Minggu, 28 Februari 2016

Anjuran Cinta keluarga dalam Islam

Baca copas WA yang satu ini buat saya malu... jauh sekali cara saya dari sikap yang lebih baik dalam mendidik anak. Sengaja sharing di WA kali ini saya simpan di blog saya, semoga bisa berbagi pengetahuan buat teman-teman juga untuk mendidik anak lebih baik lagi tiap waktunya, sesuai dengan anjuran Rosullullah dan firman Allah subhannallahu wa ta'alla


Abjad Cinta Untuk Keluarga

💚Alif: Addib (didiklah adab). Didiklah anak sopan santun

💚Ba’: Bayyin (jelaskan). Jelaskan pendapat dan nasehat Ayah dan Bunda.

💚Ta’: Ta’assaf (minta maaflah). Tak ada aib bagi orang tua untuk meminta maaf kepada anaknya.

💚Tsa’: Tsaqqif (didiklah). Didiklah anak Anda dan bekali mereka dengan pengetahuan. Pengetahuan yang membantu anak membangun kepribadian yang bijak.

💚Jim: Jaahid (berjihadlah). Berjihadlah bersama anak-anak Anda di jalan Allah. Jenis-jenis jihad sangat banyak, dan berperang di jalan Allah adalah tingkatan yang tertinggi.

💚Ha: Habbib (buat mereka mencintai). Buatlah mereka mencintai kebaikan.

💚Kha: Khaalil (jadilah teman). Jadilah teman bagi putra putri Anda. Jadilah teman bicara bagi mereka untuk memahami maksud mereka dan mengetahui rahasia-rahasia mereka. Jadilah kawan bagi mereka untuk selalu menasihati dan mengarahkan mereka.

💚Dal: Daafi’ (belalah). Belalah putra Anda. Jangan biarkan mereka menjadi umpan empuk Iblis dan para tentaranya, baik dari golongan jin dan manusia.

💚Dzal: Dzakkir (beri peringatan). Karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana dalam firman Allah di surat Adz-Dzariyat : 55.

💚Ra: Raghghib (beri harapan). Berilah harapan untuk meraih surga yang paling tinggi.

💚Za: Zayyin (hiasilah). Hiasilah kata dan ucapan Anda. Kata-kata yang baik mempunyai pengaruh di dalam jiwa anak.

💚Sin: Sallim (ucapkan salam). Ucapkan salam kepada putra dan putri Anda.

💚Syin: Syaarik (temanilah). Temanilah putra dan putri Anda dalam tanggung jawab mereka ketika mereka meminta Anda secara langsung.

💚Shad: Shil (eratkan hubungan). Eratkan hubungan Anda dengan anak. Ajarkan mereka bagaimana menjaga tali silaturahmi dengan kerabat. Ini adalah ajaran agama Islam dan merupakan salah satu prinsip interaksi dalam beragama.

💚Dhad: Dhaarib (ajari bertransaksi). Ajari anak Anda bertransaksi yang halal seperti berdagang dan jual beli. Agama kita menganjurkan kita untuk tidak mengemis, menyerah atau menggantungkan diri pada orang lain.

💚Tha: Thabbib (obati). Obati putra-putri Anda. Jangan telantarkan mereka karena kesibukan Anda atau prasangka buruk. Bersegeralah bertindak untuk menjaga mereka dari sakit dan efek negatif yang ditimbulkan.

💚Dzhai: Dzhallil (lindunglah). Naungi anak Anda dengan cinta, kasih sayang dan perlindungan.

💚‘Ain: ‘Allim (ajarkan). Ajarkan putra-putri Anda dalam ilmu agama dan dunia agar mereka mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik- baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

💚Ghoin: Ghayyir (ubahlah). Ubahlah perilaku Anda yang dipandang tidak sedap oleh putra putri Anda baik dengan cara berhenti dari perilaku tidak terpuji atau menambah perilaku yang terpuji.

💚Fa: Farriq (bedakan). Bedakan antara generasi Anda dan generasi putra putri Anda. Bedakan antara cara pandang Anda dengan cara pandang mereka. Ini bukan berarti kita membiarkan mereka dengan keadaan mereka sehingga mereka menjadi generasi yang tidak sesuai dengan keluarga.

