Minggu, 28 Februari 2021

Cara Ngririt Biaya Pemelihara Kucing

 

Hallo cat lovers,

 

Buat kalian yang mampir di blog saya, kali ini pengin banget berbagi pengalaman dalam merawat kucing-kucing domestik. Kebenaran kisaran tiga tahun lebih, kami senang merawat kucing liar, jumlah memang tidak banyak.

 

Bermula dari ada satu kucing dalam kondisi sakit kakinya mampir dihalaman rumah. Lumayan bengkak kakinya. Lalu kami rawat, diberinya obat. Kisaran dua hari kemudian kucing itu kembali, seperti ngucapin terima kasih gituh. Wah, nggak nyangka banget tepat dimalam takbiran, kucing itu heboh meong-meong disekitar rumah berlanjut saya ijinkan masuk.

 

Sejak saat itu, kucing yang kami kasih nama Jacklien beranak-pianak dua kali. Dipikir lumayan repot mengurus anaknya lagi kalau Jacklien bakal hamil lagi, so …. Kami putuskan steril.

 

Segala yang baru pastinya belum banyak tahu, termasuk saya diawal memutuskan steril kucing. Dapat info berselanjar di google dapat rincian hasil kisaran biaya steril untuk betina, dari biayanya kisaran lima ratus ribuan sampai satu setengah juta lebih. Termasuk Jacklien, dimana saya dapat terlalu cepat memutuskan lokasi steril terdekat dan yang terpikirkan aman, harganya memukau… wow banget! Lumayan mahal setelah saya dapat tempat steril bagus dengan harga fantasis sangat terjangku.

 

Biaya steril Jacklien si induk,  satu jutaan lebih sedangkan anak-anaknya saya dapat link-nya dengan kata kunci steril murah area Pondokgede, dapat dititik dekat kecamatan Pondokgede.

 

Dok.pri: Kucing domestik liar ikut menyantap Maxi food

Nah, berhubung pelihara kucing-kucing membutuhkan biaya. Pastinya pintar-pintar cat lovers mensiasati bagaimana sebaiknya budget tidak membengkak dalam merawatnya. Satu diantaranya, dengan memberi makanan yang sesuai kebutuhannya plus tidak menguras keuangan. Berdasarkan dari pengalaman pribadi, begini cara mensiasatinya:

 

1.       Trial and Error. Uji coba kebutuhan asupan dilakukan, tetapi jangan terlalu banyak memberikan. Info dokter hewan, pastikan kucing tidak diare. Jika mereka diare berarti tidak cocok dengan jenis makanan yang dikonsumsi.

2.       Beri makan dengan ritme dan waktu yang tepat. Atur jadwal makannya agar tidak berlebihan dan kucing pun memilliki jam makan yang tepat seperti manusia.

3.       Selain asupan makanan, beri tambahan dengan vitamin yang dapat dibeli secara online dan terpercaya.

4.       Mencari tahu. Cari tahu dan cari info untuk produk yang layak dengan membandingkan dari referensi informasi online tentang kualitas dan spesifikasi dan kandungan zat serta vitamin pada kucing penting diketahui agar sesusai.

5.       Saling tukar informasi dengan sesama pencinta kucing.

 

Nah, dari hasil pengalaman selama ini, saya pun mendapatkan cara terbaik untuk memberi makan si kucing-kucing peliharaan. Dengan menghitung biaya yang dikeluarkan selama sebulan, saya bandingkan dengan kebutuhan kucing selama sebulan tersebut, lalu disesuaikan dengan pendapat dari kawan cat lovers, ternyata yang terbaik adalah kami membeli secara karungan. Kawan cat lovers memberikan gambaran, setelah ia beli karungan dapat dipakai selama tiga bulan, lebih menguntungkan mengurangi budget hingga limaratus ribuan sampai satu jutaan.

 

Dok.Pri: Dua anak kucing yang tersisa dari Jacklien. Setelah Jacklien menghilang dan satu anaknya hilang bermata biru. Warna putih kucing adopsi dari induk berbeda

Selain itu, dengan jenis makanan kering karungan, membantu kucing agar giginya lebih kuat dan tidak ada karang di giginya, beda bila kucing-kucing sering kali diberikan makanan basah, menurut dokter dan benar adanya mulut dan giginya akan kurang sehat.

 

Dokpri: anak kucing liar ikut di rumah






Untuk makanan karungannya pilihannya jatuh pada Maxi ukuran 20 Kg, kucing tidak pernah bosan memakannya. Lebih asiknya lagi bisa berbagi dengan kucing-kucing liar yang mampir ke rumah, selama tiga bulan pun masih tersisa dari kucing-kucing kami. Senang jadinya, bisa ngirit dan memuaskan mereka.

Dokpri: Pesanan Maxi ukuran 20 kg datang by Ojol

0 komentar: