Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Muhasabbah.... Wijaya Kusumah

Bunga Wijaya Kusumah, aaah dengar nama bunga ini jadi ingat sama "om Jay alias Wijaya Kusumah: seorang blogger inspiratif yang sudah banyak menebarkan dan berbagi inspirasi dan informasi lewat tulisan-tulisannya di Blogger, FB, Media lainnya. Ngak kalah pentingnya....om Jay telah banyak memberikan inspirasi lewat hasil kreatifnya mengijuti lomba-lomba dan memenangkan, hingga menjadi buku pengetahuan. Meminjam nama bunga Wijaya Kusumah, mengingatkanku chit chat bbm barusan yang menhasilkan obrolan kecil berkisar mekarnya bunga wijaya kusuma bunga cantik dirumah mertua teman.  dia seorang guru bahasa Mandarin yang kukenal disekolah, telah menikah dan memiliki seorang anak dari pernikahan beda agama, suami seorang muslim sedangkan dia non-muslim. Akur? Sejauh ini akur.... menyeringit keningku ketika dia bilang, "jaman sekarang tidak perlu dipermasalahkan perbedaan, suamiku baik-baik saja dan kami tidak ada masalah, terpenting komitmen dari awal. Aku ngak akan pernah masalahkan ...

Puisi Ayah Ibu

Just Simple Mama Antara kerinduan embun pagi menanti hangatnya mentari Nantikan rinduku akan masa lalu Noda dan getir hidup cerminan kerutan wajah ibu Aku masih menyimpan relung langkah syahdu Ketika kita menata hari diantara pilu Hati dan jiwa ibu tetap gagah menantang tanpa ragu Air membasuh luka tiap kali langkah ibu mulai kaku Derita ibu, tersimpan rapat diantara pori-pori dan sorot mata sendu Ibu, terlalu dalam himpitan pedih tersimpan dalam sendu Jemarimu begitu kokoh pecahkan batu Akhirnya semakin aku selami, bahwa lautanmu teduh Hanya butuh kata "mengertilah!" aku sayang kalian, selalu. Levin, 09 Januari 2015 Lolos dibukukan bersama Fam Publishing http://www.famindonesia.com/2015/01/abadikan-nama-ayah-dan-ibu-anda-ke.html Kasih Papa Papa, kupanggil namamu penuh lirih manja Lekang waktu tak terlewati kasihmu Alunan seni menemani setiap aliran darahmu Nurani papa tak lekang waktu Canda ria...

Karir VS Ambisi tapi bukan pelarian

Ingat waktu masih single, semangat banget cari beasiswa keluar negeri. Semangatnya luar biasa, sampe manfaatin waktu senggang ditempat kerja cari info banyak-banyak buat bisa kuliah gratis sambil kerja sampingan disana. "Dimana ajah deh, yang penting keluar negeri. Awalnya sewaktu masih pendidikan D1 (sekretaris) perasaan "hina banget". "Oh, baru D1?"... sering banget topik ini  di bincangin lingkungan kerja. Udah cupu... ngak bisa gaul, ditambah bukan golongan mereka. Berasa hari-hari kerja beban banget, tapi ini tuntutan! Sampe beraniin diri kuliah sambil kerja ditahun 1998, alhasil baru awal bulan kuliah, eeh raut wajah si boss nampakin wajah pengawas tiap kali mau pulang cepet. Terpaksa putus belum sampe tiga bulan. Balik lagi, kaya ngak punya dunia lain, bolak balik hari cuma dua dunia ini ajah yang ditemuiin, rumah-kantor. Pengen banget dapat gaji mayan seperti rekan lainnya. Meski udah dipromosiin naik jabatan, gaji maah naik seadanya. Lanjut ce...

Mutiara Lautan

Lautan, rasa ini ingin terbang melayang Melayang bersama deru ombak menghantam penghalang Agar kasta terbang jauh dalam derai ombak Lautan, rahasia gelisahan kau simpan dalam Ketika diam begitu santun tak menyerang Mengerti! Ombaklah sumber pengepul kekuatan Semakin diderai, kekuatan tergerai kekayaan Ada kilauan telah tersimpan rapat Kekal dan bernyawa Berselimut keindahan bersinergi alam Ajarkan bertahan dan berenang Bukan hanya bernafas dan membuang hempasan Ajarkan mendayuh kekuatan Bukan hanya memegang dan melepas Lautan, ajarkan dalam ketenangan hamparan Agar Mutiara hitam dalam lautan dapat menghias Menghiasi jiwa lara kesepian Menjadi luas jiwa seperti hamparanmu, lautan! Levina, 7 Januari 2015 Terpilih dibukukan dalam Lomba: FAM Publishing

Hamparan Lautan

Riang ombak bergiring berhampiran Menghampiri kapal nelayan dan kapal pesiar Tak kenal kasta dan keturunan Menerjang bongkahan penghalang dan bebatuan Kian hari mengikis pesakitan, jua membentuk keindahan alam Liukan derai ombak menari tanpa beban Relungan kasih tak berjanji pada rembulan Dikala terdiam, Membentang teduh sinaran keemasan memeluk surga kala petang Berpayung awan jingga teduh bertatapan Luasnya terbentang Indahnya,   menjadikan alur pelangi meliuk rupawan Didalam tiap mimpi buliran pasir Turut hadir dalam langkah telanjang Gemericik kerikil terhempas teduh oleh segarnya bening kebiruan Lautan, kau adalah hamparan kasih sayang Dideru hempasan, kasih sayangmu luas penuh keteduhan Levin, 07 Januari 2015 Terpilih dan dibukukan dalam lomba menulis:  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=634098643384987&set=gm.740953065975381&type=1

Rambut Halus Tergerai Rapih

Saya memiliki dua anak perempuan yang memiliki masalah yang sama dengan rambut, cepat kusut dan tidak tebal. Sebelum mengenal “Ellips”, saya suka sedih lihat rambut anak yang tipis dan tidak terlihat sehat. Putri saya pertama problemnya makin komplit ditambah rontok dan kekeringannya terlihat tidak sehat dan mempengaruhi penampilan wajah, saya sering kali mengeluh dalam hati: “terlihat banget enggak sehatnya”. Sampai pernah anak saya bilang: “mah, rambutku kok engak sebagus papa, tebal dan hitam?”. Maklum ajah, nak! Rambut kalian keturunannya dari mamah...hihihi. memang rambut saya tipis dan halus, beda sama suami tebal dan hitam. Saking problemnya rambut saya selalu pendek semenjak menikah hingga kini. “Sudah gitu rontok hiks..hiks... mungkin pengaruh kebanyakan mikir..hihihi”. Saya coba buka link konsultasi online, dari orang-orang yang mempunyai problem yang sama dengan kami. Dicoba cara yang dianjurkan, dari herbal buatan sama herbal belian, juga mengganti merk per...