💚Qof: Qobbil (ciumlah). Ciumlah anak Anda setiap hari. Demikian juga izinkan mereka mencium Anda dan pasangan Anda setiap hari.

💚Kaf: Karrim (muliakan). Muliakan putra putri Anda. Jauhkan mereka dari kehinaan, kerendahan dan tuduhan kebodohan, bersikap menyia-nyiakan dan buruk etika.

💚Lam: Laamis (sentuhlah). Sentuhlah anak Anda. Jangan jauhkan dia dari sentuhan yang akan menanamkan cinta di dalam hatinya.

💚Mim: Maazih (bergurauhlah). Berguraulah dengan anak-anak Anda. Ajaklah mereka bermain. Berikan kebahagiaan di dalam jiwa mereka.

💚Nun: Naaqisy (ajaklah berdialog). Ajaklah anak Anda berdialog. Ajaklah dia diskusi. Tanda kepribadian seseorang adalah ucapakannya dan bagaimana dia menggunakannya.

💚Ha: Haddi (tenangkan). Tenangkan diri Anda. Jangan panik dan bersabarlah. Apakah Anda mengira hari, minggu atau bulan berlalu begitu saja tanpa terjadi permasalahan, percekcokan atau perbedaan pendapat? Tentu saja tidak. Ketika terjadi permasalahan, pastikan anak-anak Anda melihat Anda dalam keadaan tenang hingga mereka dapat bersimpati kepada Anda.

💚Wau: Waddi (antarkan). Antarkan dan jemputlah. Anak memiliki hak untuk diperhatikan hingga mereka merasakan cinta kita kepada mereka.

💚Ya: Yassir (mudahkan). “Mudahkanlah jangan kalian buat susah”, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara hak anak atas orang tuanya adalah mendapatkan kemudahan dalam berinteraksi. Jangan menuntut anak Anda sesuatu yang tidak mereka bisa. Jika Anda ingin ditaati, mintalah sesuatu yang bisa dikerjakan. Kadang anak tidak bisa melaksanakan tugas yang diberikan. Tolonglah mereka. Kadang mereka gagal dalam menjalankan tugas. Mintalah dan doronglah mereka untuk berusaha lagi di lain waktu.

📚Diadaptasi dari kitab / buku : “Kaifa Takuuna Abawaini Mahbubaini”( Menjadi Orangtua yang Dicintai Anak )oleh : Dr. Muhammad Fahd Ats-Tsuwaini, Abyan 1429

Kompetisi Renang antar Pelajar 2016 di Harapan Indah


Duuh ....saya kok yang sedih Miki ngak juara renang antar Pelajar Sejabodetabek di Bekasi, hanya mendapat peringkat 5 (free style) dan peringkat 6 (free style)... Miki yang nyantai ..belum paham banget kompetisi 'mah cuek dan malah ngelewein mamahnya ...

https://plus.google.com/107913206511352165064/posts/SzW7BMG6zuq?_utm_source=1-2-2

Selasa, 23 Februari 2016

Perjalanan Umroh Maghfirah Menuju CintaNya

Catatan Perjalanan I
02 Februari 2016
"Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah". Kun Fayakun... terjadi maka terjadilah!
Man Jadda Wa Jadda, segala suatu perjalanan adalah ujian. Tidak ada yang tidak di uji... itulah janji Allah yang saya pahami.
Berkali-kali saya baca Al Quran pengingat (Daily Verse)  pada Islam Pro di tab saya, ketika jelang waktu tidur. Isinya tidak jauh pengingat dosa dan ujian serta bagian hidup saya, buat semakin meyakini semua adalah kehendak Allah.
Semua manusia bisa berencana dan bermimpi tinggi dengan iming-iming manusia lain pula. Alhmdulillah suami merestui dan ingin berangkat umroh dengan saya di kisaran 5 bulan yang lalu, dan suami pun mau mengusahakan pembayaran cepat seperti permintaan teman senior pemilik travel Umroh/Haji yang sudah sangat berpengalalaman memberankatkan ribuan jamah dengan iming-iming berjalanan rohani yang membahagiakan. Saya menjadi penentu travel mana yang akan kami jadikan penghubung keberangkatan, meski saya telah memiliki travel perwakilan Arminareka Perdana dan saya di 2 (dua) tahun lalu telah berangkat dengan Armina, tetapi suami berharap kami bisa merasakan keberangkatan dengan travel lain supaya tambahan pengalaman juga buat saya kata suami.
Allah berkehendak lain, dan kejadian pun atas kehendaknya. Diluar dari umroh, ternyata teman memiliki usaha lain yang ditawarkan kepada suami dan saya tidak menyetujui karena tujuan utama kami adalah umroh tidak berbisnis, saya pun sampaikan yang sama penuhi dulu hak kami yang telah melakukan pembayaran 2 bulan sebelum keberangkatan dan pemenuhan sebulan sebelum keberangkatan sebelum tanggal 27 Desember 2015. Mulai tercium gelagat tidak baik ketika kami Manasik, dengan keterlambatan pasangan suami-istri pemilik travel yang dulunya cukup saya kagumi. Terlihat ketidak siapan dari sikap dan kelakuannya dilapangan. Ditambah menjanjikan keberangkatan di tanggal yang tidak pasti, antara 23-27 Desember 2015.
Benar saja dihari minggu, tanggal 26 Desember 2015 keberangkatan di undur sampai ada pemberi tahuan lebih lanjut. Bikin saya geram.. disinilah kesabaran, terutama kesabaran saya teruji. Dikatakan kembali keberangkatan akan dilaksanakan di awal sampai pertengahan Januari 2016. Semakin membuat saya geram! Benar-benar kami di uji dengan nilai uang hampir 60juta yang sudah disetor ke Travel.
Berjalan waktu pertikaian dan emosional saya dan suami teruji, sampai kalimat mengecewakan masing-masing kami utarakan. Sampai pula saya bentak-bentak pemilik travel karena dengan santainya mereka bilang ujian dari Allah, padahal mereka pelakunya!
Hingga akhirnya saya sempatkan curhat ke ustadt, memohon pencerahannya dan bimbingannya, nga mudah memendung airmata sakit hatindan kecewa. Begitu juga suami dengan kekecewaannya terhadap saya. Dan kecewanya saya terhadap travel serta suami. Kalau sampai uang ini melayang, kejadian ini adalah kedua kalinya saya buat karena begitu mudahnya cepat  percaya dengan 'mulut manis' orang lain. Dan lagi-lagi suami merestui karena saya.
Hingga akhirnya usaha, meyakini pertolongan Allah dengan komunikasi doa kami. Terutama saya yang banyak berbuat salah. Dalam proses itu pun saya kembalikan dengan cara Islam dan Sadaqoh. Sampai saat saya tulis ini pun saya meyakini adanya Muzijat dan kebaikan Allah dalam hidup kami. Doa lah yang menjawab segalanya.
Hingga dengan proses berperiode, dan ketulusan hati menerima musibah ini, Allah bantu angkat kami. Dengan proses bertahapnuang tersebut dapat kembali diwaktu yang tepat menurut ketentuan Allah.
Dalam proses berjalannya kami pun mohon petunjuk untuk diberikan jalan terbaik dalam proses perjalanan kami ingin bertemu rumah Allah, ingin datang ke Baitullah atas ridhoNya. Atas bantuan Allah, saya dapat berpikir jernih dan dapat pengetahuan tambahan didatangkan orang yang tepat buat dukung dan bantu proses komunikasi saya. Disaat itulah kami mendapatkan informasi tambahan dengan travel yang nantinya bakal mengantarkan kami Umroh berpasangan dengan kenikmatan ridhoNya.
Alhamdulillah disaat yang sama setelah uang pertama tertransfer, atas kesepakatan bersama kami beralih diberangkatkan dengan travel Maghfiroh yang amanah, hanya jangka waktu 3 hari visa kami turun dan dapat berangkat kisaran seminggu lebih ditanggaln2 Februari, masyaAllah... luar biasa kebaikan Allah. Tanpa kendala berarti proses kami di bantu dengan cepat dan tanggap oleh suami teman saya yang bekerja dikantor pusat Maghfirah, kebaikannya begitu tulus. Pak Khaidir namanya.
Alhamdulillah kisaran seminggu sebelum keberangkatan dengan uang pengembalian ditambah uang pribadi karena kondisi kami menjadi sekamar karena double. Tetap kami anggap sesuai dan termasuk promo bagus buat perjalanan umroh regular kami. Sebelum keberangkatan, kami bermuhasabah tiap malam jelang keberangkatan, sambil selalu bermaaf-maafan. Sempat dikhawatirkan takut terjadi berkelahian atau emosi diperjalanan kami.
Bismillah, ditanggal 2 Februari 2016, tepat di jam 10 kami berangkat berdua dengan restu anak-anak yang melepas kami dengan suka cita, tidak ada beban. Alhamdulillah anak-anak dijaga oleh Bapak dari mertua dan teh Ani, kakak suami yang bersedia meninggalkan keluarga 10 hari lamanya, selama umroh kami.
Perjalan Rohani dimulai, disambut dengan hujan cerah dan lambaian sama senyuman cerah Miki putra kami yang melepas dengan pelukan... "bawain aku air zam zam" colotehnya...
Jam 10 tepat di pagi hari, taxi membawa kami kebandara. Disana suka cita dimulai, berbaur was-was dan kode perjalanan dimulai. Dari suami ditunjuk menjadi ketua regu dan seorang ibu membisikan saya, "titip ibu saya ya bu". Ya Allah.... nenek mulaintersenyum disampig saya ketika akan masuk bandara.

Kompetisi Renang O2SN Tingkat UPTD Pondokgede

Kisaran 1 tahun lalu, pas Miki 2 minggu baru dipindahin sekolah ke SDN 5 Jati Makmur, Bekasi, Miki diminta sekolah ikut kompetisi O2SN Olahraga Renang. Harap-harap cemas dan khawatir dengan kondisinya yang baru beradaptasi di sekolah baru. Benar ajah! Dia mau datang ke lokasi tapi nga mau turun lomba, yang ada nangis isak-isak bikin banyak orang khawatir. Sempat kecewa dan menyayangkan, tapi buat apa, lebih baik pulang daripad memaksakan. Lagipula coach alias pelatihnya bicara tidak diperlukan untuk di ikutsertakan lomba.

Persis 3 hari lalu, dapat kabar dari teman sekolah Miki, katanya kok Miki nga di ikutsertakan lomba renang? Biiin penasaran dan menyayangkan juga kalau kelas 2 tahun ini ngak ijutan lomba. Setelah dapat kontak hp guru olahraga Miki, di malam Senin, coba cari tahu Miki kali ini diturunkan atau ngak. Ternyata ada ke khawatiran Miki menolak lagi di ikutsertakan disekolah. Dengan restu Miki maunikut lomba, di ikutkan lomba di hari Selasa. Heem mepet ya!
Kondisi berkata lain, Miki ketiduran di sore, rutinitas ngaji sama latihan renang sore batal. Dia lelap sampai jelang magrib. Selasa pagi tadi lombanya.....ngrrr

Bersyukur ayah Miki bersedia dukung temanin di lomba sampai selesai baru dinas Bandung. Dapat kiriman photo dari Guru dan dukungan dari teman guru SDIT Iqro yang mendampingi murid lomba, lihat Miki juga, sambil berkirim photo kegiatan.

Lomba Miki tingkat SD UPTD Pondok Gede Bekasi, di ikutsertakan di tingkat SD se Pondok Gede, Bekasi. Heem! Baru dikabarkan di ikutsertakan lomba dihari senin di turunkan hari ini. Ternyatakompetisi kelas 1 sampai kelas 5 disatukan, Miki dapat masuk peringkat 4 setelah Fauzan-SDIT As Syafiiyah yang ternyata putra pelatih Miki, Bapak Adi teman renang Miki. Meski kecewa tetap optimis Alhamdulillah, buat semangat dan pengalaman. Semoga semakin lebih baik supaya sanggup bersaing dengan kompetisi jam berlatih di atasnya.
#buatcatatan Miki.