terstandar yang belum teruji secara klinis. Fitofarmaka sudah teruji khasiatnya pada manusia dan telah terstandarisasi asli buatan Indoensia.

STIMUNO aman dan terbukti klinis.

Dokpri: Latihan Piano


Karena STIMUNO aman untuk anak dari usia 1 tahun, bagi saya penting membantu mempertahankan daya tahan tubuhnya dengan asupan mempertahankan imunnya dengan STIMUNO.  Terutama untuk saat ini mereka di usia sekolah dasar, bagi anak-anak ketika di usia sekolah, begitu pada kegiatan membutuhkan asukan gizi yang baik disertai daya tahan tubuh baik, terlebih di musim penghujan saat ini. Dengan tubuh sehat membuat bahagia dan aktivitas pun berjalan lancar, anak-anak juga sehat bahagia bersama Stimuno membantu Imun terjaga. dapat mencegah penyakit atau mempercepat penyembuhan penyakit, seperti batuk pilek atau TB.

Jadi ingat anak ketiga kami, ketika mengalami gejala TB di usia 3 tahun, dokter manganjurkan untuk penambahan daya tahan tubuhnya dengan Stimuno dan kami berikan sesuai anjuran dokter, dan bersyukur dengan Stimuno membantu mempertahankan daya tahan tubuh dalam proses pemulihan di sertai obat yang telah di berikan dokter selama setahun berjalan. Hingga kini, ketika dalam cuaca penghujan saat ini, kami berikan tambahan sistem imunnya berupa Stimuno, Bersyukur membantu tubuhnya tetap sehat dan fit, diapun aktif dalam menjalani aktivitasnya. Karena anak yang aktif merupakan satu di antara tanda ia akan tumbuh cerdas dan berprestasi. Dengan mendukung dan menjaga sistem imunnya yang belum sempurna, tentunya akan memberikan nilai-nilai positif dalam tumbuh kembangnya.





Yuk Ayah-Bunda menjadi bagian sahabat Stimuno dengan registasi serta menambah wawasan tentang kesehatan kita dan buah hati. Untuk Registrasi dapat di akses di: http://sahabatdexa.com/stimuno 

#StimunoPenjagaImun
#GakTakutSakit
#STIMUNO
#MomiXStimuno

Jumat, 21 Februari 2020

YUK KENALI SISTEM IMUN TERKINI DALAM MEMBANTU MENGALAHKAN KANKER


        Perjalanan hidup penyintas kanker pada awalnya mengalami masa sulit dalam penerimaan terhadap yang terjadi dan diderita dirinya. Rasa tketakutan dan proses panjanga pengobatan bahakan berujung kematian menjadi momok menakutakan bagi mereka.

   Berdasarkan informasi dari Situs Departemen Kesehatan RI serta dari situs htttp://databank.worldbank, The World Bank yaitu World Development Indicators, Indonesia total population 2017, tentang Prevalensi Kanker Berdasarkan Diagnosis Dokter Menurut Provinsi (per mil), pada tahun 2018, terdapat prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,8‰ (per mil) atau diperkirakan sekitar 475.185 orang mengidap kanker dari total 263.991.379 populasi Indonesia. Jumlah kematian akibat kanker di Indonesia diprediksikan akan mencapai 207.210 orang pada tahun 2018.

        Melengkapi informasi data penyintas kanker, berdasarkan data WHO (World Health Organization) tahun 2018 di katakana ada sekitar 9,6 juta orang meninggal dunia karena kanker, paling mencenangkan bahwa 57 persen di antaranya berasal dari Asia.

Penderita Kanker Bisa Jadi Orang Sekitar Kita

        Tidak menutup mata, inilah yang di alami orang-orang di sekitar kita. Pertama kakak kami, bersyukur kondisi benjolan pada payudara masih jinak, putting di payudaranya butuh di angkat. Berikutnya adalah pembantu rumah tangga kami (ART), sama sekali mbak kami belum mengetahui tepat awal terjadinya. Berjalan beberapa tahun bekerja,ia sempat ambil cuti panjang di usia 4 bulan kandungannya untuk persiapan persalinan dan merawat buah hatinya. Saya sangat setuju dan ijinkan.

