Like Us Facebook

Rabu, 25 Maret 2015

Cara mulihin dokumen di MS Word yang hilang...

Helo teman,

#Buat teman-teman yang ngalamin masalah seperti saya, disini saya berbagi solusinya, ngak usah parno alias panik apalagi sampe banting remote, or hp..hehe.....


Sumpah hari ini berasa bertanduk nih kepala, otot leher tegang semua... dari pagi sampe sore padet merayap ... dari ngurusin Miki pamitan, beresin postingan penyewaan apartemen dan kawan-kawannya.... sampai pas si mbake udah pulang ada demo..... demo emily nyebarin tuuuuh bedak sampe ke teve laptop..... persis kapal pecah..... ditambah dokumen akyuu ilanggg alias raiib ditelan lepi...huhuhu.......dokumen outline calon buku sama satu bab hiks..hiks....#mikir ulang lagi deeeh.


Langsung buyaar semuah....ada ledakan emosi menghadapi tiga anak yang hebooh disore hari... nangis pun pecah.... *jadi curcol..

Ketegangan tetap memuncak, lihat lani, miki sama emily kalo sore maunya makan dirayu dan disuapin...hiks..hiks... nyambung latihan piano, gitar... tambah gangguan Emily....*tambah curcol lagi....

Ngambeknya masih lanjut, maunya tidur sendiri.... #dipikir-pikir ngak mau nyerah... sayang dokumen dah abis mikir ilang gitu ajah!
Pasti ada solusinya, jreng....mbah gugel! searching dimulai... kata kunci: "mengembalikan dokumen word yang hilang".
4x putaran dapat yang cocok di Microsoft world, coba lagi:
lanjut ke:  https://support.microsoft.com/en-us/kb/316951/id-id#appliesto

Puji Syukur, Alhamdulillah pucuk dicinta dapat search engine nya.....
taraaaa ini dia:

Cara memulihkan dokumen Word yang hilang


Selasa, 24 Maret 2015

Perpisahan Miki

Hari ini hari terakhir Miki sekolah. Miki sengaja maunya bawa sendiri kado buat guru dan dua sahabatnya. Saya menyusul karena mau ambil   bingkisan makanan buat guru-guru. Perpisahan sederhana, cuma pamitan ajah.

Sampai disekolah Miki, Bu Anah nga nyangka: "kok, secepat ini bu! Tadi saya harap miki nga jadi pindah".

Saya balas dengan senyuman dan penjelasan. Nga berapa lama, saya pun diperkenalkan dengan teman sekelas miki dan bicara didepan mereka. Sedih, bercampur haru.... lihat wajah mereka, kepolosannya juga Bu Anah yg terlihat sedih kehilangan satu muridnya.

"Makasih teman-teman Miki, sudah dalam kebersamaan sama Miki 6 bulan ini. Miki sayang semua".

Miki juga ngak lupa ngucapin makasih dikartu ucapannya: "terima kasih bu AƱah, sampai ketemu lagi".

Semoga langkah Miki menjadi kebaikan dan lebih baik lagi dalam agama dan kebersamaan sosial. Semoga kami sebagai orangtua, terutama saya sebagai ibu tidak salah menemani langkah Miki buat masa depannya yang lebih baik.

Mikhail hanya anak-anak baru mau memasuki usia 7 tahun, yang belum mengerti apa-apa. Dia hanya tahu mama akan mindahin ketempat baru kata mama: "tempatnya lebih baik". Semoga ya nak.... mama selalu menemani langkah kalian... tanpa kecuali papa... yang selalu semangat mendengar cerita mama dan masukan-masukan dari mama.

Selamat tinggal temen-teman Mikhail dan guru... sampai ketemu lagi..

Senin, 23 Maret 2015

Pindah Sekolah

Tadi malam saya dibuat terharu oleh Miki. Sempat terlintas ketakutan Miki ngak bersedia saya pindahkan sekolah. Takut kalo saja bakal salah  mengambil keputusan, sudah pasti semua akan kembali kesaya karena firasat dan keputusan pindah atas kesepakatan dan dorongan saya ke suami.

Tega memang! Mikhail tidak pernah bisa mengerti dan tahu alasan kepindahannya meskipun saya menggunakan pendekatan bahasanya. Dia hanya tahu bakal pindah kesekolah baru.

Sepintas terdorong buat merajuk Miki semalam, setelah Lani selesai latihan piano.
"Miki, besok kesekolah baru, yuk.."
"Aku ngak mau!" Raut wajahnya berubah jadi sedih, akhirnya pecah tangisannya.
"Aku ngak mau, mah!"
"Kenapa? Kenapa ngak mau? Kenapa Miki nangis?"
"Ngak mau!" Menunggu berapa saat
"Nga mau, aku takut...malu.." dia bilang sambil menangis sesak...

MasyaAllah, mama tega banget ya nak. Bakal misahin terus ketemu sama teman baru meski adaptasi lagi. Bakal jauhin kamu sama teman kamu sekarang. Waduuh... gimana ya, nak! Apa firasat mama salah! Mindahin kamu kesekolah baru? Jangan-jangan sekolah baru justru tidak membawa kebaikan buatmu nak?! Ya Allah, nantinya bakal mama yang harus pertanggungjawabkan semua.

Mama takut kamu akan salah bergaul disekolah ini, mama takut kamu akan ketemu guru yang tidak sesuai dengan harapan mama seperti cerita orangtua lain yang mengalami anaknya di ajar sama guru kakak kelas kamu. Mama khawatir kamu akan banyak emosi menghadapi sekolah sekarang nantinya. Lihat saja nak! Kondisi sekolah sekarang lagi sulit. Mereka bermasalah. Mama sebelumnya ngak tahu sampai separah itu, yang mama tahu mama ingin kamu pindah naak!

Mama ngak ingin kamu temuin masalah yang sama seperti kakak, dengan guru tidak sesuai harapan.

Tapi mama juga takut mama salah menempatkan  kamu disekolah baru, dengan hanya mengutarakan alasan supaya kamu lebih bisa berwawasan luas dengan banyak teman dan  kegiatan.

Obrolan berlanjut ketempat tidur, sambil saya peluk dia dari belakang. Saya berberdoa dan berharap Miki paham yang saya sampaikan. Tuhan, tolong bimbing saya. Jauhkan prilaku dari kesusahan dan kesalahan mengambil keputusan. Hindarkan dari kesulitan. Setiap orangtua pastinya selalu mendoakan yang terbaik buat anaknya. Begitupun saya, memohon keridhoan Tuhan atas jalan yang akan Mikhail tempuh disekolah baru.

