Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lomba Puisi

Puisi Ayah Ibu

Just Simple Mama Antara kerinduan embun pagi menanti hangatnya mentari Nantikan rinduku akan masa lalu Noda dan getir hidup cerminan kerutan wajah ibu Aku masih menyimpan relung langkah syahdu Ketika kita menata hari diantara pilu Hati dan jiwa ibu tetap gagah menantang tanpa ragu Air membasuh luka tiap kali langkah ibu mulai kaku Derita ibu, tersimpan rapat diantara pori-pori dan sorot mata sendu Ibu, terlalu dalam himpitan pedih tersimpan dalam sendu Jemarimu begitu kokoh pecahkan batu Akhirnya semakin aku selami, bahwa lautanmu teduh Hanya butuh kata "mengertilah!" aku sayang kalian, selalu. Levin, 09 Januari 2015 Lolos dibukukan bersama Fam Publishing http://www.famindonesia.com/2015/01/abadikan-nama-ayah-dan-ibu-anda-ke.html Kasih Papa Papa, kupanggil namamu penuh lirih manja Lekang waktu tak terlewati kasihmu Alunan seni menemani setiap aliran darahmu Nurani papa tak lekang waktu Canda ria...

Mutiara Lautan

Lautan, rasa ini ingin terbang melayang Melayang bersama deru ombak menghantam penghalang Agar kasta terbang jauh dalam derai ombak Lautan, rahasia gelisahan kau simpan dalam Ketika diam begitu santun tak menyerang Mengerti! Ombaklah sumber pengepul kekuatan Semakin diderai, kekuatan tergerai kekayaan Ada kilauan telah tersimpan rapat Kekal dan bernyawa Berselimut keindahan bersinergi alam Ajarkan bertahan dan berenang Bukan hanya bernafas dan membuang hempasan Ajarkan mendayuh kekuatan Bukan hanya memegang dan melepas Lautan, ajarkan dalam ketenangan hamparan Agar Mutiara hitam dalam lautan dapat menghias Menghiasi jiwa lara kesepian Menjadi luas jiwa seperti hamparanmu, lautan! Levina, 7 Januari 2015 Terpilih dibukukan dalam Lomba: FAM Publishing

Hamparan Lautan

Riang ombak bergiring berhampiran Menghampiri kapal nelayan dan kapal pesiar Tak kenal kasta dan keturunan Menerjang bongkahan penghalang dan bebatuan Kian hari mengikis pesakitan, jua membentuk keindahan alam Liukan derai ombak menari tanpa beban Relungan kasih tak berjanji pada rembulan Dikala terdiam, Membentang teduh sinaran keemasan memeluk surga kala petang Berpayung awan jingga teduh bertatapan Luasnya terbentang Indahnya,   menjadikan alur pelangi meliuk rupawan Didalam tiap mimpi buliran pasir Turut hadir dalam langkah telanjang Gemericik kerikil terhempas teduh oleh segarnya bening kebiruan Lautan, kau adalah hamparan kasih sayang Dideru hempasan, kasih sayangmu luas penuh keteduhan Levin, 07 Januari 2015 Terpilih dan dibukukan dalam lomba menulis:  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=634098643384987&set=gm.740953065975381&type=1