Like Us Facebook

Jumat, 22 Mei 2015

Dampingi dan Semangati Masa Depan Anak

Sudah dua tahun berjalan Miki jalanin kegiatan olahraga renangnya. Sempat lewatin pasang surut jenuh, kembang kempis semangat orangtua juga pribadinya.

Papanya selalu mendukung apapun buat perkembangan pendidikan dan sosialnya, "kalau ada uangnya saya pun mendukung". Anak akan nurut apa yang orangtua arahkan, tapi jangan salahkan anak bila ada yang tidak berkenan dihatinya. Saya pelajari gerak-gerik Miki sebelum terjun langsung buat dia menjadi lebih profesional di olahraga renang. Awalnya tujuannya cukup buat menambah kegiatan olahraganya sama kesehatan gejala astmanya. Alhamdulillah, Miki termasuk anak yang gigih. Dia mau mempelajari lebih dalam lagi, tentu dukungan orang tua harus selalu ada buatnya.

Dipikir-pikir benar adanya semangat mereka juga terpengaruh terpompa dari semangat kita yang jadi asisten mereka. Pasang surut situasi dan kondisi, sewaktu Miki dan saya hadapin ketika jenuh menjelma. Sempat beralih club, ngak jauh dari pengaruh pelatih yang kerap kali berpengaruh dengan mood pribadinya. Ditambah kedua anaknya ada misi utamanya untuk berlatih renang, secara sikakak sudah masuk dalam tahap perenang dewasa. Saya pribadi sempat ikuti penasaran hati buat pindah dan merasakan dalam club lain. Club yang cukup terkenal #namanya. Lagi-lagi Miki manut. 

Saya ikuti kegiatan selama 3 minggu, tapi hasilnya tidak sebanding dengan pelatih sebelumnya, yang kami katakan hanya untuk minta jeda waktu istirahat. Miki sudah terbiasa dengan asuhanya. Bagaimana pun jalan yang baik adalah kembali ke asuhannya, dengan caranya. Mungkin saya satu dari puluhan orang yang sempat gugur pikirannya untuk gabung dengan pelatih ini. Tapi kami putuskan buat kembali lagi, terlintas oleh kami.. kami layak untuk berbesar hati mengikuti ritmenya, meskipun Miki dan tinggal beberapa yang masih turut serta, kami menyakini Miki akan besar bersamanya. Dengan kegigihannya, dengan semangatnya.. Saya dan ayahnya akan mengantarkan, membantu mengukir mimpinya kelak, semoga nak! Kamu bagian dari Atlet renang Indonesia yang dibanggakan di Dunia. Aamiin.

Saya tidak akan pernah tahu masa depannya, tetapi saya meyakini disetiap waktu, jerih payah, serta doa, proses itu akan berjalan. Kesabaranmu, nak.. yang akan membawa kamu akan lebih cemerlang disuatu saat nanti. Terbukti, meski Miki sampai saat ini belum paham yang namanya kompetisi, dia sudah mampu buktikan keberhasilannya mengapai juara peringkat 1, 2 dan 3 beberapa kali tingkat junior Bekasi dan Jakarta Timur. 

Satu persatu langkahnya, akan membawanya dalam hobi yang menyenangkan. buat menjadi hasil yang mendamaikan. ribuan jam latihan akan membuktikan Miki menjadi perenang profesional. aamiin.
Dokpri:Mei2015-Miki sudah bisa 4 gaya katanya :)

Selasa, 19 Mei 2015

Jangan Menyusahkan Tetangga - Majalah Ummi Online

Jangan Menyusahkan Tetangga - Majalah Ummi Online



Penting menjaga silaturahmi dengan tetangga, bukan karena ada maunya ajah.  Menjalin silaturahmi, menjaga silaturhami d2ngan tetangga penting banget karena tetangga adalah saudara terdekat kita ketika segala sesuatu kita perlukan ketika keluarga tidak ada.



Pentingnya menjalin silaturhami kepada orang terdekat disekitar kita bis disimak dalam artikel di atas.. kejadian yang di alami Mira semoga memberi hikmah kebaikan buat kita semua.

Cuka Melindungi Tubuh dari Lemak Jahat - Majalah Ummi Online

Cuka Melindungi Tubuh dari Lemak Jahat - Majalah Ummi Online



Sejak dulu Rosulullah sudah nganjurin konsumsi dan gunakan cuka disetiap kesempatan, karena kandungannya membantu menyehatkan dan menjaga stamina tubuh.



Buat lebih jelasnya, silahkan teman-teman baca link tulisan saya dimajalah ummionline di atas. Semoga bermanfaat.






Minggu, 17 Mei 2015

Mendidik Anak Disiplin dan Mental Cerdas - Majalah Ummi Online

Mendidik Anak Disiplin dan Mental Cerdas - Majalah Ummi Online



Ini dia tulisan artikel ke 2 saya yang dimuat di Ummi online. Tulisan ini buat pembelajaran saya juga dalam mendidik anak-anak untuk memiliki cerdas mental dan disiplin.



 Semoga bermanfaat.

Sahabat ummi… anak adalah amanah, anugerah terindah dalam rumah tangga. Diajarkan dalam Islam bahwa sudah semestinya mendidik anak sebaik mungkin dan sedini mungkin.
Mendidik anak sudah diajarkan sejak kita memilih pasangan agar pembawa kebaikan, serta lebih baik dalam kualitas hidup keturunan selanjutnya. Rasulullah saw bersabda, “Pilihlah ladang yang baik untuk menanam bibit (sperma) kalian.” 

Anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, bersih dan suci. Didikan orangtua/wali lah yang nantinya turut serta andil dalam tumbuh kembangnya. Maka  orangtua lah yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anaknya.
Berikut adalah tips mendidik anak agar disiplin ketika memasuki usia anak, yaitu kurun waktu 7-14 tahun:

1.Ajarkan anak mandiri
Mandiri disini maksudnya adalah melibatkan anak didalam aktivitas yang berhubungan dengan dirinya. Seperti ketika si anak menyiapkan makanan, anak bisa dilibatkan dengan memilih menu makanan, atau penyajiannya. Bisa juga libatkan dalam membersihkan bekas makanan.
2.Ajarkan anak rasa tanggung jawab
Libatkan anak dalam aktivitas memrapikan kembali mainannya setelah selesai bermain. Mintalah kepada anak untuk turut serta membereskannya, dengan begitu anak akan bertanggung jawab dengan barang-barang miliknya.
3.Ajarkan anak membersihkan rumah
Bukan hanya ibu atau ayah yang harus membereskan setiap sudut rumah, ataupun pekerjaaan asisten rumah tangga. Libatkan anak untuk turut serta membersihkannya. Seperti ketika bangun tidur, biasakanlah anak turut serta merapihkan tempat tidurnya atau bisa juga libatkan anak membersihkan taman bersama ummi atau ayah.
4.Memberikan kasih sayang
Ketika anak memiliki adik atau keponakan,  ajarkan mereka untuk saling berkasih sayang. Misalnya, ketika si adik perlu ditemani ke kamar mandi untuk mencuci tangan. Libatkan kakak untuk membantu adik. Atau ketika  si adik sedang bermain, libatkan kakak untuk bermain bersama sambil menjaga si kecil.
5.Tanamkan Etika sedini mungkin
Di usia ini anak sedang belajar mengetahui dan membedakan yang benar dan salah, bahkan ada saatnya mereka akan melalukan trial and error. Dukunglah mereka dengan penuh kasih sayang, libatkan logika ummi untuk mendidik anak dengan pendekatan sahabat. Seperti kejadian ketika si anak tertuduh merusak buku temannya, dukung anak dengan “katakan kebenaran kepada temannya”, bahwa bukan pelakunya dengan menuntun anak untuk mencari tahu siapa yang bersalah. Atau ketika anak ummi membantu melerai temannya yang dijahili oranglain, ummi bisa berikan pujian atau ucapan sayang.

Sahabat Ummi juga dapat melakukan hipnotis daya pikir anak dengan pendekatan dari hati kehati.  Ajaran ini sudah sering kali disampaikan motivator  terkemuka dengan  jejak kepiawaian para motivator senior mengatakan: “Pupuk keberanian sebelum tidur”. Meskipun terdengar aneh tetapi motivator dan trainer performance Jim Fanin mengatakan, kiat ini sangat manjur bagi anak usia 7 tahun ke atas.

Kondisi ini  bisa lakukan ketika anak  hampir tertidur. Bisikanlah dengan suara lembut dan rendah, kemudian katakanlah: “ummi percaya padamu sayang!”  Keesokan pagi  sapalah dengan pesan ceria seperti “selamat pagi juara”. Ulangi kiat ini tiga hingga empat kali dalam satu minggu. Karena studi membuktikan bahwa pikiran paling mampu menyerap sugesti positif sesaat sebelum tidur, bahkan bisa juga lebih baik ditambahkan dengan berdzikir ditelinga mereka, lalu anak pun akan merasa damai dan terlelap.

Referensi: dari berbagai sumber
Foto ilustrasi: google

Profil penulis:
Levin adalah seorang ibu beranak tiga, selain ibu rumah tangga juga guru bahasa Inggris di SDIT kawasan Pondok Gede. terpilih masuk dalam lima besar lomba menulis artikel guru dan orangtua Blogger April 2015 yang diselengarakan oleh motivatorkreatif.wordpress.com (sejuta guru blogger). Telah tercatat dalam belasan tulisan antalogi dan artikel serta puisi. Dapat disapa lewat fb: levin lme, blogger: levinayanti.blogspot.com.


Cara Meredam Sakit Hati Terhadap Suami - Majalah Ummi Online

Cara Meredam Sakit Hati Terhadap Suami - Majalah Ummi Online



Alhamdulillah tulisan artikel ke -3 saya yang diterbitkan di Ummionline.



Semakin semangat belajar.





Rabu, 06 Mei 2015

Belajar kilat berkelanjutan menjadi Guru mapel

Semangat belajar terus selagi nyawa masih ditanggung badan. Tiap hari adalah pembelajaran. Sudah tiga minggu berjalan menjalani tugas guru Bahasa Inggris. Heeeem... minggu awal sempat ada tekanan dari diri sendiri, kepikiran belum pengalaman didik anak SD kelas 1, 3 dan 5. Yup! Yakin ajah bahwa Allah yang berkehendak berada disini. 

Doa yang beri kekuatan saya, hingga bisa duduk dikursi guru, berdiri dihadapan puluhan penguji cilik. Mereka aktif semua. Heem...sungguh negangin! bersyukur guru kelas 1 selalu mendampingi, jangan sampai saya memalukan diri sendiri, tunjukin kemampuan! guru-guru Iqro rata-rata senior diatas 5 tahun mengajar, pengalaman dan semangat kerjanya patut dijadikan contoh suri teladan, berbagi waktu menjalani tanggung jawab seorang istri dan ibu. Saya kagum ketika kekompakan mereka, saling mendukung dan mengayomi. ketika ibu diruang guru anak-anak yang ikut bersekolah disana kebanyakan paham mamanya sedang bekerja, dan tidak manja berlebihan. inilah yang namanya kebiasaan dan pengaruh lingkungan.

Saya mengajar 9 belas, masing-masing untuk kelas 1, 3 dan 5 terbagi 3 kelas.
 
Mengajar kelas kelas I

Mengajar kelas 1 ngak beda jauh seperti ketika saya menjadi support teacher di KG (TK), jiwa dan gaya belajar mereka masih terpengaruh suasana TK (masa kanak-kanak). Guru bicara, murid juga banyak bicara. Murid bosen! berarti ada yang salah dengan cara pengajaran. Pernah suatu ketika murid bilang: "bu, bosen kok itu lagi!" buat mereka pembelajaran meski berwarna dan berkesan. bukan cuma baku atau klasik begitu-begitu saja. 

Bersyukur, ilmu dan bahan pembelajaran ketika di TK dan pemberian sobat Ms. Wulan berupa hasil rekaman lagu-lagu pelengkap saya diberikannya, jadi saya bisa praktekan dikelas 1. senengnya, mereka suka.  Kalo saya kasih pembelajaran tanpa jeda, mereka bicara. "Yaah...belajar mulu!"dan akan di ikuti teman-teman lainnya.

Ada juga yang ngak peduli ketika saya mengajar. Mereka malah asik main sendiri, kejar-kejaran, jalan-jalan, kadang sampai pukulan. ketika saya awasi dari jauh, ternyata tujuan mereka yang utama mau unjuk diri, minta disapa, minta perhatian lebih. Nah! Ini dia  faktor utama yang mempengaruhi sistem pembelajaran mereka, dari lingkungan rumah mereka masing-masing. Terlihat bila anak yang kurang dan lebih perhatian dari rumah dan orangtua. Ada juga yang ngak mau mengalah juga ngambekan. Mereka sedang melewati masa transisi, peralihan dari sekolah TK menuju SD, maka saya pun membuat suasana pembelajaran lebih berkesan 'hommy'.

hem, menyiapkan pembelajaran, Emily selipin bunga buatannya dari sekolah
Saya tampilkan  metode pengajaran yang berbeda. Karena rata-rata fokus mereka terkontrol hanya kisaran 15 sampai dengan 30 menit. Jadi diawal mereka saya ajak mengobrol,  seputar tema. Berikutnya kemudian diselingi lagu atau permainan.

Dengan memahami karakteristik usaha anak kelas satu, mereka jadi lebih fokus ketika ditanya dan diajak berdiskusi. Berjalan waktu kami bisa saling beradaptasi, dan fokus utama mereka dapat menerima dan menyerap pelajaran.


  

Kelas 3 

persiapan belajar mengajar di Sekolah
Pertama saya juluki untuk ketiga kelas ini lebih ke kelas 'Pasar', rame pisan. Bikin pening! mereka juga ngak mau kalah kalau dikasih tahu, rata-rata terlebih mereka maunya lebih didengar! Mungkin terlebih karena mereka usia peralihan. saya ngak mau terpengaruh oleh kemauan mereka sendiri. saya perhatikan dan saya ikuti dahilu pola berpikir mereka.  ada kelas tertentu sulit sekali dikasih tahu untuk lebih giat mengerjakan soal tetapi tetap saja, berkali-kali meski diperingkatkan. 

Saya jadi inget masa Lanika kelas 3, gurunya sering kali mengeluh hingga sampai menangis dikelas untuk berapa kalinya menghadapi murid yang sulit diajarkan dan ajak berdiskusi, hingga suatu saat saya pernah dibbm untuk diperingkatkan bahwa Lanika kenakalannya saling mempengaruhi teman-temannya. Saya pun turut mendidik secara lebih tekun dimasa perkembangan Lanika dikelas 3. 

Sama halnya yang dialami anak kelas 3 saat ini. Mereka pun membawa mainannya diwaktu saya mengajar, mereka pun ada sebagian yang bercanda dan tidak mendengarkan. Ada juga yang ngak mau mengumpulkan soal dan jawaban. Pada akhirnya saya berusaha pahami dengan pendekatan hati- kehati agar mereka lebih memahami dan mengerti pembelajaran. 

Selasa, 05 Mei 2015

Pengen ke Jepang

Sudah kisaran lima kali suami  ke Jepang. Awal kenalnya, saya seperti ketemu sama indo-jepang. Wajah dan dialeknya kental dari sana. Pantas ajah, persis baru setahun kurang dia dari sana. Bekerja kurun waktu tiga tahun diJepang.

Banyak cerita saya dapati dari suami, kondisi masyarakatnya, gaya hidupnya, lingkungan disana, dan ngak kalah menarik kebudayaannya. Tadinya saya santai ajah kalo suami cerita, aach...biasa ajah! Tapi lama-lama jadi kepikiran, asik juga kalo kesana! Lihat langsung kehidupannya. Apalagi bunga sakura kalo lagi berkembang, indah banget, saya lihat diphotonya suami disekitar bunga sakura.

Ditambah lagi, ketika baca buku #TotoChan, #gadiscilikdijendela. Aiiih, makin kebayang kehidupan disana dibahas apik dibuku fenomenal pendidikan gaya Jepang ini. Mendidik dengan kreatifitas anak.

Iri juga kalo suami pergi jalan-jalan sendiri kesana, abis istri ngak dibolehin ikut sama kantornya! Yakinin diri, semoga saya, suami dan anak-anak bisa kesana. Apalagi anak-anak, mau banget mereka bisa kunjungi beberapa negara besar, supaya pikiran dan perkembangannya lebih luas lagi...semoga. aamiin.

Nah sebelum ke negaranya, dibiasain nonton movie, lagu apalagi makanan Jepangnya, supaya terbiasa dan tertular bisa berkunjung kesana. 😃😍

Gadis Putus Asa Mendapat Ridho Allah?

http://annida-online.com/gadis-putus-asa-mendapat-ridho-allah.htmlGadis Putus Asa Mendapat Ridho Allah?





yeaaah.... senang banget, naskah/artikel perdana saya muncul di Ummi Online, tepatnya di annida. yipieee Alhamdulillah ini perdana buat saya bisa ikutan nulis ditabloid online sekaliber Ummi, majalah muslimah. Barokallah.



Moga saya ngak akan tereleminasi, tetap bisa munculin tulisan tiap bulannya. Aamiin.



Makasih buat sahabat-sahabat ummi, tulisan saya dibaca 400an lebih pembaca.



Terima kasih buat sahabat-sahabat penulis yang selalu memberikan inspirasi bikin semangat menulis membara terus dihati.



Luar biasa semuanya...

Guru di gugu dan di tiru, mendidik dengan hati

https://motivatorkreatif.wordpress.com/2015/04/20/inilah-5-pemenang-lomba-menulis-mendidik-dengan-keteladan-dan-cinta/


MasyaAllah, bahagianya luar biasa... suatu anugerah dan amanah buat saya waktu tahu saya terpilih 5 besar dalam tulisan artikel ini. Bukan hanya dalam tulisan, tapi sudah seharusnya saya jalani lebih sungguh-sungguh dalam mendidik dan menjadi sahabat bagi mereka.

Saya baca ke empat terpilih lainnya dan layak yang menjadi peringkat pertama, dari Maluku. Bangga, benar-benar bangga pekerjaan yang saya geluti saat ini. Tidak ada karir yang dikejar, tetapi pengabdian, dan saya sudah terjun didalamnya. Luar biasa guru, semakin tersadari ketika saya bagian dari didalamnya.

Semoga kita semua selalu bersungguh-sungguh dan mengingat bahwa guru adalah di gugu dan ditiru seperti apa yang disampaikan Ki Khajar Dewantara, dalam tulisan tulisan ibu guru Sinau.

Terlebih yang diceritakan oleh Bapak dari ujung pulau Maluku: Iin Amrulloh,  Judul Tulisan : Menghukum Siswa Dengan Hati  http://amroelz-aldjaisya.blogspot.com/2015/03/menghukum-siswa-dengan-hati.html 
Bahwa guru harus mendidik dengan hati, tidak perlu otot ataupun urat ... bahkan pukulan. mereka adalah cerminan kita seperti ungkapan ibu guru Nur Hidayati Sri. Jadilah guru mendidik dengan hati dan sepenuh hati.

Terima kasih Motivator Kreatif yang telah memberikan wadah bagi kami orangtua, guru dan blogger untuk menjadi lebih baik lagi dalam mendidik dan selalu belajar dari siapapun, pengalaman siapapun yang memberikan ajaran dan ilmu baru untuk kita kembangkan.


Minggu, 03 Mei 2015

Pijatan kaki mendiagnosa segala penyakit

"Ini pak, kalo kolesterol meski teken ini. Nah kalo pusing sering-sering pijit sebelah sini". Tiba-tiba inget Info tukang pijat ke suami beberapa bulan lalu sewaktu minta dipijat sama tukang pijit kampung di Cibiru, Bandung.
Suami nyaman banget, pas dipijit teriakannya lumayan keras, mungkin pas kesakitan. Tapi udahnya suami saya merasa lebih rileks. Suami bilang, tukang pijit ini paling dicari di Cibiru. Ternyata masih saudara sama besan keponakan, jadi pas ditelp bisa cepat datangnya.
Nah, kebenaran tadi pas datang arisan bulanan komplek tempat, bunda Ninip berbagi informasi dan pengalaman pakai semacam koyo pengangkat toksin di telapak kaki, seru juga ada tebakan hihi... maklum kalo sudah kumpul ibu-ibu harus dibikin seru dan ada berbagi ilmu. Bu Ninip sharing sambil main tebak-tebakan seputar tukang sayur sampe tukang nasi goreng, yang tebak bisa dapet koyo toksin bamboo..hehe. ada juga yang dapat.
Saya juga nga kalah untuk dapat informasinya, sempetin jepret ilmu informasi refleksi seputar kaki dari selebaran besar gambar telapak kaki milik bunda, ini dia photonya. Semoga teman pembaca ikut nikmatin pijatan sendiri, bisa kok! Dilakuinnya sambil nonton tv or duduk santai. Semoga bermanfaat.

Kangen kerumah orangtua

Tiap sudut rumah ortu selalu ada cerita, dari ujung dapur sampai sudut depan rumah. Ngingetin dari usia saya 4 tahun. Kini, saya kalo datang bawa tiga pasukan bikin saya merasa bermain sama mereka. Karena luas jadi leluasa buat lari-lari kemana ajah.

Rumah mama ya...gaya mama. Senangnya koleksi barang dari jaman dulu. Jadi kami nga boleh kotak-katik atau sekedar beri saran. Terlihat padat dan sumpek. Apalagi kalo pasukan cucu mama sudah kumpul. Bikin makin berantakan. Tapi rumah orangtua, tetaplah jadi rumah yang ngangenin. Saya dan suami betah duduk-duduk berlama-lama.

Rumah dan tanah yang luas bikin suasana hati nyaman, makanya rumah jaman duhulu bikin isi rumah betah dirumah. Lihat rumah sekarang yang padat dan jarang perkarangan, dan berhadapan langsung kerumah tetangga. Seperti kami meski nyaman, kadang privasi pun terganggu. Kalo sedang terjadi atau melakukan sesuatu didepan rumah, otomatis tetangga langsung melihat. Jadi kita meski benar-bener menjaga rukun tetangga. Jangan sampai buat ulah yang bikin tidak nyaman tetangga. Khawatir bikin sakit hati. 

Dari rumah mama saya belajar lebih banyak menenangkan diri, suatu saat nanti  semoga kami bisa punya tempat tinggal seperti orangtua. Rumah besar sederhana, dengan tanah luas. Jadiin rumah kumpul keluarga.

Jarang ungkapan sayang antara orangtua dan anak

Saya terlahir dari tujuh bersaudara, anak ketujuh. Seiring waktu banyak cerita setiap harinya, dimana kami perlu banyak berjuang kesehariannya. Terutama ibu, biasa kami memanggilnya mama.

Mama, seorang ibu yang tidak sempurna. Begitu pun ayah, biasa kami memanggilnya papa. Masa lalu biarlah berlalu. Tetapi disetiap goresan keseharian yang pernah kami lewati ada saat-saat yang sulit kami lupakan, terutama saya. Proses panjang dalam bangkit, proses panjang dalam perbaikan. Tetapi diatas segalanya yang selalu saya ingat, ada cinta disetiap jalannya. cinta mama dan papa dengan caranya, dengan prosesnya. Sekali lagi saya ucapkan "mereka tidaklah sempurna!"..

