Like Us Facebook

Selasa, 24 November 2015

Ayo, tanamkan kembali gerakan surat menyurat

Jaman serba modern dan canggih membawa kita pada berkurangnya komunikasi luas dan lebih santun. Ingat dulu waktu kecil, sewaktu saya sakit atau ijin ngak bersekolah mama dengan sigap membuat surat permohonan ijin untuk nga bersekolah dan surat itu selagi mama sempat akan diantar langsung atau dititip kakak agar diterima langsung oleh bu guru. Kemajuan jaman kadang justru membatasi kita sendiri untuk berbicara santun. Beberapa kali saya pun melalukan hal yang sama, ketika anak ngak masuk, saya dengan mudahnya sms ke bu guru untuk permohonan ijin, terkadang guru pun sama menanggapi   balasan santai ok/baliklah atau cepat sembu ananda.
Alangkah baiknya gerakan berkirim surat kembali digalakan diantara kita orangtua murid atau guru, tidak serta merta hanya berkirim sms ata info japri di grup atau japrian langsung di wa guru, duh! Berkesan santai banget ya....
Beberapa kali saya temukan keluhan guru kelas ketika menghadapi orangtua yang kurang pengertian berkomunikasi kepada guru atau sebalikya ketika saya di sekolah anak, kurangnya perhatian guru kepada peserta didik. Nah, sepertinya disini benar-benar adanya kurang komunikasi santun dianta
dokpri:surat ijin Miki buat guru

Kamis, 19 November 2015

Vaksin Minighitis dan Influenza Jelang Umroh

Suasana awal penyimpanan berkas
Dapat kabar tempat vaksin suntik Minighitis di Rs. Haji Pondok Gede sudah tutup jadi agak sulit buat saya yang berlokasi di area Pondok Gede untuk cari tempat vaksinasi lainnya. Dua tahun lalu saya berkesempatan umroh bersama teman-teman, dan kali ini InsyaaAllah di Desember akan datang kembali saya bersama kembali diberikan kesempatan umroh akhir tahun masehi, semoga lancar dan diberi kemudahan aamiin.

Sebelumnya, dulu suntik di Rs. Haji Pondok Gede terasa banget nyamannya meski suntik dihari Sabtu antrian tidak begitu padat, dan ngak diburu-buru berangkat shubuh. Tapi kali ini saya meski cari informasi dahulu untuk tempat mana yang paling nyaman buat kami kesana. Mendengar informasi dari teman dan baca di blogger serta internet, kalau di Bandara halim itu padat banget meski jam 4 shubuh.. waoow, ngak sanggup! Setelah saya dan suami diskusikan, keputusan vaksin di Bandara Soekarno, katanya lebih nyaman meski padat tapi antrian jujur tidak ada sela dan mengambil tiket titipan. 


Syarat Vaksin
Alhamdulillah sampai dilokasi, tepatnya samping persis Masjid Bandara Soeta ada Klinik Bandara kami tiba kisaran jam 5.35 wib. Suasana masih sepi. Didalam masih kisaran belasan pengunjung sudah tiba untuk vaksin. Kondisinya saya ditinggal suami yang meski meluncur balik ke Bandara Halim untuk rapat dan tiba kembali jam 9.00wib. Cukup bingung sendirian, bersyukur saya tipe paling cepat nanya kalaunsudah bingung. Ada ibu-ibu saya tanya apa yang meski saya lalukan, "meski masukin berkas sama formulir!" Waduh, formulir cuma tinggal satu dari ibu yang didapat dari travel agentnya, siapa duluan ya, suami apa saya? Kembali saya tanya Bapak lain, alhamdulillah formulir tersedia disana. Aman! Masih pagi lebih nyaman. Terpaksa saya palsuin tanda tangan suami, daripada nunggu datang antrian ditutup atau kesorean pulangnya.
Apa saja persyaratan untuk Vaksin, ini infonya:
1. Copi Ktp, 1 lembar
2. Copy passport, 1 lembar
3. Pas photo, uk. 3x4, 1lembar

Lanjut mengisi formulir standar informasinyang berhubungan dengan data diri sama tanggal keberangkatan. Supaya dapat cepat dapat antrian langsung masukin formulir yang sudah distaples sama persyaratannya ke dalam kotak yang tersedia didepat loket, jangan ditahan ya... nanti ngak dapat nomor!

lebih pagi lebih baik, sepi euy...
Berikutnya biaya vaksin minighitisnya Rp. 305.000.- (sudah termasuk keseluruhan biaya administrasi) dibayar setelah cek kesehatan. untuk yang mau ditambah vaksin influenza Rp. 170.000.- dibayar setelah penyuntikan.

Antrian dilayanin sampai formulir habis kisaran 200 s/d 300 kisaran jam 9.00wib antrian sudah ditutup atau formulir habis. 

Buru-buru jalan jadi ngak sempat beli sarapan, jangan khawatir disana ada kantin. Sempat terpisah nomor antrian, eeh ternyata si ayah malah duluan disuntik sampai selesai dapat kartu kuning... hehehe bisa ajah ya.

Selesai sudah, kartu kuning ditangan diham 10.40 wib... buat teman-temanyang ingin tahu tempat mana lagi yang bisa untuk vaksin bisa sambil searching di google.