"Mikhail, mau apa? Mikhail mau kasih kado Bu Anah, temen-temen? Boleh kok... nanti Miki juga boleh dapat kado sambil mama temenin sekolah"..
"Bener, mah? Aku mau kasih Bu Anah kue, sama said (anak guru) baju, terus Fauzan sama Haris juga".
"Udah, itu ajah?" Ngak kasih yang lain?"
"Ngak, itu ajah"

Saya jadi tahu, begitu beratnya dia kehilangan dua sahabatnya, begitu sedihnya dia akan meninggalkan teman dan gurunya. Sewaktu saya tawarkan pemberian buat guru dan temannya, begitu girohnya dia. Sambil jingkrak kegirangan, ngak lupa dia senyum lebar sambil mencium saya dan bilang "makasih mama sayang".

Semoga langkahmu disekolah baru semakin penuh makna, nak. Mama  dan papa juga takut ketika sekolah meminta kamu lomba OSN (mama juga ngak ngerti itu lomba apa?) . Terpenting kamumpenuh suka cita, nak. Terpenting kamu dipenuhi keberkahan dan selalu dalam ridho Tuhan.

Semoga kelak harapan mama tentang sekolah SDN V benar adanya membawa kebaikan buat kamu kelak. Amin

Sabtu, 21 Maret 2015

Apa itu non Fiksi

Buat Pembaca..
sumber photo: http://www.anneahira.com/ringkasan-buku-non-fiksi.htm
saya sedang ikuti pelatihan menulis online, mau berbagi juga ilmunya keteman-teman, seputar Non Fiksi..
Sekalian saya simpan untuk kebutuhan pengingat.

Terima kasih Buat Mba Irhayati Harun dan Mba Naqiyah Syam yang sudah berbagi ilmu dengan kita-kita...

Yuk simak bareng saya..
Apa itu tulisan nonfiksi?

Tulisan non fiksi adalah tulisan yang berdasarkan kisah nyata dan berbasis data ilmiah. Jadi bukan cerita rekaan atau karangan penulis.

Tulisan Non fiksi terbagi Dua
  1. Tulisan pendek diantaranya :
Artikel berupa gagasan atau opini yang ingin diungkapkan penulis namun berbasis data ilmiah contoh tulisan saya di http://seuntaikatahati.blogspot.com/2014/08/air-si-obat-ajaib.html

Resensi berupa ringkasan atau review dari sebuah buku. Bisa dengan mencantumkan kelebihan dan kekurangan buku contoh tulisan ada di
 http://seuntaikatahati.blogspot.com/2013/10/tak-ada-anak-tiri-di-hadapan-tuhan.html

Memoar berupa sepenggal kisah hidup seseorang yang paling berkesan contoh tentang seseorang yang menuliskan kisahnya saat terkena kanker atau depresi bipolar

True Story berupa kisah nyata, kisah sejati dan bisa juga berupa pengalaman sehari hari contoh ada di

http://seuntaikatahati.blogspot.com/2013/12/suara-hati-anak.htmldan http://seuntaikatahati.blogspot.com/2013/07/perjalanan-si-rendang.html


Pelit yaitu berupa kumpulan tulisan inspiratif dan motivasi contohnya buku berjudul Andai aku jalan kaki dan Nganu oleh edy akhiles

Feature berupa tulisan khas misalnya tema travelling, kuliner dsb

Biografi berupa kisah hidup tokoh mulai dari kecil hingga dewasa dan sukses contohnya kisah hidup Jokowi, Dahlan Iskan dsb

Essay berupa gabungan dari opini dan imaginasi misalnya pengalaman saat menjadi relawan di daerah terpencil, namun disertai data data ilmiahnya

2. Tulisan panjang berupa buku

Dalam penulisan non fiksi unsur- unsur nya meliputi
  1. Ide yaitu sesuatu yang ingin kamu tulis
Penting bagi penulis untuk menemukan sudut pandang agar menghasilkan sesuatu yang unik. Jadi intinya ubahlah sudut pandangmu agar ide terlihat beda dan menarik serta unik. Misalnya ide tentang Tahajjud yang sudah banyak temanya di tulis. Kamu bisa menuliskan tema yang sama dengan mengubah sudut pandang misalnya menulis ‘Tahajjud Mendongkrak kecerdasan’. Ini terlihat lebih unik dan menarik daripada kamu tulis buku Pentingnya shalat tahajjud misalnya. Atau ‘Kaya dalam 7 hari’.Judul seperti ini menarik keingintahuan pembaca

2. Data yaitu materi pendukung tulisan

Tentu saja data ilmiah yang integritasnya bisa dipertanggung jawabkan dan sudah diakui kredibilitas referensinya. Hindari mengambil referensi dari blogspot.com atau www….Apalagi menulis ‘ Menurut penelitian… Pembaca akan bertanya tanya penelitian siapa? atau konon katanya…..Sebaiknya tulis dari ucapan Prof atau tokoh yang sudah diakui.

3.Pembukaan  yaitu semacam pengantar terhadap ide yang akan diulas. Baik dalam penulisan artikel maupun buku. Pembukaan yang keren haruslah mampu merangsang pembaca untuk melanjutkan membacanya. Dalam pembukaan, terutama dalam penulisan artikel, kamu bisa memulainya dalam bentuk:

-         Kutipan misalnya Nyaris separuh penghuni bumi Indonesia ini masih didera kemiskinan, dan merupakan buah haram korupsi  dst….Begitulah data riset terbaru yang dikeluarkan oleh LSM

-         Pertanyaan misalnya Mau tahu berapa juta di tahun 2014 ini anak anak Indonesia yang tersingkir dari bangku sekolah hanya karena kemiskinan? Ya. kemiskinan yang ditebar oleh tangan tangan kejam koruptor

-         Provokasi misalnya Inginkah Anda menjadi satu dari jutaan orang yang berdiam diri menyaksikan pemerkosaan- pemerkosaan terus menayang di depan mata?

4. Analisa dimana data yang sudah dikumpulkan di analisis hingga dapat dikuasai

Analisa haruslah berjalan secara sistematis dan runut. Jangan melompat-lompat ke sana sini. Sebaiknya buatlah outline/kerangka agar gagasan dikepala bisa sistematis. Biasanya  cara berpikir yang tidak sistematis dan melompat-lompat dapat terjadi karena kamu tidak menguasai, selain tidak adanya outline yang mampu mengarahkan dirimu tetap runut dan sistematis dalam menulis. Adapun kekuatan analisa yang baik dan cerdas adalah mampu menyederhanakan data yang rumit. Misalnya istilah ilmiah yang rumit disederhanakan maknanya agar bisa ditangkap pembaca umum dan awam. Apalagi kata kata yang belum familiar.

