Selasa, 16 Juni 2015

IDENTIFIKASI KOMPETENSI AWAL DAN KARAKTERISTIK SISWA



DESAIN PEMBELAJARAN

IDENTIFIKASI KOMPETENSI AWAL DAN KARAKTERISTIK SISWA
(pada pelajaran Bahasa Inggris siswa kelas V SDIT Iqro)
TUGAS KELOMPOK 5



PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH JAKARTA
PRODI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Nama Dosen                            : Dr. Iffah Budiningsih
Nama Kelompok Mahasiswa:
1.       Levina Novi Yanti         (NIM: 552014001)
2.       Yuli Purwanti (NIM: 5520140021)
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan berkah ilmu, pikiran dan kesempatan bagi kami untuk mempelajari dan menuangkan pemikiran kami dalam mempelajari desain pembelajaran yang kami sajikan dalam bentuk makalah ini.
Kami berusaha sebaik mungkin untuk menghadirkan makalah ini ditangan pengampu untuk memberikan penilaian dan masukan ilmu bagi kami dalam proses pembelajaran yang lebih baik lagi, serta berguna bagi sahabat-sahabat kami yang turut serta belajar.
Dengan ketulusan hati penulis mengucapkan terima kasih seluasnya kepada:
1.      Dr. Iffah Budiningsih, Dosen pengampu mata pelajaran Desain Pembelajaran untuk jurusan Teknologi Pendidikan.
2.      Seluruh Dosen kami pada Jurusan Teknologi Pendidikan, serta seluruh dosen Universitas As Syafi’iyah.
3.      Para sahabat kelas Prodi Magister Teknologi Pendidikan, penulis bersyukur atas kebersamaan yang kita bina.
Demikian kami sampaikan semoga makalah mengenai IDENTIFIKASI KOMPETENSI AWAL DAN KARAKTERISTIK SISWA memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kita semua dengan bimbingan Ibu Dr. Iffah Budiningsih. Aamiin.


Penyusun,


Levina N. Yanti          Yuli Purwanti






DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................           xx
BAB I             PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah .............................................            5
B.        Rumusan Masalah ......................................................            6
C.       Tujuan ........................................................................            6
BAB II                        PEMBAHASAN
A.        Pengertian Kompetensi Awal   ..................................            7
B.        Karakteristik Siswa/Peserta Didik  ............................            9
C.        Alternatif dan solusi permasalahan ........................... .           13

BAB III          PENUTUP
A.        Penutup .......................................................................           19
B.        Simpulan .....................................................................           20

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................           21













