Selasa, 24 November 2015

Ayo, tanamkan kembali gerakan surat menyurat

Jaman serba modern dan canggih membawa kita pada berkurangnya komunikasi luas dan lebih santun. Ingat dulu waktu kecil, sewaktu saya sakit atau ijin ngak bersekolah mama dengan sigap membuat surat permohonan ijin untuk nga bersekolah dan surat itu selagi mama sempat akan diantar langsung atau dititip kakak agar diterima langsung oleh bu guru. Kemajuan jaman kadang justru membatasi kita sendiri untuk berbicara santun. Beberapa kali saya pun melalukan hal yang sama, ketika anak ngak masuk, saya dengan mudahnya sms ke bu guru untuk permohonan ijin, terkadang guru pun sama menanggapi   balasan santai ok/baliklah atau cepat sembu ananda.
Alangkah baiknya gerakan berkirim surat kembali digalakan diantara kita orangtua murid atau guru, tidak serta merta hanya berkirim sms ata info japri di grup atau japrian langsung di wa guru, duh! Berkesan santai banget ya....
Beberapa kali saya temukan keluhan guru kelas ketika menghadapi orangtua yang kurang pengertian berkomunikasi kepada guru atau sebalikya ketika saya di sekolah anak, kurangnya perhatian guru kepada peserta didik. Nah, sepertinya disini benar-benar adanya kurang komunikasi santun dianta
dokpri:surat ijin Miki buat guru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...