Like Us Facebook

Jumat, 24 Juli 2015

Pancake Tanah Liat (Eat Dirt Cookies) Buatan Haitains dan Indonesia

Maraknya beredar video Haitians yang sedang memproduksi dan mengkonsumsi pancake tanah liat yang biasanya disebut geophagy di jejaring sosial menggundang banyak simpatisan serta pengkritisi atas isi berita tersebut. Tentunya respon yang paling utama ada rasa simpati dan kegelisahan serta kesedihan mendalam atas kondisi Bangsa Haitians di Afrika, tetapi disisi lain video ini menjadi pukulan memilukan bagi bangsa Haitians itu sendiri, secara kasat mata menjadi konsumsi publik untuk melihat secara kasat mata bagaimana seorang reporter sangat meremehkan dan memperlihatkan prilaku jijik terhadap kue tersebut. Dengan sembarangannya meliput melewatinya comberan kemudian mendekati pancake tanah liat lalu mengijak area penjemuran yang telah diberikan alas, kemudian diperlihatkan sangat merendahkan mereka.

Disisi lain segi positifnya video ini menjadi bahan sindiran luar biasa oleh nitizen di luar negeri dengan melalui FB: Love Revolution memberikan sindirian keras kepada pemerintah dan bangsa US untuk lebih peduli terhadap nasib bangsa lain, mengingatkan untuk tidak menghambur-hamburkan makanan ketika mereka menikmati konsumsi makanan sehari 3x, ketika hidup dengan bersenang-senang tetapi diluar sana masih banyak bangsa yang sangat miris kondisi gizinya. 

Segi positif dari prilaku mengkonsumsi pancake tanah liat yang dicampur dengan sedikit gula dan garam oleh bangsa Hataians sejak turun temurun, setelah diteliti  oleh peneliti yang bernama Sera Young dari Cornell University, New York, AS, justru pancake tanah liatnya setelah di teliti oleh kedokteran Amreka sendiri serta diliput oleh BBC bahwa tanah ini ini memiliki  berupa kandungan imun buat mereka melindungi dari virus, bakteri, pategen dan mikroba.

Tidak perlu aneh karena telah dilakukan juga oleh sebagian besar bangsa Indonesia sejak jaman dulu, Bila ingat masa kecil, bagi mereka yang tinggal masih didaerah kampung/pedalaman, seperti yang saya rasakan dulu ketika itu tanah liat kalau ngak salah namanya lempung juga dinikmati oleh orang betawi khususnya ibu hamil yg suka konsumsi, seperti kewajiban,  anak-anak juga tanpa khawatir turut mencicipi (termasuk saya mencicipinya). Dulu lebih dikenal namanya bite rasanya tanah agak keras dan garing. Setelah ditelusuri dan googling, dari hasil penelitian menurut ilmuan AS serta diliput BBC bahwa ini buat nguatin ususnya dr bakteri suhu udara yang hangat serta tropis. Dari kandungan tanah liat ini sudah seperti semen penguat usus agar terhindar dari bakteri serta virus di area tropis/hangat. Jadi mereka konsumsi turun menurun semenjak nenek moyangnya terlebih dahalu justru memberikan hikmah dibalik kesulitan ekonomi dengan mengkonsumsi ini.

Untuk area Indonesia sendiri, sebagian daerah Tuban masih suka konsumsi kempung sebagian kecil masyarakatnya, sama seperti bangasa Haitians cara membuatnya, dipilih tanah liat terbaik tanpa ada campuran batu dan pasir tapi tidak dikasih campuran apa-apa, lalu diolah dicetak, dijempur kemudian dipanggang.

dari FB: Love Revolution

Hadiah Burung Dara mengingatkan Kota Mekkah

Alhamdulillah silaturahmi lebaran kerumah sahabat karib dari 20 tahun lalu selalu membawa hikmah bersaudaraan, hidupnya yang yang memang ngak mau mengikuti jaman selalu mengingatkan agar kami selalu saling bersyukur dengan apa yang kami miliki masing-masing, meski cobaan dan masalah hidup yang berbeda-beda, justru dengan mempererat silaturahmi menjadikan saling sharing ilmu berbagi ilmu bermuhasabbah dan bertadabur diantara masing-masing.