5. Kesimpulan dari isi naskah yang bisa berupa solusi, penegasan teori, data lapangan, atau motivasi tertentu terkait ide tulisanmu.Kamu juga bisa mengakhiri artikelmu dengan kesimpulan berupa quote misalnya Rasanya, cukup telak untuk menandaskan ucapan bijak Einstein disinibahwa “Ilmu tanpa agama hanya akan menjadi kebutaan dan agama tanpa ilmu hanya akan menjadi kelumpuhan.”

Kamis, 19 Maret 2015

Info Kirim Naskah ke Media

[Resensi Kompas Anak] 25 Dongeng Lucu tentang Makhluk Misterius

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk. 
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dpu

[Resensi Kompas Anak] 25 Dongeng Lucu tentang Makhluk Misterius

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk. 
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dpuf

[Resensi Kompas Anak] 25 Dongeng Lucu tentang Makhluk Misterius

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk. 
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dTerima kasih Mbak Rahmi,
 Dear Temen-teman ini saya kumpulin info kirim naskah ke media dari sumbernya langsung yang tertera dilink...


Tulisan info Media ini saya dapat dari link web mbak Rahmi:
 http://www.rahmiaziza.com/p/info-media.html

Tujuan buat informasi saya, mungkin juga buat teman-teman yang buka blog saya... siapa tahu ada juga yang ingin mengirim naskah..


Majalah Femina

Menerima tulisan untuk rubrik cerpen dan gado-gado

Alamat: kontak@femina.co.id

Contoh tulisan rubrik "Gado-gado" cek di sini.

Teknik menulis untuk rubrik "Gado-gado" baca di sini.

Contoh cerpen baca di sini.



Majalah Kartini

Menerima tulisan untuk rubrik cerpen dan setetes embun

Alamat: redaksi_kartini@yahoo.com

Contoh tulisan rubrik "Setetes Embun" baca di sini.

Contoh cerpen baca di sini



Majalah Chic

Menerima cerpen bertema wanita karier Panjang naskah 6-8 halaman A4

Menerima tulisan untuk rubrik "My Point of View"

Contoh tulisan untuk rubrik My Point of View baca di sini.

Alamat: chic@gramedia-majalah.com



Majalah Paras

Menerima tulisan jalan-jalan

Alamat: majalahparas@yahoo.com



Majalah Ummi

Rubrik Nuansa Wanita (300-400 kata sertakan data diri dan foto)

Contoh tulisan ada di sini dan ini 

Rubrik senyum simpul

Alamat: kru_ummi@yahoo.co.id


Majalah Bobo

Menerima cerpen dan dongeng anak

Email : bobonet@gramedia-majalah.com

Persyaratan teknis ada di sini

Tips menulis untuk majalah Bobo ada di sini

Contoh tulisan baca di sini



Koran Republika (Halaman Leisure terbit tiap Selasa)

Menerima tulisan untuk rubrik Jalan-jalan umum (sertakan minimal 7 foto), jalan-jalan religi (sekitar 800 kata), dan buah hati (300-400 kata)

Alamat: leisure@rol.republika.co.id

Contoh tulisan rubrik "Jalan-jalan Religi" baca di sini. Tipsnya ada di sini.

Contoh tulisan rubrik "Buah Hati" baca di sini. Tipsnya di sini.



Koran Jawa Pos

Menerima tulisan untuk rubrik Opini (850 kata), Gagasan (100 - 250 kata)

Alamat : opini@jawapos.co.id

Sertakan data CV,NPWP, dan nmr telpon

Naskah yang sudah 5hari di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim

Contoh tulisan rubrik Gagasan, silahkan dibaca di sini.




Untuk sementara segini dulu ya temans. Sebenarnya masih banyak media lainnya, bisa kamu lihat di blog yang ini. Ngga saya copas smua di sini karena saya ngga punya contoh-contoh tulisannya maupun update infonya.




Terima kasih mbak Haya,
 Syarat Resensi buku anak:



Resensi dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk.
 

saya dapat info resensi dari link mbak Haya di link ini:
http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html

 info dari Link mba Davinka:
Link: http://jihandavincka.com/2013/12/22/syarat-pengiriman-dan-contoh-cerpen-ke-femina-dan-kartini/

Kalau berminat mengirim cerpen ke Femina dan Kartini. Syarat-syaratnya sbb :
1. Kartini, jumlah karakter (with space) sekitar 13.500 karakter (lebih kurang dikit boleh lah ya). Femina sekitar 12.000 karakter (with space).
2. Fontnya bisa TNR bisa Arial, spasi 1.5 atau double juga boleh.
3. Alamat redaksi Kartini –> redaksi_kartini@yahoo.com. Alamat redaksi Femina –> kontak@femina.co.id
4. Honor di Kartini 350 ribu rupiah (transfer setelah sebulan dimuat), di Femina 850 ribu rupiah (transfer semingguan setelah dimuat).
5. Tema sih mirip-mirip, ya. Tapi ingat, Femina tidak suka cerita tentang ‘perempuan cengeng’ . Kartini juga sepertinya sih begitu hehehe.
6. Keduanya selalu memberitahu apa tulisan akan dimuat atau tidak. Tapi Kartini tidak spesifik menyebutkan kapannya sedangkan Femina selalu memberitahu nomor edisi pemuatan sebelumnya .
7. Contoh-contoh cerpen di sana… boleh cek di website Femina untuk Femina. Tapi kalau mau ke blog saya juga boleh hihihihihi
Ini cerpen saya yang pernah dimuat di Kartini –> http://jihandavincka.wordpress.com/2013/05/26/cerpen-yang-kumau/
Ini cerpen di Femina yg Juni 2012 –> http://jihandavincka.wordpress.com/2012/06/27/namanya-aryana-femina-no-242012/
Ini cerpen ke-2 di Femina yg Desember 2012 –> http://jihandavincka.wordpress.com/2013/01/02/cerpen-tiga-rahasia/
Demikian deh ya, pengiriman dan contoh cerpen ke Femina dan Kartini. Hope that helps ^_^. 

[Resensi Kompas Anak] 25 Dongeng Lucu tentang Makhluk Misterius

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk. 
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dpuf

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk.  - See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dpuf

[Resensi Kompas Anak] 25 Dongeng Lucu tentang Makhluk Misterius

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk. 
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dpuf


[Resensi Kompas Anak] 25 Dongeng Lucu tentang Makhluk Misterius

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk. 
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dpuf

[Resensi Kompas Anak] 25 Dongeng Lucu tentang Makhluk Misterius

Resensi ini dimuat di koran Kompas Anak rubrik Resensi (terbit setiap hari Minggu). Dikirim 13 Januari 2015 dimuat 15 Februari 2015. Yang senang baca buku anak, silakan menulis resensi maksimal 200 kata dan kirim ke kompas@kompas.co.id CC kompas@kompas.com dengan subjek e-mail: [Resensi Kompas Anak] + [Judul Buku]. Lampirkan naskah resensi dan scan cover depan buku. Jangan lupa tulis alamat lengkap, nomor telepon, dan nomor rekening di badan e-mail, ya. Honor Rp200 ribu saya terima 2 hari setelah tulisan dimuat. Yuk, coba kirim, yuk. 
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2015/02/resensi-kompas-anak-25-dongeng-lucu.html#sthash.QCqlMM3c.dpuf

Selasa, 17 Maret 2015

Mengarahkan Kreatifitas Anak Sejak Dini

                                                     meraih Juara  I dan 2 Pelajar Bekasi 2014

Duh... sebenarnya antara nyaman ngak nyaman nulis catatan saya kali ini diblog, ini mah buat pengingat saya suatu saat nanti bila saya baca lagi... saya akan dapat mengingat dengan baik jejak langkah yang pernah anak laki semata wayang kami lalui dalam proses perjalanan kecilnya.

Saya pribadi mungkin ngak bakal sanggup menjalaninya. Tepatnya usia 5 tahun kurang saya mencari tahu kegiatan baik apa yang akan saya berikan untuk Mikhail (biasa dipanggil miki), kegiatan yang melatih pernafasannya juga dan nantinya saya akan sharing ke suami untuk persetujuannya. Ketiga anak kami terindikasi gejala astma, dan saya lah pembawanya hihi.... *tutup muka. Mencari tahu kegiatan olahraga yang tepat buat anak yang terindikasi astma, dari informasi yang saya dapati diantaranya adalah renang.
suasana lomba Tiara Bangsa tahun 2013

Dari tatap muka langsung ketempat kegiatan renang, sampai browsing dan tanya-tanya lewat internet saya lakukan. Maunya sih Miki bukan cuma main air doang tapi menghasilkan ilmu renang yang lebih baik dibanding kakaknya waktu latihan renang di area Jatibening ditempat P**... Pucuk dicinta, ketika saya jalan-jalan kearea Villa Jatibening Toll, saya melihat spanduk informasi pendaftaran les renang di area rumah elite, sempat minder juga pas kesananya...
suasana Miki latihan usia 5 tahun

Singkat cerita, saya kesana pas usia Miki belum genap 5 tahun, kata pelatih yang super sexi...hehe alias ndut..hehe...bilang: "baiknya pas anak usia 5 tahun ajah diikuti les". Waktu itu juga Miki keluar manjanya alias nangis, mungkin pas ketemu pelatih yang sexi..hehe....








Juara 3 kelas Junior gaya Bebas diMaret 2015
Hati kecil saya merasa terpanggil untuk kembali kesana. Genap usia Miki 5 tahun, saya kembali kesana untuk mendaftarkan. Miki termasuk anak yang awalnya khawatir buat beradaptasi, dah pasti nangis dulu dan ngak mau dipegang siapa-siapa.... "si mamah turun, deh!" ikutan megang.... terus berlanjut saya temani, sampai dia benar-benar mau ditinggal sendiri didalam kolam. Bersyukur punya pelatih yang sabar dan ngerti jiwa anak, secara Pak Adi juga mengajarkan kedua anaknya berenang, mungkin inilah yang membuatnya bertambah sabar karena orangtua akan menemukan kesulitan mengajar ketika mengajar anaknya sendiri.

Alhamdulillah kurun waktu 7 bulan, di akhir bulan tahun 2013, Mikhail di ikutsertakan lomba tingkat Jakarta Timur dan ngak menang..hehehe.... menciut karena lihat kolam kegede kolam atlet...gapan.... banyak anak bulenya lagi....ngak nanggung-nanggung, pak Adi mengikutsertakan miki lomba di Tiara Bangsa, sekolah internasional. "ngak apa Pak...Bu, Miki sebenarnya menang, cuma takut ajah, saya yakin dia juara I kalo turun"...hehe bisa ajah pak Adi!

Benar saja, mungkin pak Adi tahu usaha dan kelihaian anak didiknya.. jadi tidak sembarang bicara. Ketika saya berangkat umroh di tanggal 27 Maret 2014 bertepatan dengan Mikhail lomba. Alhamdulillah kabar bahagia saya dapati Mikhail memenangkan 2 momen sekaligus, Juara 2 Gaya Bebas dan Juara I Papan usia 5 tahun tingkat Bekasi. Sudah pasti bahagia, orangtua mana yang tidak bangga...

Lomba ke tiga Mikhail meraih peringkat, 7 dan 11 untuk Bebas dan Dada, Hingga peringkat 4 gaya Bebas di Tiara Bangsa ditahun 2014 akhir. Sempat ada perasaan sedih dibenak saya pribadi. Tetapi kami berdua meyakinkan diri, kenapa meski sedih?! saya kadang merasa terharu, Mikhail  tidak pernah mengharapkan bintang, medali ataupun piala atas kemenangannya. Dia belum mengerti apa-apa. Kemenangan dan Kekalahannya juga bagi dia biasa-biasa ajah, tidak berbekas apapun.  Tahu-tahu abis lomba dia minta mainan sama boleh main sepuasnya.

Saya berpikir dan malu, kenapa meski memikirkan medali? coba lihat Miki, begitu gigihnya dia 4x seminggu, 2 jam lebih didalam air bersama-sama teman-temannya kadang hujan menguyur, mereka terus berlatih.... itulah semestinya yang meski membuat saya bangga! kami sebagai orangtua patut bangga! medali, piagam atau apapun bagian dari keringatnya dan dialah yang patut bangga...Bersyukurnya lagi, pernafasannya membaik dan lebih panjang, saya tidak pernah mendapati Mikhail mengeluskan nafasnya yang sesak setelah ikut les renang.

Saya semakin menyadari, bahwa ketika Mikhail melewati tahapan latihan disaat itulah kami bersyukur dan selalu ingat ini semua karena usahanya. Kami hanya bertugas mengarahkan dan mendampinginya, tidak lupa menemani dengan doa.

Semoga kelak usahamu membuahkan hasil buat Miki pribadi dimasa depan, dan Miki tidak pernah bosan, semakin dia cinta sama air. terakhir saya lihat dia begitu menikmati momen-monen diair dan menjadikan latihan sebagai ajang main-main juga sama kawan renang lainnya.

Mungkin bisa menjadi info teman dan pembaca:
Mikhail Les renang di Villa Jatibening Toll
Biaya les perbulan awalnya Rp. 700ribu (tergantung berapa banyak pertemuan)
Saat ini biaya renang berubah menjadi Rp. 500ribu/bulan (tidak tergantung jumlah pertemuan pokoknya hadir ngak hadir dihitung Rp. 500rb perbulan)
    *(terakhir di info, buat murid baru tidak disamakan dengan murid lama)

Kebutuhan renang:
Kaki katak/Fin: Kisaran Rp. 400ribuan (yang bagus)
Papan Rp. 50ribuan
Kaca Mata renang kisaran Rp. 300ribuan
Papan tangan (melatih gerakan tangan Rp. 300rbn)

*mahal ya!... sama saya juga berpikir sama, tapi demi kesehatan anak... uang ternyata mengalir...semoga terus Tuhan ridho dengan usaha kami buat anak.

info harga dan peralatan tersebut juga cara perawatan alat-alat renang bisa sambil googling...

Semua Anak Terlahir Istimewa


"Anak Bukan Kertas Kosong"
Ketika saya memulai membaca buku ini, saya seperti menampar wajah saya sendiri. Malu, cemas dan gelisah kepada perilaku mendidik yang saya lakukan kepada anak-anak kami selama ini. 

Terlebih, kami kecenderungan lebih menjadikan anak-anak adalah kertas kosong yang harus diberikan asupan ilmu dan pendidikan dengan apa yang saya ajarkan. Buku ini begitu luar biasa, membuka mata bathin saya agar secepatnya merubah paradigma pendidikan anak-anak dirumah, serta nantinya untuk pendidikan anak didik. Mereka semua istimewa, mereka lahir dengan membawa bekal kekayaan sendiri. Dan tugas serta tanggung jawab orang tua dan pendidik adalah mengarahkan dan membuka jendela pengetahuan bagi mereka.

Meski sebagai orangtua, khususnya ibu dalam mendidik tidak semua yang saya lakukan salah tetapi dengan membaca lembar demi lembar buku ini (kadang saya ulangi kembali lembaran yang meski saya cerna lebih dalam apa maksud dari penyampaian Pak Bukik dalam istilah dan bahasa informasinya) membuat saya semakin menyadari begitu indahnya ciptaan Tuhan yang disebut anak. 

Tiap aktivitasnya yang kadang kita menyebutnya kenakalan, justru adalah berujung pembelajaran. Tiap waktu yang dibuang ketika melupakan waktu yang kita atur untuk menyelesaikan tugas dan aktivitasnya diluar bermain, justru disanalah mereka menemukan dunia yang disebut aktivitas kebahagian yang membawanya kepada pembelajaran yang lebih berarti. 

Saya ingat kutipan tulisan Bpk. Bukik: 
"Pendidikan bukanlah menamankan, tetapi justru MENUMBUHKAN. pendidikan bukanlah menginginkan anak memiliki pengetahuan seragam atau bukanlah mengubah beragam keistimewaan anak menjadi seragam, melainkan mengajarkan MENSTIMULASI anak untuk menjadi dirinya sendiri. serta pendidikan bukanlah memberikan tekanan dari luar, melainkan menumbuhkan keistimewaan bagi anak agar menjadi orang yang mandiri dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Pendidikan yang menumbuhkan adalah proses mendidik memanusiakan, proses yang membuat anak menjadi manusia seutuhnya".

Dalam buku ini, Bpk. Bukik banyak mengupas mengacu pendidikan yang telah diajarakan Ki Hadjar Dewantara, secara pribadi saya hanya mengetahui Ki Hadjar Dewantara sebagai tokoh pendidikan dengan buku ini begitu apik dan detailnya Bapak Bukik bersedia menjelaskan secara detail pendidikan yang diajarkan Ki Hadjar dengan referensi kekinian dan terus berlanjut sampai kapanpun. 

Seperti yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara meyakini bahwa keluarga adalah pusat dan keadaan terbaik bagi pendidikan anak, disinilah kita sebagai orangtua patut menyadari dan menerima tantangan dunia bahwa kita akan memberikan pendidikan sebaik mungkin yang kita miliki dan pelajari terus menerus agar anak-anak mampu berada dan beradaptasi dengan lingkungan diluar rumah dengan lebih mandiri dan berdikari. Pendidikan adalah membuat jiwa anak menjadi lebih kreatif dan menjadikan anak berakhak dan bermoral. semoga kita sebagai orangtua selalu mampu berusaha mengimbangi pendidikan kekinian.

Lagi-lagi saya tercengang ketika pak Bukik katakan: "Ketika anak berprilaku baik hanya karena perintah dan hukuman, sebenarnya kita telah gagal dalam mendidik anak, gagal menyiapkan anak untuk hidup mandiri". Benar saja, saya berulang kali meminta anak saya untuk rapihkan tiap kali bermain atau rapihkan barang ditempatnya dengan nada perintah, atau sekedar mandi ketika sore tiba tanpa ada pendekatan komunikasi baik, mereka tidak lakukan berdasarkan kesadaran sendiri, beda ketika saya komunikasikan baik-baik.

Bukan hanya tokoh pendidikan Indonesia, Bapak Bukik juga mengupas cara tokoh pendidikan luar sperti Psikolog Howard Gardner dengan teori kecerdasan majemuk, atau belajar seasik bermain yang dilakukan oleh pakar pendidikan New Delhi, India yaitu Sugata Mitra, yang melakukan eksperimen edukasi dengan melihat hasrat anak pada teknologi modern Internet. tanpa dorongan dari luar anak pendidikan bawah dengan sendirinya terdorong untuk lebih ingin tahu tentang sesuatu yang dianggap tabu pada layar Komputer dan  tetikus, mereka menjelajah dunia luar sepengetahuannya hanya terdorong rasa ingin tahu. Dinegara Meksikom Matamoros, oleh seorang guru yang berna Sergio Juarez C, proses pengajaran Sugata dikombinasikannya sehingga menghasilkan penemuan baru dalam sistem pengajaran anak-anak Meksiko dengan mengubah cara mencari tahu pengetahuan dengan menggunakan internet. Sugata dan Sergio bukan mengajarkan perkara teknologi internet, melainkan mengajarkan cara pembelajaran menggunakan teknologi internet.

Dengan rasa ingin tahu anak yang begitu tinggi, dengan fasilitas yang kita miliki, kita pun mampu mendorong anak untuk menerima kemajuan jaman dengan mengarahkannya kepada metode pembelajaran kreatif. 

Saya tertarik ketika Bapak Bukik menjelasakan dengan rinci pendidikan menggunakan analogi telur, padi dan Tedhak Siten (yaitu tradisi jawa menginjak tanah untuk bayi usia 7 bulan), bahasanya begitu mengena dan menyadarkan bahwa ada pesan-pesan penting yang semestinya dicerna dengan pikiran positif. Seperti ketika menganalogikan telur, bahwa dengan kesabaran dan tanpa ada paksaan dari luar lah yang membuat telur itu akan menetas anak ayam dengan proses alam. Seperti anak kita, bila kita memaksakan tumbuh dengan apa yang kita mau, anak akan retak lebih parah lagi pecah dan tidak menjadi apa yang semestinya.

Banyak lagi informasi lainnya, mengarahkan anak untuk belajar seasyik bermain, anak adalah pembelajar alami dan seberapa cerdaskah anak kita? dan tak kalah pentingnya orangtua serta pendidik dapat pengetahuan dan arahan tentang prinsip mengembangkan bakat anak juga siklus perkembangannya.

Terima kasih Bapak Bukik menghadirkan buku ini ditengah-tengah kami yang lebih sering salah kaprah dalam mendidik anak, terlebih dunia pendidikan saat ini yang lebih menekankan pada nilai diatas kertas dalam memprioritaskan peringkat, tetapi kurangnya nilai moral serta kreatifitas anak.

semoga secarik informasi pengetahuan sederhana saya ketika membaca buku ini dengan tulisan seadanya dapat memberikan gambaran baik bagi pembaca. Sebenarnya saya pun belum sampai habis membaca buku ini, kebanyakan diulang-ulang lagi halamannya buat ngedalamin informasi yang disampaikan Bapak Bukik :) ...

Minggu, 15 Maret 2015

Kopdar Nasional Blogger Bersama KSGN

Minggu cerah semangat pagi kumpul bareng Blogger.... waoooow hepi banget. Dimana? yaa disini dong..Komunitas Guru Blogger bersama Indonesia bareng para tamu undangan berbagai komunitas Blogger Indonesia. Ngumpulnya dilantai 4, gedung Indosat Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

hehe...eksis dulu aach..
Kumpul bareng 350 Blogger hadir untuk KopDar dan mendengarkan sharing ilmu dari pakar-pakar pendidik. Acara dibuka oleh Pak Namin AB sebagai ketua panitia. Seru!  baru mulai ajah Indosat sudah bagi-bagi hadiah pulsa, asik yah.

MC nya ajah keren, duo maut Ifan yang mirip campuran Saiful Jamil sama Nazar (Goyang dangdut doong hehe...) nga kalah yahudnya ada tth Metty dari Kumpulan Emak Blogger, jadi bisa kenalan langsung sama si teteh ramah.
ini capture Bapak Dedi

Nga nyesel bisa hadir disini, tahu kenapa? selain dapat makan gratis dan sertifikat blogger, ini yang penting sharing ilmunya dari para pendidik mulia berbagi ilmu dan cerita lewat blog pribadi free, no cash no bayar!

Kehadiran Bapak Wijaya Kusuma (OmJay) bikin tambah hepi, beliau satu diantara para penyemangat guru untuk tidak buta teknologi, penulis keren berbagi ilmu lewat blogger dan saya termasuk diantaranya yang terpicu untuk aktifin Blog saya kembali dan adanya blog baru ini.

Bapak Subakri, Blogger ayomendidik dari Lumajang
Selanjutanya, bincang-bincang berbagi bersama Ibu Umiroh (Blogger TIK), Bapak Dedy (Blogger Keren bisa keluar negeri karena nge Blog), dan Bapak Subakri, seorang guru pelosok desa berbagi ilmu lewat blog www.ayomendidik.wordpress.com, bikin terharu peserta melihat blog-nya. Ketika ditayangkan, tidak mungkin tidak ada yang terharu... luar biasanya guru mencatat aktivitas anak dengan tulisan dan tayangan, alami. Berlatar belakang wajah pemandangan desa nan indah, dan wajah-wajah mungil yang polos dengan cita-cita besar. Bpk. Subakri memberikan wadah bagi mereka, kreatifitas menjadi terpenuhi dengan kemauan beliau berbagi ilmu dengan aktifnya blogger. Siapapun bisa melihat ketulusannya dalam website ayo mendidik.

Tadinya saya tidak pernah menyangka, bila Bu Umiroh seorang pakar Srikandi IT muda, pembawaan lembut dan ramah terpikirkan hanya guru IT biasa-biasa saja, tetapi bila kita lihat websitenya luar biasa, motivasi tinggi untuk berbagi terlihat dari blognya sangat detail tentang pembelajaran. Rasa penasaran langsung dipatahkan ketika berkunjung ke website: umiroh.web.id , srikandi muda, piawai, baik hati berbagi ilmu IT kepada guru dan murid, siapapun yang ingin lebih mendalam mempelajari IT bisa langsung berkunjung ke websitenya.

Ini yang ngak kalah keren! si Blogger yahud, seorang pendidik SMK menjadi blogger sampai menyelajahi negara lain dan diundang BBC tentang isi bloggernya, dengan menghasilkan ratusan juta, menjuarai berbagai kompetisi blogger. Namanya Bapak Dedy bisa disapa di twitter: @dwitagama dan dedidwitagama.wordpress.com. Pembawaannya asik dan cool, sepatu sport! hihi.... easy going ketika sharing pengalaman. Mantap, pak! bikin para blogger semangat terus buat berbagi ilmu positif di dunia blogger.

Sesi istirahat, makan siang, sholat, ngobrol-ngobrol... lanjut disambung Bapak Imam Suwandi (cakimamsuwandi.blogspot.com) seorang Producer MetroNews.com berbagi cerita tentang TongSis (Tongkat Selfie) yang gaul bisa jadi alat menyampaikan berita. Mulailah para blogger ngakak, ketika mulai tongsit beraksi, sewaktu pak Suwandi meminta peserta untuk membawakan berita
lewat tongsit, si mbak geli sendiri karena meski pd ngomong sendiri sambil pegang tongsit gaulnya pak Suwandi, dan disambut yel...yel dadakan para hadirin. Bikin makin seru.