        Berjalan waktu, buah hatinya berusia kisaran delapan bulan, kami bertemu sampaikan ke saya butuh bekerja tetapi ada ketakutan di dirinya mengenai ketidaknyamanan payudara sebelahnya.


“Bu, payudara saya semakin keras dan sering  nyut-nyutan dan bikin saya keringat dingin.”

        Dengan kondisinya saya pun turut khawatir, saya sarankan untuk segera check up ke rumah sakit dan agar segera ditangani. Menurut info almarhum dulu, kondisi payudaranya mengeras diakibatkan ia tidak bisa menyusui bayinya pada puting sebelah kiri, sedangkan porsi air susunya di kedua payudara berlimpah, meski ia telah pijat dan berusaha untuk mengeluarkan tetapi kondisinya sudah tidak memungkinkan, inipun efek dari kejadian pada bayi pertamanya dulu, sama.

      Singkat cerita, dikabarkan ia sudah mengidap kanker payudara stadium 3. Kami sangat prihatin mengetahuinya. Kondisi mbak semakin parah hingga seminggu sebelum meninggal kakinya tak sanggup berjalan, hanya berbaring lalu sudah tidak bisa di tolong lagi dengan kondisinya semakin parah. 

Dalam hal ini mbak kami kurang memahami penyakit yang di derita sehubungan dengan tingkat pendidikan dan kondisi perekonomian, mbak lebih memilih fokus bekerja dan mengurus rumah tangga serta menghiraukan gejala sakit yang dideritanya di awal hingga pada puncaknya.

        Begitu yang terjadi pada kawan saya lainnya, ia menderita kanker payudara, telah berusaha dengan semampunya bersama dukungan kekeluarga, tetapi tutup usia dengan kondisi pasrahnya. Kita tidak tahu sejauh mana perjuangan mereka, yang jelas butuh perjuangan besar dan terus sabar menerima kenyataan yang dialaminya. Tidak berbeda dengan kawan lainnya, ia “Cancer Survival”,  semangat luar biasanya dapat melewati masa-masa pengobatan awal, rutin hingga masa kritisnya dalam perjuangan tahapan mengobatan, hingga kini semakin sehat dan kuat. Ia sampaikan ke saya:

        “Saya akan berusaha sekuat tenaga dan percaya setiap doa dan usaha pasti Tuhan menyertainya dan keluarga, saudara dan sahabat membuat saya terus tetap berjuang.”

        Melewati masa-masa kritis dengan rangkulan dan dukungan keluarga adalah kekuatan luar biasa bagi penyintas kanker, serta berdoa dan mendukung untuk tetap kuat menjalani proses pengobatan dan pertahanan dan pemulihan. Karena bukan saja penyakit anggota tubuh yang hanya terkena efek tetapi secara phisikologis mereka butuh penguatan.
  

Sumber gambar: https://kalahkankanker.com/kanker/fakta-kanker/

Kanker bukan penyakit menular

        Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di tahun 2018 menunjukkan kanker yang menjadi masalah utama penyakit di Indonesia merupakan satu di antara penyakit tidak menular. Riset ini dilakukan setiap 5-6 tahun sekali oleh pemerintah dengan didasari riset kesehatan berbasis komunitas berskala nasional sampai tingkat kabupaten/kota. Kenaikan jumlah orang dalam populasi yang mengalami penyakit berdasarkan jumlah populasi saat itu.


        Pada kenyataannya Kanker adalah jenis penyakit yang sebabkan oleh pola hidup tidak sehat antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta kurang atau tidak terjaga dengan baik dalam konsumsi buah dan sayur. Di tahun yang sama, dikatakan kanker payudara dan kanker serviks merupakan jenis kanker pada perempuan dengan jumlah insiden tertinggi di Indonesia. Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal serviks.

sumber: https://kalahkankanker.com/kanker/fakta-kanker/

Solusi terkini di bantu dengan Imunoterapi

    Bagi keluarga, khususnya penyintas kanker tidak hanya mengalami masa kritis pengobatan secara phisik tetapi juga secara phisikologis serta memikirkan segala aspek finansial dalam pengobatan turut serta berdampak dalam kehidupannya. Dengan hadirnya Imunoterapi dapat membantu menangani kondisi-kondisi tersebut.

Apa itu Imunoterapi?

        Berupa pengobatan yang membantu mendorong sistem kerja imun atau kekebalan tubuh agar lebih efektif dalam melawan penyakit, termasuk penyakit kanker kanker. Kenyataan dan telah terbukti Imunoterapi dapat memperlambat, menghentikan perkembangan sel kanker, serta mencegahnya menyebar ke organ lain.

        Sejumlah jenis kanker, seperti kanker kulit, paru, ginjal, kandung kemih, dan limfoma, telah terbukti dapat ditangani dengan imunoterapi.

     Berdasarskan informasi dari situs https://kalahkankanker.com/imunoterapikanker/, diinformasikan bahwa Imunoterapi kanker bertujuan untuk menstimulasi sistem imun tubuh  agar secara spesifik menargetkan dan membunuh sel kanker. Ketika kondisi normal, sistem imun tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel “asing” atau abnormal di dalam tubuh dengan mengerahkan pasukan sel T. Berikut cara kerja sistem imun:

MENCARI: Sel T mencari semua hal yang berbahaya bagi tubuh
MEMINDAI: Sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel yang normal dan abnormal atau ‘asing’
MENYINGKIRKAN: Ketika terdeteksi, sel abnormal diserang dan disingkirkan sel T

      Untuk melawan kanker, tubuh memiliki siklus imunitas atau kekebalan terhadap kanker. Namun, PD-L1 menjadi penghambat sistem imun (sel T) untuk menyerang dan menghancurkan sel kanker. PD-L2 berupa kamuflase sel kanker untuk menghindari sistem ini, dengan begitu PD-L1 yaitu protein yang terdapat di permukaan sel kanker dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker.

        Dalam hal ini tubuh memiliki siklus imunitas/kekebalan melawan kanker yang terdiri dari 7 tahap, yaitu di sebut dengan SIKLUS IMUNITAS KANKER, yang terdiri dari:
  
Tahap ke 1. Pelepasan Antigen
Adalah proses ketika sel kanker mati lalu melepaskan antigen. berupa potongan protein kecil dari sel kanker yang telah mati.

Tahap ke 2. Antigen Presentation
Tahap di mana antigen diambil oleh antigen presentation cell (sel dendritik), yang kemudian membawa antigen ke tempat pembuangan lokal di kelenjar getah bening.

Tahap ke 3. Produksi dan Aktivasi Sel T
Di waktu sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga kemudian terproduksi dan teraktivasi.

Tahap ke 4. Perjalanan Sel T
Setelah sel T diaktifkan di tahap 3, mereka masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker.

Tahap ke 5. Infiltrasi Sel T ke dalam Tumor
Sewaktu sel T tiba di lokasi tumor, tugas utamanya adalah masuk ke lokasi tumor. Dengan dasar tugasnya sel T harus menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk.

Tahap ke 6. Pengenalan Kanker oleh Sel T
Di dalam tumor, terdapat sel-sel kanker yang akan dikenali oleh sel T yang telah masuk didalamnya.

Tahap ke 7 Sel T Menghancurkan Sel Kanker
Di tahap ini, sel T menjadi aktif untuk melawan sel kanker dan mampu menghancurkannya.

sumber: www.roche.co.id


        Walaupun sistem imun dapat mengenali sel kanker, tetapi tidak begitu cepat dalam menanggulanginya, sedangkan perkembangan sel kanker sangat cepat dan tidak terkontrol. Dengan pengobatan dilakukannya imunoterapi supaya sistem imun lebih cerdas mengenali sel kanker serta memperkuat respons sistem imun terhadap sel kanker, sehingga perkembangan sel-sel yang kanker ganas dapat diperlambat, bahkan dihentikan.

Sumber gambar: https://kalahkankanker.com/kanker/fakta-kanker/

      Untuk teman-teman pembaca jika ingin memahami dan mengetahui lebih lanjut sehubungan dengan penyakit kanker serta sistem Imunoterapi, saya sarankan agar menghubungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut. Teman-teman juga bisa mengakses informasi di situs  www.kalahkankanker.com. 


        Yuk, sama-sama sayangi tubuh kita dan orang-orang sekitar, dengan memahami lebih mendalam informasi tentang kanker akan membantu kita lebih mawas diri serta menjaga kesehatan, terlebih berbagi informasi kepada orang lain. Happy Reading and keep healthy.😍