Masalah paling sering dialami orangtua masa lalu adalah kesulitan ungkapan sayang dalam setiap ucapan, kekakuan dalam mendidik, dan kurangnya bahan ajar yang lebih baik. Saya hanya mau bilang: " bagaimanapun saya sayang kalian!" Karena saat ini saya dalam kondisi saat ini karena proses panjang, dan ada tangan kalian, dengan keringat dan airmata, dengan suka cita cara kalian. Tetapi saya masih dan sayang selalu mama-papa.

Saya persembahkan goresan kasih sayang saya, yang tidak bisa menggantikan usaha dan pengorbanan mama-papa dalam mendidik saya bersama enam saudara lainnya. Biarlah Allah yang mencatatnya dengan cinta dan kasihNya, pinta saya kalian bahagia bersama sampai akhir hayat, dan hidayaj Islam bersama qolbu dalam pengampunan dan cinta kasih Allah yang tiada pernah hentinya, hingga saya ditakdirkan dan dibeti amanah bersama tiga buah hati bahian dari cucu mam-papa. Semoga dan saya yakin dan selalu berusaha agar kecerdasan dan usaha saya sebagai seorang istri dan ibu mendidik lebih baik dari mama-papa.. agar mereka lebih baik dari saya dari ahama dan kecerdasan moral dan spiritual...

Love U always
Mam-Pap

Antalogi bersama 50 penyair Nusantara

Sabtu, 02 Mei 2015

Dari cinta olah raga sampai Mencintai Musik

Jumat malam, minta nya anak-anak kalo libur jalan-jalan sekeluarga. Mau makan diluar atau sekedar ngumpul di rumah omah-opahnya.

Kalau nga ada yang mau dibeli, otomatis kami ngak akan mampir ke mall. Saya paling nga tahan keramaian sama juga suami, paling ujung-ujung sesak napas ditambah lihat orang lalu lalang. Kebenaran Emily sudah aktif ikut les renang, pas waktu sudah bisa bersosialisasi ngak sejail dulu kalau sudah kumpul sama yang lain. Bisa dibilang kurang terkontrol emosinya, bikin teman atau kakaknya suka kesal.

Alasan saya sama suami masukin Emily les renang supaya energi yang berlebih bisa tersalurkan, dia termasuk anak yang ngak ada capeknya. Duduk berapa menit gerakannya sudah kemana-mana, kecuali buat makan, tidur sama nonton tv kabel atau fokus sama yang dikerjain (bertahan juga paling lama 5 menit).

Biasanya buat beliin keperluan renang, saya cuma fokus merk spedo. Ternyata di sport club sudah ada pilihan lain merknya Diadora, barang ngak kalah bagus dan berkualitas seperti spedo, tapi harganya dibawah.

Buat kacamata Rp. 159.000 dan cap karetnya (topi renang) Rp. 69.000,- lumayan kan bisa setengah dari harga Spedo dan warnya lebih segar. Hihi...jadi kebawa senangnya, lumayan bugdet berkurang.

Asiknya lagi sambil belanja ada hiburan gratis, performance di Gran Mall Bekasi. Alunan musik indah nenangin banget.... musisi dari Indian. Menampilkan permainan yang dimainkan oleh satu musisi Indian secara bergantian dengan background musik seperti Kitaro.

Anak-anak enjoy dengarnya, sayangnya saya ngak berani beli kasetnya...maklum takut ditegur suami. Padahal sempat nyesel juga. Cuma bisa photo sama ngerekaman permainannyanya, dari alat seruling beraneka ragam, peluit, krecekan kumoulan kerang kecil, dan lainnya.

Saya berpikir, luar biasa musisi, memberikan keteduhan bagi pencinta musik, menenangkan dan membawa perasaan menjadi teduh. Berharap anak-anak juga merasakan yang sama. Nantinya bikin mereka mencintai alunan irama musik, bisa jadi semoga bisa seperti musisi lainnya, jadiin musik sebagai bagian irama dalam jiwanya dannikut memainkan kasih kenikmatan buat pencinta musik lainnya.