Untuk keberadaan materi tidak dapat di ukur sama ratakan dengan keberkahan yang Allah berikan, seperti keberkahan kebersamaan ini. Alhamdulillah sepulang dari sana, anak-anak dibekali oleh-oleh sepasang Dara cantik buat Miki dan Emily, tentunya senang banget. Berasa dapat mainan baru.

Hingga malam ini, dari sepasang burung Dara cantik mengingatkan saya akan perjalanan kisaran setahun lalu ke tanah haram, Umroh. Tanah suci, tanah yang penuh doa-doa dari segala penjuru, dimana disana bertumpah ruah suka cita, kebahagian dan berserah kepada sang Khalik. Kecantikan burung Dara mengingatkan akan ratusan burung dara selalu berterbangan ketika pagi dan petang bermain-main dihalaman masjidil Haram, keindahannya menjadi saksi mahluk Allah yang sedang bersimpuh.

Indah nian. Burung Dara dapat dijumpai dihalaman datang tiba-tiba, dan dapat dijumpai dihalaman hotel tempat bermalam. Kami dapat menyentuhnya dengan pakan ditangan, begitu nurut. Terlihat indah ketika banyak orang mengabadikan photonya bersama, termasuk saya.

Anehny, kotorannya cepat hilang. Saya belum pernah lihat petugas bersih-bersih ketika membersihkannya. Atau bisa jadi burung dari paham agar tidak semestinya mereka mengotori dipelataran tanah haram. Kalaupun ada yang tertinggal, kami pun masih tetap bisa sholat dipelataran tersebut, karena begitu bersih dan sucinya tanah Haram.

Bukan hanya di area masjidil haram, burung-burung dara ini dapat dijumpai di area taman kota Mekah. Seperti halnya  di Eropa, mereka terbang dan bercengkrama secara berkelompok.

Sepertinya mereka menyambut kegembiraan para tamu Allah, bersedia diajak bersenda gurau dan berfose, kepakan sayapnya ketika terbang rendah bahkan hinggap ditubuh makin menambah indah tiap momennya. Anehnya lagi saya ngak pernah liat kotorannya jatuh dipelataran masjidil Haram meski banyak yang datang. Tapi kalo dekat depan hotel beberapa terlihat bersama makanannya yang sengaja diberikan disana, itupun kami masih bisa sholat dekat kotoran tersebut karena masih suci dan tetap bersih.

Terlebih mujizat keindahannya, ketika sholat tahajud langsung nyambung sholat shubuh, kita dapat melihat dan mendengar kicauan burung berterbangan atas langit-langit pilar masjidil Haram. Indah banget suaranya, buat mata selalu terbuka lebar, sayangnya saya nga bisa abadikan dalam jepretan kamera. Karena hanya bisa dilihat kasat mata, tapi hasil jepretan nga dapat.

Senin, 20 Juli 2015

Menikmati Permainan Angklung Saung Mang Udjo

Lebaran ke 4 (empat) Bandung, sudah lama ingin mampir lihat penampilan permainan Angklung Saung Mang Udjo, kesampaian juga diliburan lebaran kali ini. Momen luar biasa, berasa banget bahagianya. Bukan cuma saya pribadi yang ngerasain, keluarga pun sama, juga terasa kenyamanan antusiasme pengunjung turut menikmati.

Kami datang untuk ukuran performance sore datang lebih awal, karena untuk pertunjukan siang sudah terlewati satu jam lebih, jadi kami menunggu kisaran jam 1 jam.

Harga Tiket masuk:
Rp. 70.000/orang dewasa
Rp. 50.000/anqk-anak kisaran 4-12 tahun

Sedangkan untuk orang asing, harga tiket masuk dibedakan kisaran Rp. 110.000/orang dewasa. Cukup adil secara hitungan rupiah sama sama dollar jauh melambung😊.

