Like Us Facebook

Selasa, 18 Agustus 2015

Diskusi Budaya Bersama Imam Shamsi Ali

Sahabat ummi, Sudah semestinya umat Islam di Indonesia berbangga hati sebagai umat Islam terbesar di dunia dengan jumlah penduduk mayoritas Islam. Memiliki tokoh pemuka agama Islam Imam Shamsi Ali, berdarah Makasar-Indonesia telah turut serta dalam membesarkan agama Islam dinegeri adidaya, Amerika Serikat. Negara yang terkenal dengan paham sekuler dan liberalisme, tetapi justru memberikan kebebasan seluruh penduduknya disana untuk saling berinteraksi dan kebebasan berekspresi serta mengemukakan pendapat tanpa kebablasan. 

Tepat tadi siang pada pukul 14.00 wib, di selengarakannya acara Dialog Budaya oleh Kedutaan Amerika Serikat di Audiotarium Budaya @america, Pasific Place lt. 3, dengan menghadiri Imam besar Masjid di New York, Amerika Serikat yaitu Imam Shamsi Ali, berserta dua Diva pemuka agama Islam di Indonesia Aa Gym (Abdullah Gymnasiar) dan Ustadt Yusuf Mansyur.

Diawali dengan penyampaian kata sambutan oleh Mr. Eric (perwakilan Kedutaan AS untuk Indonesia), menyampaikan kebahagian dan keterbukaannya untuk menyelenggarakan acara dialog budaya dengan narasumber yang sudah tidak asing lagi dinegara AS, yaitu Imam Shamsi. Dahulu ketika peristiwa pemboman WTC, Imam Shamsi merupakan perwakilan doa bersama dari 3 agama, ketika itu mengenang peristiwa kesedihan pemboman WTC atas undangan dari George W. Bush (Presiden AS ke 43). Dengan riwayat kegigihan seorang Imam Shamsi menyelenggarakan Diskusi Budaya Tentang Islam di Amerika Bersama Imam Shamsi Ali, berserta Ustadt Aa Gym dan Ustadt Yusuf Mansyur. 

sumber terbit: http://www.ummi-online.com/diskusi-budaya.html
Profil penulis:
levin lme, pengajar yang mencintai menulis. saat ini aktif mengajar di SDIT IQRO dan melanjutkan kuliah lanjutan di Pasca sarjana universitas As Syafiiyah, Jakarta. dapat dihubungi di email:leviyanti7@gmail.com
, www.levinayanti.com, twit: levinaika.

Jumat, 14 Agustus 2015

Nasib Tomat Garut Disepanjang Jalan

Nasib tomat dijalan Cikajang Garut, disepanjang jalan terbuang percuma. Menyedihkan! Menurut Fikka S. Pemilik photo yang melihat langsung kondisi dilapangan ternyata perilaku ini sengaja dilakukan oleh para petani perkebunan dalam mengahadapi kegalauan harga jual tomat yang jauh dibawah harga proses perkebunan.

Untuk tomat ranum ini hanya di hargai Rp. 200perak/kg.  Sehingga hasil panen tomat sengaja dibuang oleh petani, atau dibagikan secara gratis. Para petani letih bercampur lelah dibawah terik matahari bercocok tanam, menanam benih sampai bertumbuh hingga berbuah menunggu panen, dan itu semua adalah proses waktu! Tapi pada kenyataannya keringat mereka hanya dihargai dengan nilai uang berjumlah perak bukan puluhan bahkan ratusan, buat perkilonya saja Rp. 200perak, tentunya petanilah yang menjadi korban!

Pada umumnya harga tomat dipasaran atau diwarung biasanya dijual dengan harga Rp. 1000/butir, menyedihkan. Masalah yang muncul dilapangan hasil panen petani di Indonesia dilimpahkan kepada mekanisme pasar, sehingga sedikit demi sedikit bukan hanya lahan yang alih fungsi, tetapi juga petani.

Sayangnya sayuran seperti ini nga bisa bertahan lama, dipetik mengkel beberapa hari kemudian merona. Beda dengan bawang dan lada atau rempah lainnya, banyak tengkulak minat. Terbesit sempat berpikir untuk mereka sendiri saling mendukung dan punya link dari jenis sayur mayur yg berbeda atau tanam sayur mayur dgn bbgai jenis sesuai jenis tanah disana, seperti yang dilakukan orangtua teman kami di Bandung-lembang mrk saling mendukung ssama petani krn mekanisme pasar spt itu, langsung jadi marketing jg, dia menaman berbgai sayur mayur dgn jenis tnh lembang... tekadnya smp langsung penjual COD, atau bawa mobil bak terbuka cr pangsa pasar sendiri.

 Menjadi PR besar untuk lebih memajukan usaha kecil menengah oleh pemerintah, dengan program pemerintah menambahi atau merivisi menjadi kebaikan buat murid dan orang tua. Semoga petani dan pertanian Indonesia akan semakin dilirik oleh pemerintah, tidak dianak tirikan!

Fb: levin lme
Tw: levinaika
Blog : levinayanti7@gmail.com

Selasa, 11 Agustus 2015

Diskusi Budaya Islam di AS Bersama Imam Shamsi Ali, berserta Ustadt Aa Gym dan Ustadt Yusuf Mansyur

Diskusi Budaya Tentang Islam di Amerika Bersama Imam Shamsi Ali, berserta Ustadt Aa Gym dan Ustadt Yusuf Mansyur
Sudah semestinya umat Islam di Indoensia berbangga hati sebagai umat Islam terbesar didunia dengan jumlah penduduk mayoritas Islam, memiliki tokoh pemuka agama Islam berdarah Makasar-Indonesia telah turut serta dalam membesarkan agama Islam dinegeri adidaya, Amerika Serikat. Negara yang terkenal dengan paham sekuler dan liberalisme, tetapi justru memberikan kebebasan seluruh penduduknya disana untuk saling berinteraksi dan kebebasan berekspresi serta mengemukakan pendapat tanpa kebablasan. Tepat tadi siang pada pukul 14.00wib, di selengarakannya acara Dialog Budaya oleh Kedutaan Amerika Serikat yang bertempat di Audiotarium Budaya @america, Pasific Place lt. 3, dengan menghadiri Imam besar Masjid di New York, Amerika Serikat yaitu Imam Shamsi Ali, berserta dua Diva pemuka agama Islam di Indonesia Aa Gym (Abdullah Gymnasiar) dan Ustadt Yusuf Mansyur.
Diawali dengan penyampaian kata sambutan pembuka oleh Mr. Eric (perwakilan Kedutaan AS untuk Indonesia), menyampaikan kebahagian dan keterbukaannya untuk menyelenggarakan acara dialog budaya dengan nara sumber yang sudah tidak asing lagi dinegara AS, yaitu Imam Shamsi, dahulu ketika peristiwa pemboman WTC merupakan perwakilan doa bersama dari 3 agama, ketika itu mengenang peristiwa kesedihan pemboman WTC atas undangan George W. Bush (Presiden AS ke 43). Dengan riwayat kegigihan seorang Imam Shamsi untuk memperjuangkan kebesaran Islam Indonesia yang berkarakter dan berakhlak menjadikan Islam semakin dikenal lebih jauh dan lebih baik lagi, serta dengan pendekatan dialog antara perbedaan agama. Imam Shamsi sebagai pencetus Interfaith Dialogue antara umat muslim dan Yahudi dan agama lainnya memberikan kehangatan komunikasi antara perbedaan pemeluk agama, yang justru menjadikan Islam lebih dikenal dengan keindahannya.
Ditambah dengan kehadiran Aa Gym dan Ustadt Yusuf, semakin menambah animo Islam lebih berwarna dan semakin Indah, dilihat dari sisi Tasawuf dan makna Sadaqoh. Audiance dibawa dalam cerita dari masing pembicara yang telah memiliki pengalaman dalam perjalanannya di Amerika,hingga menjadikan gambaran besar bahwa Amerika yang selama ini didengungkan oleh pemikiran tertentu bahwa dengan memaknai Islam adalah teroris atau mengecilkan kebebebasan umat Islam untuk berkembang meski diperbaiki pemikiran tersebut, karena justru sebaliknya. Bangsa Amerika yang lebih dikenal cuek ternyata memiliki ketetarikan tinggi dan sebagian penduduk disana justru memiliki rasa ingin tahu, serta ingin mempelajari lebih jauh tentang Islam seutuhnya.
Mengutip ucapan Imam Shamsi Ali: "Muslim di Amerika harus merasa Amerika adalah bagian Integral dari kepemilikan umat Islam, dan Islam mendukung kemajuan". ditambahkannya bahwa di Amerika semua adalah pendatang, penghuni aslinya adalah Indian Amerika, maka siapapun yang tinggal disana memiliki kebebasan yang sama untuk memajukan agama dan negara sesuai dengan visi misinya masing-masing dengan kebebasan, terpenting adalah kebebasan yang tidak kebablasan.
Dengan silaturahim Aa Gym berserta Ustadt Yusuf Mansyur memberikan cahaya Islam yang lebih menderang dibarengi dengan usaha dan kinerja Yusuf Mansyur atas tekadnya akan menjalankan sistem untuk membesarkan Islam di AS, membekali generasi penerus tentunya dengan dukungan bersama dan diiringi kesempatan besar yang diberikan kedutaan besar AS di Indonesia yang turut andil memberikan peluang emas bagi kebesaran Islam disana. Dengan gaya gaul serta sederhana, ustadt Yusuf mengatakan: "nantinya sistem-sistem akan membangun rumah Tafhiz dengan mimpi hingga ke 50 negara bagian, serta membesarkan masjid bersama umat Islam yang berakhlak, mengantarkan imam masjid-imam masjid penerus membawa oase perkembangan Islam.
Penjelasan dan berbagi cerita oleh Aa Gym menjadikan Islam berciri murah tersenyum dan pasrah (dalam arti ridho Allah ketika sudah berusaha dan membawa agama dalam Akhlakul Kharimah), pengalaman dan candaan Aa Gym menceritakan sifat dan sikap bangsa Amerika yang telah memiliki sifat Islami bahkan lebih Islami dibandingkan umat Islam yang hanya mengatakan dirinya Islam. Pengalamannya ketika kegemaran berkuda Aa tetap dilakoni di AS, ketika ingin berlatih, dengan mimik dan keseruan cerita menunjukan kagetnya ketika pelatih berkudanya adalah sesorang nenek senja, memberikan training awal agar mendahulukan akhlak terhadap binatang dengan sikap menyayangi binatang/kuda terlebih dahulu dengan ketulusan, hal ini persis seperti yang diceritakan sahabat Rosullulah SAW, bahwa Rosulullah menegur mereka/para sahabat yang telah asik mengobrol diatas pundak kuda dengan mengatakan seharunya turun, justru menyiksa kuda berada diatasnya hanya untuk bercakap-cakap.
Dari sharing pengalaman oleh para pembicara selama berada di negeri paman Sam terutama sekali bagi Imam Shamsi Ali yang sudah menetap belasan tahun bersama keluarganya disana dan telah berbagi cerita didalam buku Imam Shamsi Ali-Menebar Damai Di Negeri Barat-penulis Julie Nava, membawa Islam dalam keindahan bersilatirahim dan oase baru untuk umat Islam di Indonesia sendiri agar lebih memahami Islam lebih dalam dan menjadikan lebih berkarakter dan mengenal lebih jauh kondisi serta proses perkembangan Islam di negeri barat, New York pada khususnya. Atas usaha dan jerih payah selama beberapa tahun kebersamaan, membawa Islam memiliki libur Idul Fitri dan Idul Adha untuk kawasan New York City, itu merupakan usaha luar bias. Apalagi dengan kebersamaan saling merangkul diantara Aa Gym serta Yusuf Mansyur berserta tokoh Islam Indonesia besar lainnya membawa Islam lebih ramah di iringi silaturahim diantara perbedaan pemeluk untuk lebih saling menghargai dan menjaga privasi masing-masing, seperti halnya sifat dan karakter bangsa Amerika itu sendiri secara umum atas penyampaian Imam Shamsi, bahwa Islam berkarakter menjadikan perilaku dan akhlak serta sikap yang lebih baik.
dokpri. photo bareng Imam Shamsi (Titin, Levin, Imam Shamsi, Suci R)

Selasa, 04 Agustus 2015

Bersama BNI Mengwujudkan Mimpi Kami

Pertama Kali Mengenal BNI

Masih tergiang diingatan saya 13 (tiga belas) tahun yang lalu kisaran tahun 2003, pertama kali mengenal BNI. Ketika itu awal saya menitik karir di Jakarta dan semangat luar biasa dalam bekerja menjadi pegawai kantoran. Ketika itu saya bekerja sebagai Sekretaris merangkap GA (General Affair) di PT. Batasa Capital. 
Logo kedua BNI kapal layar (1988-2004)
 
Logo BNI di tahun 2004 hingga kini
Kala itu saya dipercaya perusahaan untuk membantu mengurus pembukaan rekening perusahaan terdekat yang berlokasi disatu gedung kantor yang berlokasi di Chase Plaza Jl. Sudirman, Jakarta. Saat itu ada dua bank berdekatan, tentunya kami memilih BNI dengan komitmen tinggi membantu mobalisasi perusahaan. Wuah, pengalaman banget bagi saya dan masih terbayang momennya. Disambut senyuman dan keramahan seluruh pegawai BNI 46. Hanya beberapa saat menunggu kami sudah langsung dilayani dan langsung memiliki dua account perusahaan dengan identitas corporate account. kami pun mendapatkan sovenir bingkisan menarik.... ssst! sampai hari ini saya masih menyimpan sebagai kenang-kenangan berupa jam digital, seperangkat manipedi hingga travel book, "heem, keren kan".

Dengan keramahan dan interaktif perwakilan bank menjelaskan secara detail produk yang akan kami gunakan dan butuhkan untuk spesifikasi perusahaan menengah. Secara seksama saya mendengarkan penjelasan. Selalu saya rasakan kenyamanan BNI,  hanya beberapa saat kami sudah langsung memiliki dua account perusahaan dengan pelayanan corporate. Hingga beberapa tahun berjalan perusahaan tetap melakukan kerjasama perbankan dengan cooperative, perusahaan pun puas atas pelayanan BNI.

dok.pri: Sovenir yang masih saya simpan hingga kini

Bukan saja pelayanan langsung bertemu, pelayanan yang kami dapat juga berupa pelayanan via telpon, sehingga ketika kami butuh informasi ataupun transaksi cepat skami bisa melakukan transkasi konfirmasi via telp. 

BNI bukan hanya menjalin kerjasama perbankan, tetapi terasa silaturahim melekat antara kami dan perbankan. Bertepatan kala itu saya sedang proses perencanaan pernikahan, duuh saya lupa namanya.. mbak siapa?! dia lah yang memperkenalkan saya bukan hanya produk perbankan Giro, Deposito atau tabungan, tetapi berupa perencanaan masa depan dari tabungan, kepemilikan rumah hingga kartu kredit BNI, yaitu tambahan Kartu Kredit BNI dan sayalah orang pertama dikeluarga besar yang memiliki #kartu kredit BNI "yeaaa! girang euy" .

Kartu Kredit BNI
Kenapa 'girang' kan cuma kartu kredit! 
Iyah, girang banget, karena kartu kredit BNI membantu tambahan proses biaya dan kebutuhan pernikahan kami. Kala itu, saya perkenalkan kartu kredit pada calon suami, saya sampaikan jika butuh tambahan biaya saya pun bisa membantu dengan kartu kredit BNI seperti penjelasan yang saya terima dari pihak perbankan. Pernikahan bagi saya proses yang kami tanggulangi bersama, ketika kesulitan kartu kredit BNI membantu mengamankan di awal hingga kini, kartu kredit BNI tetaplah dihati. Ketika itu kami butuh dana tambahan untuk biaya tak terduga, saya  telp customer servie Kartu Kredit BNI, mereka menawarkan pinjamn lunak yang akan diambil dari saldo kartu kredit dan ditransfer kerekening pribadi saya, Alhamdulillah banget. 


sumber: kartu kredit BNI

sumber:BNI


Selama saya bekerja dan membutuhkan pelayanan, pihak BNI tidak pernah mengecewakan, bahkan sangat membantu kami. Hingga berjalan waktu, seperti yang saya infokan BNI membantu saya dalam proses pernikahan kami ketika kekurangan dana, hingga ketika kami membutuhkan kemudahan memiliki rumah secara cicilan, dan kami sudah membuktikannya. BNI benar-benar memberikan jalan untuk kemudahannya. 

BNI Selalu Dihati 
 
Kami makin cinta sama BNI dari dulu hingga kini, dengan kemudahan transaksi perbankan dan kebutuhan liburan serta dadakan, sering kami manfaatkan berbagai promo BNI dari liburan, contohnya: ke Junggle Land hingga tiket pesawat penerbangan. Terbantukan sekali, dengan adanya pelayanan E-Banking dan Mobile Banking, saya dapat lalukan kapanpun dan dimanapun, termasuk beli pulsa telepon ketika kepepet jauh dari lokasi penjualan pulsa, cukup kisaran waktu 3 menit ketika tidak ada  hambatan online saya pun dapat menikmati kemudahannya.
Berjalan waktu, karena alasan keluarga saya tidak lagi bekerja disana, tetapi BNI tetap setia menemani perjalanan kami. Dengan suami mempercayakan account perusahaannya menggunakan BNI, membawa saya hingga anak tiga memiliki rekening anak untuk rencana masa depan serta depositonya. Segalanya karena perencanaan dan usaha, seperti motto dan usaha BNI membesarkan negeri. Saya begitu percaya diri dengan BNI menemani keluarga kami. Bersama #69Tahun BNI juga turut serta menemani keluarga lainnya yang telah lebih dahulu dari kami, membuktikan bahwa BNI begitu solid menjaga kepercayaan untuk membantu mengukir masa depan kami berserta masa depan anak dan nantinya cucu-cucu kami, karena BNI selalu dihati membantu menjaga, menyimpan serta mangatur dengan menjadi bagian manajemen keuangan kami agar lebih baik lagi pengelolaannya.

Terima kasih BNI yang selalu dihati menemani kami hingga hari ini dan hari esok, sukses selalu untuk BNI dan jaya membangun masa depan putra dan putri negeri untuk mengukir cita-citanya terwujud.

"Selamat Ulang Tahun ke 69 BNI, jaya terus dan teruslah berjaya membangun negeri dan anak cucu serta masa depan bangsa, karena BNI selalu dihati, menemani dari dahulu hingga kini".

Di ikutsertakan dalam lomba Blogging BNI ke 69 Tahun



Sumber Informasi:
Website BNI: http://bni.co.id/id-id/beranda.aspx
Kartu Kredit BNI:  http://bni.co.id/id-id/bankingservice/consumer/kartukredit/jeniskartukredit/kartukreditregular.aspx
https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Negara_Indonesia


Senin, 03 Agustus 2015

Bahaya Luka Di Puting Payudara

doc.pri: kondisi kakak tenang
Menghela napas panjang aku melihat kakak berbaring dengan tenang, tentang menunggu dalam waktu hitungan setengah jam jelang operasi.  Aku hanya menjadi saksi kekuatan kakakku, entahlah untuk kesekian kalinya. Begitu tegar dia! Membuat airmata ini tak kuat mengalir deras dikala kakak memejamkan tertidur tenang.
Perempuan, dituntut untuk kuat. Tegar menghadapi segala masalah hidup, dan aku pun belajar dari kakakku, begitu tegarnya dia menghadapi masalah hidup. Kini hari ini, saat ini kakak berbaring diruang 3005 RS. Siloam Semanggi, Jakarta. Tempat yang ngak pernah diharapin buat bermalam, bermala bersama beberapa pasien kanker payudara lainnya. Tth Kiki ngak pernah menyangka ini terjadi, begitupun aku!
"Tuhan maha tahu kekuatanmu... Allah berikan kasihNya lewat hantaran penyakit yg akan di angkat dengan cintaNya... Cepat Pulih, kakakku". 



