Senin, 27 April 2015

Matahariku



Sedari dulu telah kusadari kau bukanlah kestaria
Seperti dalam cerita atau kisah romantisme
Kau hanya bagian dari kisah kesedihanku
Menghampiri, menghangatkan
Membawa lilin pada relung hatiku

Tanpa janji syahdu, meyakini bersama cahaya lembayu
Hadir mu  kala relungku lirih
Berkata: “aku bersedia menemanimu dalam lirih lukamu!”

Aach! Jalan ini terlalu panjang
Kubawa berat beban dipundakku
Ketika kutapaki jalan ini, begitu lelah
Berat langkah dibawah terik matahari menengelamkan

Tanpa lelah, kau usapkan deraian kesedihan
Menompang kala semakin lirih bebanku
Kau gapai:”sadarlah, buanglah masa lalumu!”
Merangkul dengan kehangatan mentari senja
Menjanjikan, mengantar jutaan bintang harapan bersama mimpiku

“Sadarlah,!” hidup untuk saat ini
Tinggalkan, hilangkan kesedihan dan lukamu
Jangan biarkan selalu menganga
Bersahabatlah dengan dirimu
Meski dia bukan kstaria, tetapi kau adalah matahariku
Menghapus berjuta kesedihan seperti bintang kala gelap gulita
Dengan cahayamu, Matahariku!

Bekasi, 26 April 2015
levin lme

#Diikutsertakan dalam lomba penulisan puisi Motivasi 

0 komentar: