Langsung ke konten utama

Etika Berkendara Bagi Perempuan

Tulisan ini sebenarnya sudah kisaran sebulan lebih belum dipublish, pas lihat dokumen ada beberapa yang belum ke publish, sekalian saya publish tulisan ini sehubungan dengan keaktifan tugas sore selepas ngajar nyambung antar anak-anak ke tempat lesnya.

Kenapa meski perempuan yang ditekankan etika berkendara. Secara yang buat tulisan juga perempuan...😊 jadi sedikit banyak tau binggo secara tahunan berkendara motor...heeem! Dan personal survei meyakini lebih banyak perempuan pembuat ulah semraut berkendara dijalan. Bukan serta merta perempuan bersalah paling banyak dalam berkendara. Sering juga saya menemukan pengendara laki-laki yang emosional mengendarai kendaraan, bahkan bikin celaka pengendara lain.

Bahasan saya kali ini maah bisa dibilang sepele, tapi penting! Kenapa penting hayoo? Jelas bisa bikin masalah besar buat pengendara lain! "Dimana masalahnya?"...

Begini saudara-saudaraku....persis dua jam lalu, sebel deh! Pas tiap sore dua minggu belakangan ini sore saya padat merayap, pulang ngajar, sampai dirumah duduk, sambil ngobrol atau ngerjain apa gitu...nunggu anak-anak siap berangkat ngaji sama berenang. Selesai renang, giliran Miki (mau 7tahun) ngaji malam. Jadi saya meski perhitungkan jam-jamnya supaya ngak terbengkalai.

Selesai antar Miki, giliran papa yang bertugas nunggu miki selesai ngaji, jadi...saya bisa pulang sama lani lebih cepat, mampirlah ke warung sayur dekat TK emily. Sebelum sampai lokasi, terjadilah hal yang tidak mengenakan, perasaan saya sudah ngak enak merhatiin pengendara motor depan dengan dua penumpang. Terlihat kurang bisa berkendara.  Kejadian! Kendaraannya jalan pelan dan tiba" rem mendadakan bikin beberapa jejeran motor dibelakang saya panik dan marah, ditambah teriakan. Mereka semua awalnya menyalahkan saya, dipikirnya saya pembuat masalah. Sedangkan  saya yang ditegur  dari belakang, sampai melolot. Huh sebal banget, padahal yang jelas" salah motor depan belok seketika tanpa memberi aba-aba atau sign.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama BNI Mengwujudkan Mimpi Kami

Pertama Kali Mengenal BNI Masih tergiang diingatan saya 13 (tiga belas) tahun yang lalu kisaran tahun 2003, pertama kali mengenal BNI . Ketika itu awal saya menitik karir di Jakarta dan semangat luar biasa dalam bekerja menjadi pegawai kantoran. Ketika itu saya bekerja sebagai Sekretaris merangkap GA ( General Affair ) di PT. Batasa Capital.  Logo kedua BNI kapal layar (1988-2004)   Logo BNI di tahun 2004 hingga kini Kala itu saya dipercaya perusahaan untuk membantu mengurus pembukaan rekening perusahaan terdekat yang berlokasi disatu gedung kantor yang berlokasi di Chase Plaza Jl. Sudirman, Jakarta. Saat itu ada dua bank berdekatan, tentunya kami memilih BNI dengan komitmen tinggi membantu mobalisasi perusahaan. Wuah, pengalaman banget bagi saya dan masih terbayang momennya. Disambut senyuman dan keramahan seluruh pegawai BNI 46 . Hanya beberapa saat menunggu kami sudah langsung dilayani dan langsung memiliki dua account perusahaan dengan identitas ...

Manfaat Daun Sirih

Daun sirih jenis pohon menjalar yang sangat mudah perawatan dan ditanamnya.  Tidak asing lagi bagi siapapun apalagi yang menikmati manfaatnya. Ada baiknya setiap rumah memiliki tanaman berkhasiat ini. Sudah tidak asing lagi bagi penjaja jamu menyediakan air daun sirih untuk tambahan ramuan jamu godok yang berkhasiat sebagai antiseptik bagi tubuh ketika di minum,  termasuk untuk Ms. V (aurat perempuan remaja dan dewasa)  agar hygienies dan kesat terawat. Selain itu air rebusan daun sirih sangat bermanfaat lho untuk kesehatan mata. Jika ditelusuri lebih detail lagi para pakar kesehatan maupun dokter berbaik hati berbagi tip kesehatan mengkonsumsi pemakaian daun sirih. Kali ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya biasa menggunakan daun sirih untuk pengobatan mata, keputihan, luka dan perawatan tubuh.  Dok.Pri: Tanaman sirih merambat di rumah Berikut saya sampaikan khasiatnya, termasuk yang saya rangkum dari konsumsi serta pemakaian juga informasi online dari...

Pendaftaran Ponpes Husnul Khotimah

Baru sempat dan mendapatkan mood berbagi kisah pendaftaran pesantren anak di tanggal 18 Desember, sayang dilewatkan momen ini buat saya pun dapat mengenangnya secara pribadi,. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman pembaca. Mendapatkan informasi referensi dari teman guru IQRO untuk lanjutan SDIT anak di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HAKA), awalnya ragu untuk maju mendaftar karena waktu yang sangat mepet hanya tersisa satu minggu lalu akan di tutup pendaftaran. Dengan di yakini oleh teman kedua teman guru Ibu Reni dan Ibu Iffah untuk perbaikan kualitas pendidikan anak dan menyerahkan kepada ahlinya, menjadikan saya berani meyakinkan suami untuk mendaftarkan anak pertama kami mendaftar dan ikut Tes PSB di HAKA. Dok.Pri: Lanika sedang berbaris persiapan upacara Putri kami tidak ingin pesantren sebelumnya, bila dengar kata pesantren yang ada dibenaknya adalah diasingkan dari keluarga, dikarenakan kesalahan cara penyampaian kami ketika emosi kepadanya jika dia nggak mau d...