Berawal kisaran 5 tahun lalu bersama lahirnya buah hati kakak, bayi mungil ganteng bernama Alexander, cukup disayangkan kakak nga mampu buat menyusui alex, dan alex meronta meninggalkan luka diputing payudara kakak. Disini aku ngak membahas ketidakmauan dan ketidakmampuan kakak dan alex untuk menyusui, hinggaa akhirnya meninggalkan luka diputing payudara kakak. Check up dokter ngak mempermasalahkan kakak menggunakan obat luka beta**** dipayudara. 

Ternyata kondisi inilah yang mempengaruhi rasa nyeri beberapa minggu belakangan ini. Kakak ditemani suaminya kembali check up dokter untuk memastikan penyebab rasa nyerinya. Kabar duka pun kuterima 4 hari lalu, setelah hasil pemeriksaan dari RS. Corolus dengan tegarnya ia kabarkan via telpon kalau sakit nyeri disebabkan ada luka menjalar diputingnya, dan meski diangkat. Untuk menghilangkan keraguannya, atas saran kakak kami yang pertama tth Lia, serta masukan dari kami, kakak pun mengikuti anjuran untuk periksa Rs. Siloam, dimana papa pernah di operasi.
Kanker tumbuh bukan hanya faktor genetik, tetapi ada beberapa kemungkinan lainnya, diantaranya:
dok.pri: suasana malam Jakarta
Penyebab operasi payudara kakak bukan berasal dari faktor genetik, tetapi disebabkan luka kecil berakibat besar. Tanpa pernah disangka terduga, dari luka kecil diputing payudara membawa bencana di 5 tahun kemudian, tepat dihari ini. Tak putus-putus doa kami untuk kondisi kakak yang begitu tegar langsung memutuskan dioperasi pengangkatan puting payudara untuk dibiobsi. Dokter pun belum bisa memastikan ini kanker atau bukan sebelum melihat hasilnya. Tetapi sudah termasuk dalam kategori kanker tentunya, dengan tindakan yang sama. 

Malam ini, tepat jam 8.30 kami menunggu kesiapan operasi payudara kakak. Dokter bergantian memberi informasi, dukungan serta tahapan jelang dan proses operasi. Tindakan yang disampaikan dokter apabila benjolan pada puting payudara kakak diangkat dan dibiobsi dan hasilnya dapat dilihat dalam 15 menit, dokter memberikan dua alternatif yang meski dipilih, satu perawatan saja setelah puting diangkat dengan hasil baik, sedangkan kedua apabila membahayakan payudara yang telah menjalar akan diangkat, meski tanpa dijelasin kanker stadiumnya. 

dok.pri: cek kondisi pasca operasi
Menjadi peringatan buat kaum perempuan bahwa pemicu kanker dari berbagai sebab yang kadang di anggap sepele, dari asupan makanan yang dikonsumsi, penyebab luka hingga genetik. Terpenting tidak meremehkan apapun benjolan yang ada dikisaran payudara, dari luka sekecil apapun hingga nyeri untuk diperiksa penyebabnya hingga pemulihan.
Tepat jam:10.20pm.
 Dokter Abdab mengabarkan secara detail, luka dan benjolan diputing kakak sudah diangkat, Alhamdulillah puji syukur hasilnya 90% tumor jinak, dan telah dibuang. Dalam 5 hari kedepan akan diteliti hasil pengangkatan benjolan di UI RSCM untuk menguatkan menjadi 100% bahwa hasilnya tumor jinak tidak menjurus kanker.




dok.pri: dokter menjelaskan selesai operasi