PENDAHULUAN

I.                   Latar belakang masalah

Perubahan sistem kurikulum yang terjadi rentang waktu singkat mempengaruhi sistem pembelajaran dan pola belajar siswa. Seperti diketahui bersama semenjak perubahan kabinet kementerian saat ini, dari sebelumnya berdasarkan Kurtilas (kurikulum 2013) kini kembali kepada KTSP 2006 (meskipun sebagian kecil yang lebih dari jangka waktu enam bulan pelaksanaan Kurtilas ditetapkan untuk tetap menjalani sistem kurikulum 2013). Perubahan ini pula turut mempengaruhi kualitas dan kuantitas siswa dalam mobilitas dalam perlakukan pembelajaran serta hasil yang didapat berupa kualitas pribadi masing-masing siswa/peserta didik.
Dalam proses mengajar tentunya seorang guru harus memiliki sebuah perencanaan untuk persiapan bahan ajar kepada murid dalam hal-hal apa yang akan disampaikan di dalam kelas dan melalui metode atau strategi apa supaya apa yanga di sampaikan bisa di miliki oleh peserta didik. Salah satu hal yang harus disiapkan adalah rencana pelaksanaan pembelajaran.
      Rencana pelaksanan pembelajaran (RPP) merupakan perangkat pembelajaran yang harus dibuat oleh seorang guru ketika proses kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan (Harsiati & Thamrin, 2012). Dalam  menyusun sebuah Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), seorang guru haruslah melakukan sebuah analisis kebutuhan yang diperlukan oleh siswa dalam mata pelajaran. Guru mengidentifikasi hal-hal apa saja yang dibutuhkan siswa dalam artian hal apa yang belum dan sudah siswa ketahui tentang sebuah materi pembelajaran yang akan di sampaikan, dengan tujuan untuk mendalami mata pelajaran tersebut untuk lebih dalam.
      Dalam menyusun sebuah perangkat pembelajaran beberapa hal yang harus dilakukan dipenyusunan suatu RPP atau perangkat pembelajaran lainnya yaitu :  Analisis kebutuhan  siswa sehingga munculah sebuah Kompetensi dasar (KD) kemudian Kompetensi Dasar itu sendiri dijabarkan kembali sehingga menghasilkan kemampuan siswa di dalam Kompetensi Dasar. Kemudian analisis Karakteristik siswa dan lingkungan yang dimana hasil analisis tersebut akan menghasilkan indikator kemudian disusun menjadi tujuan pembelajaran, stategi, dan mengembangkan bahan ajar lalu dikemas menjadi RPP ( Rencana pelaksanaan pembelajaran).
Aspek-aspek perseorangan siswa yang mempengaruhi kompetensi awal dan karakteristik terangkum dalam  aspek-aspek atau kualitas perseorangan peserta didik. Aspek ini bisa berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berfikir yang telah dimiliki peserta didik. Seseorang terlahir ke dunia memiliki anugerah masing-masing yang telah dilimpahkan oleh maha pencipta berupa suatu kemampuan ataupun keahlian yang meski digali dan diasah secara berkesinambungan, tentu saja dan tanpa kecuali siswa/peserta didik kita (sebagai guru) disekolah, berupa diberkahinya suatu kemampuan dari segi fisik maupun pikir.
Peserta didik atau siswa adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan pendidikan. Peserta didik merupakan unsur penting dalam kegiatan interaksi edukatif karena sebagai pokok persoalan dalam semua aktifitas pembelajaran.
Apabila dikaitkan dengan kompetensi dan pengertian karakteristik terhadap pengertian peserta didik maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik peserta didik adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang dimiliki dengan kemampuan yang dibawanya semenjak lahir. Sehingga ini saling keterkaitan atau dapat juga disimpulkan bahwa kompetensi dan karakteristik peserta didik adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktifitas dalam meraih cita-citanya. 
Maka, kami dari kelompok lima bermaksud untuk mengidentfikasi secara mendalam dilihat dari analisis mengidentifikasi kompetensi awal dan karakteristik siswa/peserta didik ditinjau dari pelajaran Bahasa Inggris, berserta pembahasannya secara lebih dalam.









II.                Rumusan masalah
Dari uraian diatas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1.      Apa itu Kompetensi awal?
2.      Apa itu Karakteristik siswa/peserta didik?
3.      Apa pengertian Kompetensi awal dan Karateristik siswa/perserta didik, ditinjau dari para ahli?
4.      Pendalaman materi pembelajaran Bahasa Inggris pada kompetensi awal siswa SD kelas 3.
5.      Pedalaman materi bahasa Inggris pada karakteristik awal siswa SD kelas 3




III.             Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Untuk pengetahui tentang kompetensi awal dan karakteristik siswa/peserta didik, ditinjau dari pelajaran Bahasa Inggris.
2.      Manfaat dalam mempelajari kompetensi awal dan karakteristik siswa/peserta didik.
3.      Mengetahui lebih didetail tentang kemampuan kompetensi awal dan karakteristik siswa pada kelas lima SD ditinjau dari pelajaran Bahasa Inggris














IV.             PEMBAHASAN/PERMASALAHAN

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) daring/ dalam jaringan online, pengertian identifikasi adalah tanda kenal diri/bukti diri, atau penentu atau penetapan identitas seseorang, benda atau lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas (orang, benda atau lainnya). 
Dalam perihal ini mengidentifikasi kompetensi dan karakteristik siswa/peserta didik memiliki pengertian sebagai berikut:
a.      Pengertian kompetensi awal
Kompetensi merupakan suatu karakteristik yang mendasar dari seseorang individu, yaitu penyebab yang terkait dengan acuan kriteria tentang kinerja yang efektif  ”A competency is an underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-referenced effective and/or superior performance in a job or situation“ (Spencer & Spencer, 1993:9). Karakteristik yang mendasari (underlying characteristic) berarti kompetensi merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang telah tertanam dan berlangsung lama, dapat memprediksi perilaku terkait (causally related) dalam berbagai tugas dan situasi kerja. Penyebab, berarti bahwa kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja (performance). Acuan kriteria (criterion-referenced) berarti bahwa kompetensi secara aktual memprediksi siapa yang mengerjakan sesuatu dengan baik atau buruk, sebagaimana diukur oleh kriteria spesifik atau standar. Kompetensi (Competencies) dengan demikian merupakan sejumlah karakteristik yang mendasari seseorang dan menunjukkan (indicate) cara-cara bertindak, berpikir, atau menggeneralisasikan situasi secara layak dalam jangka panjang.