Bapak Onno W. Purbo

Yeaaa akhirnya bisa selfie sama Bu Umaroh dan Bpk. Dedi
Disambung berbagi ilmu oleh Bapak Onno W. Purbo, Pendiri eLearning Rakyat, Penulis, Dosen dan Blogger. Mengajak para guru dan blogger untuk memberi pendidikan dari diri sendiri dahulu agar bila mendidik orang lain akan memberi pencerahan lebih baik.

Menjadi mahasiswa Pak Onno mudah, masuk ajah ke:
ELearning: http: //cyberlearning.web.id/moodle
onno@indo.net.id
@onnowpurbo
http://www.satu-indonesia.com

Kata Bpk. Onno berbagi ilmu mudah bukan hanya ke murid sendiri tetapi berbagi ilmu lewat blogger, dengan berbagi tulisan.


Kamis, 12 Maret 2015

Antri, yuk..


Melakoni hidup wordpress.com

Kesentil juga jadi pengin tulis kelakuan kurang sabarnya kaum hawa alias perempuan kalo nunggu antrian.

Kejadian tadi pas saya belanja ke Superindo, awalnya saya santun dengan gaya berbusana dan sikapnya. "Ayoo dek mau ini, nih...nih! Sambil tunjuk mainan buat anaknya kisaran usia dua tahunan. Tuh...ibu sempat menghalangi jalan seperti orang kebingungan, dengan anak semata wayang.

Ketemu lagi diantrian kasir, dari jauh mata saya sudah menerawang lihat kasir yang siap buka antrian baru...blas saya sigap berjalan...tiba-tiba si ibu pindah haluan"ayooo dek, aduuh dek...." gimana sih bawanya mama susah, nih (seperti itulah celoteh sama sikecil yang tak bersalah) alih-alih saya sudah didepan kasir lebih dahulu, eh..jelas banget tuh ibu kesal, "tuh kan dek, kamu sih?"..

Sontak dengan wajah kesal pula dia lihat, saya... dalam hati saya berguman "sorry bu, no excuse... antri duluan, yah dilayani lebih dulu!".

Sekejap dia pindah kembali kekasir awal dia mengantri, sambil beberapa kali memandang saya, hihi... kesalnya si ibu malah diutarakan keanaknya yang disalahin dan dikeluhkan. Eeh ternyata pembeliannya belum selesai, masih mau mesen 3 kardus aqua...sontak dia teriakin sambil lambaikan dan tunjuk satpam supaya langsung ambilkan aqua dan antar ke dia.

Kalau saja si ibu bicara sama saya baik-baik, akan saya kasih antrian daripada berguman ke anak yang ngak ngerti apa-apa dan ngak berdosa, jadi tidak baik buat pandangan orang lain. Saya pun ngak mau gegabah memulai pembicaraan karena paham banget nih! tipe seperti ini bakal menyalahkan orang lain kalo diliat kelakuannya ajah sampai tega bentak-bentak anak didepan umum, kalo saya liat nih ibu sebenarnya ter-edukasi, tapi kelakuannya ini ngak seimbang sama penambilannya.


dapatnya dari sini: http://istrue.deviantart.com/art/antri-dong-124216146

Kedua, pas saya ingin sarapan pagi bareng dirumah sahabat. Saya bilang akan bawain lontong kare daging sapi....nikmaaat nya... cuus. Buat rumahnya dekat area Jatibening patut nyobain, nih.. posisi didepan persis Indomaret Jatibening II.

Antrian pertama hanya tiga, dan saya yang ketiga. 10 menit berlalu lanjut bertambah sampai akhirnya antrian hingga berdelapan dengan pesan bungkus lumayan banyak... satu jam berlalu si akang melayani langsung banyak pas pesenan lontong sayur. Tiba-tiba datang emak masih berwajah bantal.
"Bang, ada lupis?"
"Ada"
"Lima yah!"
Selang beberapa menit
"Saya ambil sendiri yah"
Eeh si akang malah jawab: boleh ajah... jelas-jelas tuh ibu "feel free"

Buat saya bisa jadi mungkin buat yang lain juga lihatnya sebal.. malah gerecokin orang lagi ngelayanin... 

"yah, tetap atuh madam! namanya beli masih harus dilayani penjual, emang gulanya mau ditaruh tangan!".

Karena ini giliran saya yang meski dapat duluan... langsung saya bilang "kang buruan anak saya belum mandi mau sekolah!"

Sebel juga sama si akang, harusnya ngomong kek "Antri bleeh.. ibu cantik".

Banyak sih kejadian buat problem malasnya antri disekitar kita, dialamin or ngak langsung. Justru saya lebih banyak alami paling males antri itu perempuan! helloow, kok perempuan sih! tanyakan ajah pada rumput yang bergoyang..hihi...  Cobalah kita bentuk budaya antri, padahal antri itu juga mengajarkan kesabaran, lhoo...

Teman-teman, kita ngak rugi antri..justru hati jadi lebih tenang dalam mengadapi persoalan. Karena emosi kita terbentuk. Dari nungguin, sampai mendapatkan hak kita setelah antri. Ayo kita bentuk budaya antri... kecuali kepepet, harus didahulukan bila terkena musibah atau butuh lebih dulu dengan alasan bisa diterima bersama.

Kirim Naskah ke Majalah Bobo, yuk...

Dear teman-teman, saya copy cara, syarat sama ketentuan mengirim naskah ke Majalah Bobo langsung dari sumber Link Majalah Bobo. Buat pengingat dan penyemangat saya juga jadi ikutan ngirim.


Dapat photonya dari sini: http://you.co.za/special-focus/bobo-is-back/


ini infonya langsung dari Majalah Bobo:
Syarat Teknis Penulisan Naskah Cerita

1.     Font: Arial
2.     Ukuran font: 12
3.     Jarak baris: 1,5
4.     Banyak kata: 600 – 700 kata untuk cerita 2 halaman
                            250 – 300 kata untuk cerita 1 halaman
5.     Di bawah naskah cerita tersebut, cantumkan:
        a.     Nama lengkap
        b.     Alamat rumah
        c.     Nomor telepon rumah/kantor/ handphone
        d.     Nomor rekening beserta nama bank, dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut      (seperti yang tertera di buku bank) Untuk pembayaran honor pemuatan dari majalah Bobo.
6.     Lampirkan biodata singkat yang berisi poin nomor 5, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan, dan
        pekerjaan.
7.     Naskah berserta biodata bisa dikirimkan via pos, ke alamat:
        Redaksi Majalah Bobo
        Gedung Kompas Gramedia Majalah Lantai 4
        Jalan Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530


Syarat Umum Penulisan Naskah Cerita

1.     Cerita harus asli, tidak menjiplak karya orang lain.
2.     Cerita tidak mengandung unsur kekerasaan, pornografi, atau yang menyinggung SARA
        (suku, agama dan ras)
3.     Tingkat kesulitan bahasa, kira-kira yang bisa dimengerti oleh anak kelas 4 SD.
4.     Menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
5.     Kata-kata berbahasa asing/daerah atau dialek tertentu, diketik dengan huruf italic.
6.     Alur cerita dan permasalahan cocok untuk anak-anak usia SD.
7.     Penulis yang naskahnya  diterima, akan mendapat honor setelah ceritanya dimuat, dan kiriman majalah
        Bobo sebagai nomor bukti pemuatan cerpen.
8.     Naskah yang tidak diterima, tidak akan dikembalikan. Diharapkan penulis menyimpan naskah asli.
9.     Berhubung banyaknya naskah yang dikirim ke redaksi Majalah Bobo, maka waktu penantian pemuatan
        cerita bisa memakan waktu minimal 4 bulan.
10.   Penulis yang ingin menarik kembali naskahnya untuk dikirim ke majalah lain, diharapkan
        pemberitahuannya terlebih dahulu ke redaksi Majalah Bobo, agar tidak terjadi pemuatan ganda.

Senin, 09 Maret 2015

Anak Kinestetik Belajar Mengakui Kesalahan

Sudah berapa bulan ini Emily susah banget buat diminta mandi pagi... satu sebab diantaranya yang sering buat saya terlambat mengajar. Ada ajah tingkahnya, dari teriak, loncat, manjat sampe main tak umpet. Sampe kewalahan dibuatnya!

Sewaktu kelepasan, saya pernah sampai spontan ngomong dengan nada cukup tinggi: "Jadi Emily, maunya apaaa? Kok nyusahin mama banget!" melayang deh cubitan saya. selepas itu jadi sedih. Bukan makin nurut, justru makin menjadi. Jeritannya makin keras dan marah, seperti apa yang saya lakukan. Wuaah! Dia jadi bercermin, semakin saya kesal, semakin dia marah.
Lambat laun saya berusaha memahami tingkahnya, saya tidak peduli lagi gaji dipotong karena ngak tepat waktu dan ngak dapat bonus disiplin tiap akhir bulan. Saya berusaha pelajari perkembangan stimulus dan tingkah lakunya. Prilaku kinestetiknya buat dia seperti anak aktif kadang terlalu aktif, sampai ada yang bilang "anaknya hiperaktif banget yah, mba!" Owalaah.... masa sih! awalnya buat saya menciut waktu bersosialisasi sama lingkungan sekolah, ketika diajak jalan, termasuk teman tetangga rumah.. hingga sampai saat ini buat teman-teman ogah main bersamanya. "Dia ingin diakui lingkungannya" keberadaannya ingin menjadi sorotan, sekilas seperti egois. Saya pelajari juga, "kok teman tetangga rumah ngak mau main sam dia!". Ternyata dia jadi belajar arti penolakan dan dijauhi, saya pikir nga apa lah... toh dia jadi paham nantinya sambil saya kasih pengertian.
Seperti dua kejadian kemaren:

PERTAMA: Pulang main sama teman tetangga, saya sengaja supaya kakak ikut ngawasin Emily .. kalo saya yang ikutan ngawasin nanti yang ada jadi subjektif, apalagi menyangkut anak tetangga. si kakak cerita: "Emily nga dikasih main bareng, mah! Pas pegang kartu si A"... mungkin saking parnonya si A sejak teman-teman yang lain menolak Emily jadi dia pun ikutan. Saya lihat diwajahnya terbesit kekesalan dan kecewa. Langsung kekamar, ngak beberapa lama saya susul dan dia bilang:
Emily: "I want to go to my house! (dia lg belajar bh. Inggris lewat movie edukasi sm saya biasakan lewat komunikasi).

Saya: "this is your home, Ely"
Emily: "No..mama! Temen ku galak-galak!"
Dia lagi belajar penolakan, saya coba memberi pengertian pakai pendekatan teman. Dia pun coba pahamin. Bersyukur, dia bukan termasuk anak yang memendam kesal.... yah namanya juga anak-anak! Ooops tapi serius... Emily tipe anak easy going, saya berusaha buat dia tidak memendam kekesalan. 

KEDUA: Seperti biasa, jumat pagi saya berusaha merajuk buat mandi ceria. Ternyata kumat lagi ngambeknya, kali ini saya disiram sampai kewajah. Sedih.... sudah pasti. Tapi saya berusaha lupain dan belajar bersabar, meski hati bergejolak. Siang sepulang sekolah, terdengar dia memanggil: "mami, where are you?".. saya langsung dipeluknya sambil berucap:" I am sorry mami, tadi pagi ngak mau mandi". Senangnya bukan kepalang, dia jadi lebih paham kalo perbuatannya salah, dan buat orang lain tidak nyaman. Bahagianya saya, dari belajar proses penolakan sampai permintaan maaf atas kesalahan. 
Saya punya sedikit info tentang anak Kinestetik (gerakan), mereka akan mudah menangkap pelajaran terlebih dengan praktik langsung.

Kata Brandi Roth, PhD., psikolog juga penulis buku Secrets to School Success: Guiding Your Child Through a Joyous Learning Experience, dari Beverly Hills, Amerika, anak yang punya prilaku kinestetik cirinya mudah belajar sesuatu dengan praktik.

Ciri umumnya, biasanya: 
- Suka menyentuh, merasakan, dan memegang sesuatu.
- Jangka waktu perhatian pendek.
- Suka sama kegiatan yang banyak bergerak dan bekerja.
- Lebih memilih memperlihatkan atau menunjukan sesuatu daripada menjelaskan sesuatu.
- Biasanya senang pelajari sesuatu dengan tangan secara lebih baik, dan suka pelajari sesuatu sendiri alias petualang. 

Nah, apa ada pembaca punya anak atau saudara cilik seperti anak saya?.. hihi... mari kita belajar bersabar bersama..

Saya juga baca edukasi link ini:  http://www.parenting.co.id/article/usia.sekolah/ciriciri.anak.tipe.kinestetik/001/004/379

"lihat, mah... bros bisa jadi jepitan rambut...hihi
"Hore, aku dapat baju Frozen dari Tante Eci"