Langsung ke konten utama

Menjadi Mama bukan Pilihan

"Saya hanya 'killing time' bersama anak-anak"....

Kalimat ini saya pinjam dari seorang ibu murid sekolah yang saat ini baginya adalah pilihan berat untuk menjadi ibu rumah tangga penuh 24 jam.

Saya paham, dan berusaha kembali memahami dengan kondisinya saat ini, secara dari kasat mata memiliki keluarga berkecukupan, tetapi lebih memilih bekerja dan berkarir, meninggalkan buah hati untuk bekerja dari larut pagi hingga larut malam.

Si bunda lebih memilih bekerja ketimbang mengurus anaknya, karena kembali dia berpikir, "saya sudah lahirkan, pembantu ada, ayah dan ibu pun ada yang mengawasi, jadi "saya kembali bekerja". Bahasa lain yang disampaikan adalah "saya lebih pandai bekerja dibanding mengurus buah hati, karir saya sangat dan jauh lebih penting dibanding belasan jam bersama mereka".

Tetapi, dikala di antara pilihan menjadi ibu pekerja atau penuh IRT dalam keadaan ataupun situasi serba terdesak, mama pun harus putuskan anak adalah segalanya. Meski ada tangisan teriak, emosi memuncak, tetapi menjadi "mama bukanlah pilihan, tetapi takdir yang harus dijalani karena sudah dititipkan kepada tangan hangat bunda yang akan membesarkan mereka.

Saya berusaha pahami kesedihan perempuan pekerja ketika dipojokan, ketika diantara pilihan, ketika dipersalahankan dan merasa bersalah.

Tetapi sekali lagi mama bukanlah pilihan tetapi takdir yang meski dijalankan dengan ke iklasan menjadi ibu yang kelak melahirkan anak berprestasi dalam bidangnya, dan anak-anak sholeh dan sholeha.

Saya pun kembali berusaha selalu menyadarkan diri, karena ibu adalah tiang, ibu adalah air susu yang memberikan jaminan bathin ketenangan dan kasih serta sayang buat buah hati yang dibesarkan untuk menjadi anak hebat.

Maka dengan doa dan usaha karena ibu lah ayah paham arti cinta kasih dengan belaian cinta sikap dan usaha dari Ibu terdahulunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama BNI Mengwujudkan Mimpi Kami

Pertama Kali Mengenal BNI Masih tergiang diingatan saya 13 (tiga belas) tahun yang lalu kisaran tahun 2003, pertama kali mengenal BNI . Ketika itu awal saya menitik karir di Jakarta dan semangat luar biasa dalam bekerja menjadi pegawai kantoran. Ketika itu saya bekerja sebagai Sekretaris merangkap GA ( General Affair ) di PT. Batasa Capital.  Logo kedua BNI kapal layar (1988-2004)   Logo BNI di tahun 2004 hingga kini Kala itu saya dipercaya perusahaan untuk membantu mengurus pembukaan rekening perusahaan terdekat yang berlokasi disatu gedung kantor yang berlokasi di Chase Plaza Jl. Sudirman, Jakarta. Saat itu ada dua bank berdekatan, tentunya kami memilih BNI dengan komitmen tinggi membantu mobalisasi perusahaan. Wuah, pengalaman banget bagi saya dan masih terbayang momennya. Disambut senyuman dan keramahan seluruh pegawai BNI 46 . Hanya beberapa saat menunggu kami sudah langsung dilayani dan langsung memiliki dua account perusahaan dengan identitas ...

Manfaat Daun Sirih

Daun sirih jenis pohon menjalar yang sangat mudah perawatan dan ditanamnya.  Tidak asing lagi bagi siapapun apalagi yang menikmati manfaatnya. Ada baiknya setiap rumah memiliki tanaman berkhasiat ini. Sudah tidak asing lagi bagi penjaja jamu menyediakan air daun sirih untuk tambahan ramuan jamu godok yang berkhasiat sebagai antiseptik bagi tubuh ketika di minum,  termasuk untuk Ms. V (aurat perempuan remaja dan dewasa)  agar hygienies dan kesat terawat. Selain itu air rebusan daun sirih sangat bermanfaat lho untuk kesehatan mata. Jika ditelusuri lebih detail lagi para pakar kesehatan maupun dokter berbaik hati berbagi tip kesehatan mengkonsumsi pemakaian daun sirih. Kali ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya biasa menggunakan daun sirih untuk pengobatan mata, keputihan, luka dan perawatan tubuh.  Dok.Pri: Tanaman sirih merambat di rumah Berikut saya sampaikan khasiatnya, termasuk yang saya rangkum dari konsumsi serta pemakaian juga informasi online dari...

Pendaftaran Ponpes Husnul Khotimah

Baru sempat dan mendapatkan mood berbagi kisah pendaftaran pesantren anak di tanggal 18 Desember, sayang dilewatkan momen ini buat saya pun dapat mengenangnya secara pribadi,. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman pembaca. Mendapatkan informasi referensi dari teman guru IQRO untuk lanjutan SDIT anak di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HAKA), awalnya ragu untuk maju mendaftar karena waktu yang sangat mepet hanya tersisa satu minggu lalu akan di tutup pendaftaran. Dengan di yakini oleh teman kedua teman guru Ibu Reni dan Ibu Iffah untuk perbaikan kualitas pendidikan anak dan menyerahkan kepada ahlinya, menjadikan saya berani meyakinkan suami untuk mendaftarkan anak pertama kami mendaftar dan ikut Tes PSB di HAKA. Dok.Pri: Lanika sedang berbaris persiapan upacara Putri kami tidak ingin pesantren sebelumnya, bila dengar kata pesantren yang ada dibenaknya adalah diasingkan dari keluarga, dikarenakan kesalahan cara penyampaian kami ketika emosi kepadanya jika dia nggak mau d...