Ada lima tipe karakteristik kompetensi, yaitu:
1.                  motif-motif (motives), sesuatu yang secara konsisten dipikirkan dan diinginkan, yang menyebabkan tindakan seseorang
2.                  ciri-ciri (traits), karakteristik fisik dan respon-respon yang konsisten terhadap situasi atau informasi
3.                  konsep diri (self-concept), sikap-sikap, nilai-nilai atau gambaran tentang diri sendiri seseorang.
4.                   pengetahuan (knowledge), informasi yang dimiliki seseorang dalam area spesifik tertentu.
5.                  keterampilan (skill), kecakapan seseorang untuk menampilkan tugas fisik atau tugas mental tertentu.
Level kompetensi seseorang terdiri dari dua bagian. Bagian yang dapat dilihat dan dikembangkan, disebut permukaan (surface) seperti pengetahuan dan keterampilan, dan bagian yang tidak dapat dilihat dan sulit dikembangkan disebut sebagai sentral atau inti kepribadian (core personality), seperti sifat-sifat, motif, sikap dan nilai-nilai. Menurut kriteria kinerja pekerjaan (job performance criterion) yang diprediksi, kompetensi dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu:
1.      kompetensi permulaan atau ambang (threshold competencies) dan
2.       kompetensi yang membedakan (differentiating competencies).
Bagian pertama (threshold competencies) merupakan karakteristik esensial minimal (biasanya adalah pengetahuan dan keterampilan) yang dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat berfungsi efektif dalam pekerjaannya akan tetapi tidak membedakan kinerja pekerja yang superior dan kinerja pekerja yang biasa saja. Kompetensi kategori kedua adalah kompetensi yang membedakan yaitu faktor-faktor yang membedakan antara pekerja yang memiliki kinerja superior dan biasa-biasa saja (rata-rata).

Kompetensi Inti
Dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1.       Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2.       Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3.       Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4.       Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas II adalah sebagai berikut.
1.    Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.   Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3.  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4.   Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut:
1.           Kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1;
2.           Kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2;
3.           Kelompok 3: kelompok kompetensi dasasr pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3;
4.           Kelompok 4: kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.

Penjabaran lengkap mengenai kompetensi dasar per jenjang kelas dan per mata pelajaran dapat dilihat dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.

b.                  Karakteristik Siswa/Peserta Didik
Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti tabiat watak, pembawaan atau kebiasaan yang dimiliki oleh individu yang relatif tetap. Kata “karakter”  tersebut berasal dari bahasa Inggris Character bermakna hampir sama dengan sifat, perilaku, akhlak, watak, tabiat dan budi pekerti. Sedangkan menurut Ron Kurtus, karakter adalah satu set tingkah laku atau perilaku (behavior) dari seseorang sehingga dari perilakunya tersebut, orang akan mengenalnya “ia seperti apa”. Menurutnya karakter akan menentukan kemampuan seseorang untuk mencapai cita-citanya dengan efektif, kemampuan untuk berlaku jujur dan berterus terang kepada orang lain serta kemampuan untuk taat terhadap tata tertib dan aturan yang ada.
Jika dikaitkan pengertian karakteristik dengan pengertian peserta didik maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik peserta didik adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang dimiliki atau dapat juga disimpulkan bahwa karakteristik peserta didik adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktifitas dalam meraih cita-citanya.
Karakter seseorang peserta didik baik disengaja ataupun tidak, didapatkan dari orang lain yang sering berada di dekatnya atau yang sering mempengaruhinya, kemudian ia meniru untuk melakukannya. Oleh karena itu, seorang anak yang polos sering sekali akan mengikuti tingkah laku orang tuanya atau teman mainnya, bahkan pengasuhnya. Seorang psikolog berpendapat bahwa  karakteristik berbeda dengan kepribadian, karena kepribadian merupakan sifat yang dibawa sejak lahir dengan kata lain kepribadian bersifat genetik.
Karena karakteristik terbentuk dari proses meniru yaitu melalui proses melihat, mendengar dan mengikuti, maka karakter sesungguhnya dapat diajarkan secara sengaja. Oleh karena  seorang anak bisa memiliki karakter yang baik atau juga karakter buruk tergantung sumber yang ia pelajari atau sumber yang mengajarinya.

Sejak dini siswa perlu diperkenalkan dengan berbagai perilaku positif diantara perilaku yang bisa dipercaya, tanggung jawab, perhatian, tidak suka berprasangka buruk, sering berbuat baik, mampu mengendalikan diri saat marah dan kecewa, bisa bekerja sama dengan temannya, dan sebagainya. Tentunya perilaku tersebut diperkenalkan secara bertahap dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

1.    Klasifikasi Karakteristik Peserta Didik
Siswa/perserta didik beraneka ragam latar belakang kehidupannya yang berasal dari keluarga berbeda-beda, sehingga ini membentuk karakteristik siswa. Seperti saat kita menonton film, didalamnya terdapat karakter-karakter tokoh film yang beragam, maka didalam kelas pun terdapat karakter-karakter siswa yang mungkin jauh beragam.
Ragam karakteristik ini ternyata mempengaruh bagaimana hasil implementasi desain pembelajaran. Mungkin sebagian peserta didik sudah tahu apa yang kita sampaikan, namun sebagian lain belum tahu sama sekali. Maka mengenal karakteristik siswa sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Mengenal karekteristik siswa tersebut misalnya dengan mengklasifikasikan karakteristik siswa yang ada dalam kelas berdasarkan:
·                     Pribadi lingkungan yang terdiri dari umur, jenis kelamin, keadaan ekonomi, orang tua, kemampuan pra sekolah dan lingkungan tempat tinggal.
·                     Psikis yang terdiri dari tingkat kecerdasan, perkembangan jiwa anak, modalitas belajar, motivasi, bakat, dan minat.

2.    Manfaat Klarifikasi  Karakteristik Siswa
Dengan mengenal karakteristik siswa, maka dapat diketahui kualitas perseorangan dan menjadi petunjuk dalam mengelola strategi pembelajaran manfaat yang lain juga dapat dilihat di antaranya:
a.             Guru dapat memperoleh kemampuan awal siswa sebagai landasan dalam memberikan materi baru dan lanjutan.
b.             Guru mengetahui luas dan jenis pengalaman belajar siswa, berpengaruh terhadap daya serap siswa terhadap materi baru yang akan disampaikan.
c.             Guru dapat mengetahui latar belakang siswa dan keluarga siswa. Meliputi tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, emosional dan mental sehingga guru dapat menyajikan bahan serta metode lebih serasi dan efisien.
d.             Guru dapat mengetahui tingkat pertumbuhan, perkembangan dan aspirasi dan kebutuhan siswa.
e.             Guru dapat mengetahui tingkat penguasaan yang telah diperoleh siswa sebelum.
3.      Bentuk-Bentuk Karakteristik Perserta Didik.
 Bentuk-bentuk karakteristik peserta didik yang ada di dalam kelas misalnya:
·        Pelajar linguistik senang bermain kata-kata ketika ia membaca, menulis dan berbicara.
·        Pelajar interpersonal berbagi, membandingkan, bekerja sama, memiliki banyak teman, serta belajar dengan dan dari orang lain.
·        Pelajar intrapersonal bekerja sendirian di tempatnya sendiri, menciptakan karya yang unik dan orisinal.
·        Pelajar kinestetik senang bergerak, bersentuhan, menari, berolahraga, dan sentuhan.
·        Pelajar natural kecerdasan ini cukup spesifik. Orang yang peka terhadap lingkungan bisa dikategorikan memiliki kecerdasan ini.










V.                ALTERNATIF DAN SOLUSI PERMASALAHAN

a.      Cara mengidentifikasi kompetensi awal dan karakteristik siswa/peserta didik
            Sebagai pendesain instruksional ada beberapa data yang harus dijawab seperti dari mana jenjang siswa serta sejauh mana kompetensi, kemampuan atau pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang telah dikuasai siswa sehingga dapat mengikuti pembelajaran tersebut.
            Ada 3 sumber yang bisa memberikan informasi pada pendesain instrukstional yaitu :
1.                   Siswa atau calon peserta didik
2.                   Orang yang mengetahui kemampuan siswa seperti guru atau atasanya
3.                   Guru mata pelajaran sebelumnya.

Ada beberapa teknik yang digunakan  dalam pengumpulan data  dalam menganalisis kebutuhan instruktional yaitu kuesioner, interview dan observasi serta tes. Teknik ini dapat digunakan dalam mengidentifikasi  perilaku awal peserta didik.                        Cara yang bisa dilakukan dalam mengidentifikasi perilaku awal siswa
1.                  Menuliskan daftar kompetensi dasar yang telah berhasil dibuat dalam kegiatan analisis instruktional. Seperti :
a.    Dalam bahasa Inggris daftar kompetensi dasar yang telah dibuat yaitu/oleh penulis dalam analisis intruktional yaitu :
1. Mengungkapkan kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet,      things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation.
2.   Mengungkapkan ungkapan-ungkapan menyapa orang yang belum dikenal dan sudah dikenal.

3.   Mengungkapan ungkapan meminta, memberi informasi dan ungkapan meminta, memberi maaf.

4.   Mengungkapkan  ungkapan meminta, memberi jasa, barang dan pendapat.

5.   Memahami makna dalam teks lisan  dalam untuk descriptive (deskriptif) dan procedure (rincian).

6.   Membaca teks berbentuk descriptive (teks) dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik.
7.   Memahami tata bahasa seperti tenses (simple present, present tense, present continuos dan simple past).
8.   Membuat kalimat sederhana sesuai dengan tenses. Misalnya: I have three books.
9.   Menulis kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar.

10. Mengungkapkan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan procedure.

b.    Setelah dibuat maka buat skala penilaian yang bisa dinilai oleh atasan atau  guru mata pelajaran. Seperti tabel dibawah ini : 

Tabel.1
Data dan informasi maka dibuat skala penilaian

No
Kompetensi Dasar
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang
1
2
3
4
5
6
7
1
Mengungkapkan kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation






2
Mengungkapkan ungkapan-ungkapan menyapa orang yang belum dikenal dan sudah dikenal






3
Mengungkapan ungkapan meminta, memberi informasi dan ungkapan meminta, memberi maaf





4
Mengungkapkan  ungkapan meminta, memberi jasa, barang dan pendapat






5
Memahami makna   dalam teks lisan  dalam untuk descriptive dan procedure






6
Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik






7
Memahami tata bahasa seperti tenses ( presesnt tense, present continuos dan simple past)






8
Membuat kalimat sederhana sesuai dengan tenses






9
Menulis kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar.






10
Mengungkapkan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan Procedure.






kemudian selain kepada yang terdekat melakukan observasi  kepada siswa dengan membuat sebuah daftar perlakuan khusus pada analisis instruktional dengan bentuk penilaian setuju atau tidak setuju, netral atau sangat setuju.
Perlakuan awal ini bisa menggunakan tes seperti dibawah ini : supaya lebih ringkas maka penulis memberikan contoh mengambil  Kompetensi dasar mengenai  membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik. Maka tes awal disesuaikan dengan prilaku khusus seperti tabel di bawah ini.

Tabel 2.
Tes Awal yang Disesuaikan dengan Perilaku Khusus

No.
Kompetensi Dasar
Perilaku Khusus
Tes Awal
1.
Mengungkapkan kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation

Menyebutkan Kosakata
-      Numbers
-      Alphabet
-      Things in the classroom
-      Things at school
-      Home
-      Part of body
-      Clotches
-      Fruit
-      Animals
-      Place
-      Transportation
Sebutkanlah kosa kata dalam bahasa Inggris mengenai numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation
2.
Mengungkapkan ungkapan-ungkapan menyapa orang yang belum dikenal dan sudah dikenal

-      Mengungkapkan ucapan Greeting kepada orang belum dikenal
-      Mengungkapkan ucapan greeting yang sudah dikenal
-  Apa yang kita sebut jika bertemu orang pertama kali
-  Ucapan apa jika bertemu dengan orang yang sudah dikenal
3.
Mengungkapan ungkapan meminta, memberi informasi dan ungkapan meminta, memberi maaf
-      Mengungkapan ungkapan meminta informasi
-      Mengungkapkan ungkapan memberi informasi
-      Mengungkapkan Ungkapan meminta maaf
-      Mengungkapkan Ungkapan memberi maaf
Sebutkan ungkapan meminta dan memberi informasi?
Sebutkan ungkapan ungkapan meminta dan memberi maaf?
4.
Mengungkapkan  ungkapan meminta, memberi jasa, barang dan pendapat

-      Mengungkapkan ungkapan meminta dan memberi jasa
-      Mengungkapkan Ungkapan dan memberi barang
-      Mengungkapkan ungkapan memberi dan meminta pendapat
Sebutkan ungkapan meminta dan memberi jasa?
Sebutkan ungkapan meminta dan memberi barang?
Sebutkan ungkapan memberi dan meminta pendapat?
5
Memahami makna   dalam teks lisan  dalam untuk descriptive dan procedure

-     Menceritakan kembali isi dalam teks yang berbentuk descriptive dan procedure
-
Ceritakanlah apa isi dalam teks descriptive dan procedure?
6
Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik

1.      Membaca Teks berbentuk descriptive dan Procedure
2.      Membedakan Teks yang berbentuk descriptive dan procedure
3.      Melafalkan dengan intonasi dan lafal yang benar.
4.      Menjelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure
1.Bacalah teks descriptive dan procedure
2. Sebutkan  beda teks berbentuk descriptive dan teks procedure 3. Jelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure. 4.Bacalah teks dengan intonasi dan lafal yang benar
7
Memahami tata bahasa seperti tenses ( present tense, present continuos dan simple past)

-  Menjelaskan Present tense
-  Menjelaskan Present continous
-  Menjelaskan Simple past
-  Apa yang diketahui mengenai present tense, present continous dan present simpe
8
Membuat kalimat sederhana sesuai dengan tenses

-  Membuat kalimat dengan present tense, present continuous dan simple past
Buatlah Kalimat dengan menggunakan present tense, present continous dan simple past.
9
Menulis kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar.

Menulis kosakata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar
Tuliskan kosakata dalam bahasa inggris mengenai numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar
10
Mengungkapkan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan procedure.
-      Menjelaskan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan procedure
Apa maksud teks descriptive dan procedure yang telah anda baca
          
Tes penilaian awal ini diberikan langsung oleh guru bidang studi yang mengajar siswa tersebut. Selanjutnya melihat hasil penilaian tes, dan ini dilakukan langsung oleh guru bidang studi mata pelajaran bahasa Inggris yaitu memberi tanda contreng (V) pada kolom skala penilaian ( kolom 3 dan 4 ) sesuai dengan hasil tes awal  siswa.
Ada 10 Kompetensi dasar yang telah dibuat dalam analisis instruktional maka sebagai contoh penulis mengambil Kompetensi dasar no. 6 yaitu : Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik.

Tabel 3
Hasil Penilaian Tes Awal
No.
Perilaku Khusus
Dimiliki
Belum Dimiliki
1.
Bacalah teks descriptive dan procedure


2.
Sebutkan  perbedaan Teks berbentuk descriptive dan teks procedure


3.
Jelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure


4.
Bacalah teks dengan intonasi dan lafal yang benar



2        Ketika seseorang desain instruktional menggunakan teknik observasi  dan tes maka observasi dapat dicontoh seperti butir 1 dan tidak perlu melakukan butir 1 dan 2 namun pendesain berhadapan langsung dengan siswa yang akan di teliti.
1.              Kelompokkan  perilaku yang mendapat nilai cukup, sedang, kurang, rendah .
2.             Buatlah garis batas antara kedua kelompok  perilaku tersebut pada bagan hasil analisis intruktional  untuk menunjukkan dua hal  sebagai berikut :
a.                  Prilaku yang ada digaris batas adalah prilaku yang dikuasai oleh siswa sampai tingkat cukup baik.
b.                  Perilaku yang ada di atas garis batas adalah  perilaku yang belum dikuasai oleh populasi sasaran atau baru dikuasai dari tingkat sedang, kurang, dan buruk. Perilaku-perilaku itulah yang akan di ajarkan kepada siswa.
3.             Menyusun urutan prilaku  yang ada diatas garis batas untuk dijadikan pedoman dalam menentukan urutan materi pembelajaran.








IV.             PENUTUP
Dalam mempelajari kompetensi dan karateristik awal siswa perlua adanya perangkat pendekatan berupa informasi-informasi pengetahuan secara praktek kepada siswa. Kami mempelajari pada sistem kompetensi dan karakteristik siswa awal pada siswa kelas 3 dan 5 dengan perlakukan khusus dari:
1.        Metode belajar siswa, dilihat dari latar belakang keluarga dengan pendekatan tertulis maupun lisan.
2.        Berdasarkan cara belajar siswa secara berkesinambungan
3.        Dari data  dan informasi yang telah dibuat maka dibuat skala penilaian secara interpersonal siswa (sesuai dengan data pada tabel penilaian diatas).
4.        Selanjutnya dilakukannya dilakukannya perlakuan khusus berupa: memisahkan jenjang perlakuan dari: kompetensi dasar, prilaku khusus, lanjut tes awal kepada siswa.
5.        Dari tes perlakuan khusus diatas penulis melanjutkan dengan tes awal berupa mengambil satu diantara 10 perlakuan khusus untuk mengetahui lebih detail tes kemampuan siswa secara khusus, sehingga dari segi pembelajaran dan pelajaran guru maupun siswa dapat mengetahui tes kemampuan berupa dimiliki atau tidak dimiliki pencapaian hasil yang diharapkan berupa hasil pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP.















V.                Simpulan

(Spencer & Spencer, 1993:9): Karakteristik yang mendasari (underlying characteristic) berarti kompetensi merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang telah tertanam dan berlangsung lama, dapat memprediksi perilaku terkait (causally related) dalam berbagai tugas dan situasi kerja.

Apabila dikaitkan dengan kompetensi dan pengertian karakteristik terhadap pengertian peserta didik maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik peserta didik adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang dimiliki dengan kemampuan yang dibawanya semenjak lahir. Sehingga ini saling keterkaitan atau dapat juga disimpulkan bahwa kompetensi dan karakteristik peserta didik adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktifitas dalam meraih cita-citanya. 



















VI.             Rekomendasi
 [1] Sudarwan danim, Perkembangan Peserta Didik, ( Bandung: Alfabeta, 2010), hlm.1.
 [2] Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, ( Jakarta: Rineka Cipta,2008),hlm.10.
[3] Wina Sanjaya, Perkembangan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), hlm. 252-253
[4] Sudarwan danim, Perkembangan Peserta...,hlm.4.
[5] Moh Zaen Fuadi, “Identifikasi Perilaku Dan Karakteristik Awal Siswa”, diakses dari http://moh-zaen-fuadi.blogspot.com/2011/11/identifikasi-prilaku-dan-karakter-awal.html, pada tanggal 4 Oktober 2013, pukul 19:30 WIB
[6] George Boeree, Metode Pembelajaran dan Pengajaran, terjemah oleh Abdul Qadir Shaleh, (Yogyakarta, Ar-Ruzz Media, 2010), hlm. 130
[7] Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2009), hal. 132
[8] http://kurikulum2013-kelas2.blogspot.com/2014/05/kompetensi-inti-dan-kompetensi-dasar.html#sthash.vdk2UHHn.dpuf
[9] http://definisimu.blogspot.com/2012/08/definisi-kompetensi.html
Ibrrohim, D. 2011. Melakukan Analisis Pembelajaran.
[10] http://dudungabdu.wordpress.com/2011/12/09/2-melakukan-analisis- pembelajaran/
[11] Moeviccloes. 2010. Identifikasi Prilaku dan Karakteristik Awal Peserta Pelatihan. 
[12] http://moeviccloes.blogspot.com/2010/10/identifikasi-prilaku-dan-karakteristik.html. Diunduh 2 Maret 2012.
[13] Suparman, A. 2004. Desain Instruksional. Jakarta: Universitas Terbuka.
Syahidah, I. 2012. Analisis Pembelajaran dan Identifikasi Perilaku \
7]  Karakteristik Siswa. http://syahidahidah81.blogspot.com/2012/01/analisis-pembelajaran-dan-identifikasi.html.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...