Langsung ke konten utama

Antri, yuk..


Melakoni hidup wordpress.com

Kesentil juga jadi pengin tulis kelakuan kurang sabarnya kaum hawa alias perempuan kalo nunggu antrian.

Kejadian tadi pas saya belanja ke Superindo, awalnya saya santun dengan gaya berbusana dan sikapnya. "Ayoo dek mau ini, nih...nih! Sambil tunjuk mainan buat anaknya kisaran usia dua tahunan. Tuh...ibu sempat menghalangi jalan seperti orang kebingungan, dengan anak semata wayang.

Ketemu lagi diantrian kasir, dari jauh mata saya sudah menerawang lihat kasir yang siap buka antrian baru...blas saya sigap berjalan...tiba-tiba si ibu pindah haluan"ayooo dek, aduuh dek...." gimana sih bawanya mama susah, nih (seperti itulah celoteh sama sikecil yang tak bersalah) alih-alih saya sudah didepan kasir lebih dahulu, eh..jelas banget tuh ibu kesal, "tuh kan dek, kamu sih?"..

Sontak dengan wajah kesal pula dia lihat, saya... dalam hati saya berguman "sorry bu, no excuse... antri duluan, yah dilayani lebih dulu!".

Sekejap dia pindah kembali kekasir awal dia mengantri, sambil beberapa kali memandang saya, hihi... kesalnya si ibu malah diutarakan keanaknya yang disalahin dan dikeluhkan. Eeh ternyata pembeliannya belum selesai, masih mau mesen 3 kardus aqua...sontak dia teriakin sambil lambaikan dan tunjuk satpam supaya langsung ambilkan aqua dan antar ke dia.

Kalau saja si ibu bicara sama saya baik-baik, akan saya kasih antrian daripada berguman ke anak yang ngak ngerti apa-apa dan ngak berdosa, jadi tidak baik buat pandangan orang lain. Saya pun ngak mau gegabah memulai pembicaraan karena paham banget nih! tipe seperti ini bakal menyalahkan orang lain kalo diliat kelakuannya ajah sampai tega bentak-bentak anak didepan umum, kalo saya liat nih ibu sebenarnya ter-edukasi, tapi kelakuannya ini ngak seimbang sama penambilannya.


dapatnya dari sini: http://istrue.deviantart.com/art/antri-dong-124216146

Kedua, pas saya ingin sarapan pagi bareng dirumah sahabat. Saya bilang akan bawain lontong kare daging sapi....nikmaaat nya... cuus. Buat rumahnya dekat area Jatibening patut nyobain, nih.. posisi didepan persis Indomaret Jatibening II.

Antrian pertama hanya tiga, dan saya yang ketiga. 10 menit berlalu lanjut bertambah sampai akhirnya antrian hingga berdelapan dengan pesan bungkus lumayan banyak... satu jam berlalu si akang melayani langsung banyak pas pesenan lontong sayur. Tiba-tiba datang emak masih berwajah bantal.
"Bang, ada lupis?"
"Ada"
"Lima yah!"
Selang beberapa menit
"Saya ambil sendiri yah"
Eeh si akang malah jawab: boleh ajah... jelas-jelas tuh ibu "feel free"

Buat saya bisa jadi mungkin buat yang lain juga lihatnya sebal.. malah gerecokin orang lagi ngelayanin... 

"yah, tetap atuh madam! namanya beli masih harus dilayani penjual, emang gulanya mau ditaruh tangan!".

Karena ini giliran saya yang meski dapat duluan... langsung saya bilang "kang buruan anak saya belum mandi mau sekolah!"

Sebel juga sama si akang, harusnya ngomong kek "Antri bleeh.. ibu cantik".

Banyak sih kejadian buat problem malasnya antri disekitar kita, dialamin or ngak langsung. Justru saya lebih banyak alami paling males antri itu perempuan! helloow, kok perempuan sih! tanyakan ajah pada rumput yang bergoyang..hihi...  Cobalah kita bentuk budaya antri, padahal antri itu juga mengajarkan kesabaran, lhoo...

Teman-teman, kita ngak rugi antri..justru hati jadi lebih tenang dalam mengadapi persoalan. Karena emosi kita terbentuk. Dari nungguin, sampai mendapatkan hak kita setelah antri. Ayo kita bentuk budaya antri... kecuali kepepet, harus didahulukan bila terkena musibah atau butuh lebih dulu dengan alasan bisa diterima bersama.

Komentar

Bibi Titi Teliti mengatakan…
Duuuh...
Aku juga suka paling bete sama yang suka nyerobot2 gitu deh...

Harusnya sih penjualnya juga di-edukasi, jadi kalo ada yang nyerobot jangan suka dilayani, biar malu dan kapok..
Levina Adawiyah mengatakan…
iya mba...bete bingiit... berasa berkuasa. itu dia mbak... dia tulis kek or pake gambar bilang Antri!... besok aku mampir tak bilangin tukang lontong sayurnya....wkwkwk

Postingan populer dari blog ini

Bersama BNI Mengwujudkan Mimpi Kami

Pertama Kali Mengenal BNI Masih tergiang diingatan saya 13 (tiga belas) tahun yang lalu kisaran tahun 2003, pertama kali mengenal BNI . Ketika itu awal saya menitik karir di Jakarta dan semangat luar biasa dalam bekerja menjadi pegawai kantoran. Ketika itu saya bekerja sebagai Sekretaris merangkap GA ( General Affair ) di PT. Batasa Capital.  Logo kedua BNI kapal layar (1988-2004)   Logo BNI di tahun 2004 hingga kini Kala itu saya dipercaya perusahaan untuk membantu mengurus pembukaan rekening perusahaan terdekat yang berlokasi disatu gedung kantor yang berlokasi di Chase Plaza Jl. Sudirman, Jakarta. Saat itu ada dua bank berdekatan, tentunya kami memilih BNI dengan komitmen tinggi membantu mobalisasi perusahaan. Wuah, pengalaman banget bagi saya dan masih terbayang momennya. Disambut senyuman dan keramahan seluruh pegawai BNI 46 . Hanya beberapa saat menunggu kami sudah langsung dilayani dan langsung memiliki dua account perusahaan dengan identitas ...

Manfaat Daun Sirih

Daun sirih jenis pohon menjalar yang sangat mudah perawatan dan ditanamnya.  Tidak asing lagi bagi siapapun apalagi yang menikmati manfaatnya. Ada baiknya setiap rumah memiliki tanaman berkhasiat ini. Sudah tidak asing lagi bagi penjaja jamu menyediakan air daun sirih untuk tambahan ramuan jamu godok yang berkhasiat sebagai antiseptik bagi tubuh ketika di minum,  termasuk untuk Ms. V (aurat perempuan remaja dan dewasa)  agar hygienies dan kesat terawat. Selain itu air rebusan daun sirih sangat bermanfaat lho untuk kesehatan mata. Jika ditelusuri lebih detail lagi para pakar kesehatan maupun dokter berbaik hati berbagi tip kesehatan mengkonsumsi pemakaian daun sirih. Kali ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya biasa menggunakan daun sirih untuk pengobatan mata, keputihan, luka dan perawatan tubuh.  Dok.Pri: Tanaman sirih merambat di rumah Berikut saya sampaikan khasiatnya, termasuk yang saya rangkum dari konsumsi serta pemakaian juga informasi online dari...

Pendaftaran Ponpes Husnul Khotimah

Baru sempat dan mendapatkan mood berbagi kisah pendaftaran pesantren anak di tanggal 18 Desember, sayang dilewatkan momen ini buat saya pun dapat mengenangnya secara pribadi,. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman pembaca. Mendapatkan informasi referensi dari teman guru IQRO untuk lanjutan SDIT anak di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HAKA), awalnya ragu untuk maju mendaftar karena waktu yang sangat mepet hanya tersisa satu minggu lalu akan di tutup pendaftaran. Dengan di yakini oleh teman kedua teman guru Ibu Reni dan Ibu Iffah untuk perbaikan kualitas pendidikan anak dan menyerahkan kepada ahlinya, menjadikan saya berani meyakinkan suami untuk mendaftarkan anak pertama kami mendaftar dan ikut Tes PSB di HAKA. Dok.Pri: Lanika sedang berbaris persiapan upacara Putri kami tidak ingin pesantren sebelumnya, bila dengar kata pesantren yang ada dibenaknya adalah diasingkan dari keluarga, dikarenakan kesalahan cara penyampaian kami ketika emosi kepadanya jika dia nggak mau d...