Sambil tunggu acara dimulai, waktu di isi keliling pasar Angklung yang satu lokasi sama penjualan tiket, jadi pas banget otomatis pengunjung antusias belanja pula. Selera belanja anak-anak terdorong pas liat pernak-pernik mainan dan aksesoris yang sesuai seleranya. Harganya beragam dari Rp. 15.000 berupa gunting kuku, penjepit rambut dan lainnya, sampai harga ratusan ribu berupa seperangkat angklung, sepatu, tas juga lainnya yang beragam.

Sempat tertegun dengan permainan Angklung yang dimainkan oleh seorang ibu yang sedang berlatih dengan iringan gitar, unik.. angklungnya seperti Piano ada penekannya yang terbuat dari bambu. 

Rata-rata barang yang didagangkan terbuat dari kayu dan bambu, dengan beraneka ragam kerajinan. Indah.

Acara segera dimulai, setelah lokasi dibersihkan untuk pertunjukan sore, kami pun mendapatkan welcome drink pilihan sendiri, bisa memilih yang disuka, ada: es lilin, bajigur, aqua.

Sebelum acara dimulai, pengunjung dipersilahkan membaca sinopsis pertunjukan dan info mekanisme pertunjukan. Pembaca Acara menginformasikan tahap demi tahap acara dengan guyonan sundanya yang khas, ditambah maunya dipanggil mang Dude Herlino..hehehe... seru, interaksi mang Dude ke penonton membangkitkan semangat antusiasme.

Dimulai dengan penampilan Dalang, menunjukan kelihaiannya memainkan boneka wayang mang Cepot dkk, meski sebagian penonton ngak ngerti bahasa Sunda, tetap penampilan eayang yang turut serta berinterkasi dengan pemain gamelan membangkitkan gelak tawa penonton. Selang 15 (limabelas menit) lanjut penampilan penari mojang Priyangan di iringin Angklung dan alat music lainnya.

Senin, 06 Juli 2015

menggapai amalan istimewa di bulan Ramadhan

Bagaimana caranya kita dapat menggapai amalan istimewa di bulan Ramadhan? Simak selengkapnya…

Sahabat Ummi yang dirahmati Allah, Ramadhan nantinya akan meninggalkan kita, sudahkah kita mengapai amalan istimewa dibulan ramadhan? Kadang kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan bekerja membawa kita merasa tidak mampu melaksanakan amalan dengan sempurna, atau ummi yang sangat sibuk bekerja serta ummi yang lagi repot-repotnya mengurus rumah tangga dengan mengasuh anak yang butuh perhatian ekstra. InsaaAllah semua ada takarannya, bagi kita yang ikhlas menjalani amalan istimewa kita sesuai porsi dan tempatnya.

Seiring perjalanan aktivitas ibadah yang kita jalani bagian terpenting adalah keikhlasan dan keyakinan bahwa sebaik-baiknya ibadah tanpa mencela dan membandingkannya dengan apa yang ummi lakukan masing-masing, karena beda dengan dorongan motivasi untuk menuju kebaikan agar kita mampu mengerjakan tanpa beban.

Perenungan yang butuh kita singgapi adalah kita mampu menjalani amalan istimewa tersebut, sesuai dengan porsi menuju kebaikan dan kemajuan tiap prosesnya. Ummi dapat melihat contoh kegiatan rutinitas yang sudah termasuk amalan istimewa didalam aktivitas keseharian kita, seperti: Mengasuh anak didalam mengajarkan serta membimbing menuju ibadah yang lebih baik, seperti tadarusan dan taraweh adalah bagian amalan istimewa ummi dalam syiar agama kepada anak-anak. Lainnya dalam
memberikan makanan atau minuman untuk berbuka puasa, memberikan sebagian rejeki kepada fakir miskin, ditambah aktivitas istimewa tilawah Al Quran sambil menyelami arti dan maknanya, serta menyebarkan kabar baik dengan berbagi ilmu agama menjadikan ibadah bulan ramadhan begitu indah dan penuh berkah.

Terpenting diantara semua kegiatan yang kita lakukan dibulan suci Ramadhan adalah sebagai bahan pembelajaran yang semestinya kita mampu lakukan secara kontiyu disebelas bulan lainnya, agar keistimewaan ramadhan melekat dalam perjalanan kita bersama keberkahan Allah, insaaAllah.
Foto ilustrasi: google
Profil penulis:
Levin lme, penulis adalah seorang guru SDIT IQRO yang kini melanjutkan kuliah MTP di Universitas As Syafi'iyah, puluhan buku antalogi pilihan telah dibukukan. Termasuk dalam 5 besar Guru Blogger Inspiratif 2015. Dapat disapa di levinayanti.blogspot.com/levinlme.wordpress.com, fb:levin lme dan ig:levina

Kamis, 02 Juli 2015

Cara Melindungi Anak dari Kecanduan Game Online - Majalah Ummi Online

Cara Melindungi Anak dari Kecanduan Game Online - Majalah Ummi Online



Sahabat ummi, di era teknologi yang semakin marak menjadikan anak
bukan lagi sekedar butuh ketika menggunakan internet maupun gadget,
tetapi seperti candu yang membuat mereka memiliki dunianya disaat
menikmati waktu bermainnya. Di dunia maya hasrat untuk memuaskan
emosionalnya akan sulit mereka kontrol sehingga kecenderungan menjadi
'candu' negatif. Mereka seperti memiliki dunianya sendiri ketika
menemukan kenikmatan permainan dumay (dunia maya) seperti game.
Ketertarikannya untuk berinteraksi di waktu luangnya berkurang.

Manfaat bermain dengan kawan-kawanya seperti kita dahulu mulai
terkikis ketika gadget sudah digengaman, bahkan mereka menjadi memiliki
kecenderungan 'autis'.
Bukan hanya untuk anak gamer atau gamer surfing untuk game atau
mencari film favoritnya, tetapi kecenderungan yang lain dan tidak kala
dasyatnya adalah ketika mereka dalam tahap pembelajaran, ketika itu pula
tanpa disengaja bermunculan berbagai situs atau video yang tidak
selayaknya dipertontonkan dihadapan anak.

Peran orangtua dalam menjaga akhlak, etika serta moral anak sangat
penting. Karena lingkungan negatif adalah penyimpang terbesar hancurnya
generasi penerus bangsa. Disini coba kita sama-sama saling menjaga
generasi penerus didalam kestabilan rumah tangga hingga pada akhirnya ke
lingkungan sekitar. 

Berikut sahabat ummi dapat membaca dan menerapkan cara penanggulangan kecanduan game dirumah:
1. Jauhkan prilaku orangtua bermain gadget ketika berdekatan dengan anak.
2. Biasakan di waktu luang anak di ajak berinteraksi bersama kawan-kawannya.
3. Tidak membekali anak dengan handphone/gadget. Bila tujuannya hanya untuk telpon, berikan khusus fasilitas telpon.
4. Tidak membebaskan berinternet sendiri.
5. Ajak anak mencintai buku, dengan mencontohkan membaca buku
untuknyanatau bersama ke toko buku membeli buku kesukaan dengan usianya.
6. Pencegahan link bebas, bisa hanya dengan berikan paket browsing khusus anak atau dengan bantuan informasi di goggle.
7. Terpenting diwaktu luang, biasakan anak mengisi waktu luang untuk
mengisi kegiatan rohani, agar anak-anak terbekali nilai-nilai agamanya
dengan baik, bisa dengan bantuan guru agamanya atau orangtua sendiri
dirumah.

Foto ilustrasi: google
Profil penulis:
Levin lme, penulis adalah seorang ibu rumah tangga dan guru di
sekolah SDIT IQRO. Dapat disapa di FB: levin lme, blog:
levinayanti.blogspot.com/levinalme.wordpress.com, Ig: levina