Langsung ke konten utama

Bagaimana Cara Ikut Berjamaah Ketika Terlambat Salat

Sahabat ummi yang dirahmati Allah, pernah perhatikan atau lihat salat berjamaah kemudian tiba-tiba ada yang datang lanjut ikut berjamaah menjadi bagian makmum? Saya pun sering melakukannya. Kita perlu belajar lebih jauh bagaiman cara dan adabnya. 

Terlambat datang dan mengikuti salat secara jamaah disebut makmum masbuk yiatu jamaah yang terlambat mengikuti salat berjamaah dan hal tersebut diperbolehkan, atas sunnah Rasulullah. Fadhilah salat berjamaah adalah 27 kali lipat dibandingkan salat sendirian, dan terpenting kita dapat menjalin silaturahim meskipun dalam kondisi salat. 

Awal mula seorang disebut makmum masbuk adalah ketika pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang bernama Mu’adz bin Jabal, sosok pengikut Rasulullah yang taat kepada ajarannya . Sebelumnya, ketika salat jamaah berlangsung, sahabat tertinggal untuk salat jamaah dan akan bertanya sudah rakaat ke berapa? Kemudian Takbir dan mengikuti gerakan rakaat yang tertinggal dan ketika sudah sama gerakan dan rakaatnya mereka mengikuti gerakan imam, maka jamaah pun terlihat kurang teratur dan tidak rapih ada yang bergerak sujud, ada yang ruku ada yang takbir sehingga terlihat berantakan. Di masa tersebut, maka datanglah Mu’adz bin Jabal yang terlambat berjamaah (di Riwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud). 

http://www.ummi-online.com/bagaimana-cara-ikut-berjamaah-ketika-terlambat-salat.html



  

Lalu, Mu’adz berjamaah dan mengikuti gerakan imam (dalam hal ini Nabi Muhammad SAW), kemudian menambahkan gerakan yang kurang ketika imam salam. Mu’adz melakukan ini karena cinta Rasulullah dan tidak ingin tertinggal dalam salatnya bersamaan dengan gerakan imam. Setelah itu, Nabi Muhammad menyingkapi gerakan salat Mu’adz bin Jabal yang belum pernah diajarkannya, serta berbeda dengan sahabat nabi lainnya. Nabi Muhammad SAW mengatakan: sesungguhnya Mu’adz telah membuat satu jalan baru untuk kalian, lakukanlah seperti apa yang dilakukan Mu’adz”.
 
 
Atas jasa Mu’adz, setiap gerakan dan perilaku yang dilakukan oleh makmum masbuk dari mulai diikuti hinga hari kiamat menjadi amalan berpahala untuk Mu’adz, karena atas jasa beliau menjadikan jamaah terlambat salat, menjadi teratur dan rapih. 

Bagaimana cara melaksanakan salat jamaah yang kurang rakaatnya? Begini caranya:
1. Apabila salat baru mulai di rakaat pertama, dan imam belum rukuk, maka makmum masbuk bisa langsung mengikuti imam setelah takbiratul ihrom,sampai selesai tanpa menambah apapun.
2. Bila imam sudah melewati rukuk pada rakaat pertama, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah takbiratul ihrom, tapi harus menambah 1 rakaat lagi setelah imam salam.
3. Jika imam sudah melewati rukuk pada rakaat kedua, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah takbiratul ihrom, tapi harus menambah 2 rakaat lagi setelah imam salam. 2 rakaat terakhir.
4. Bila imam sudah melewati rukuk pada rakaat ke tiga, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah takbiratul ihrom, tapi harus menambah 3 rakaat lagi setelah imam salam, hitung rakaat terakhir saja.
Contoh : imam salat ashar sudah selesai rukuk rakaat ke tiga, kita baru ikut jamaah, maka kita takbiratul ihrom, lalu langsung mengikuti gerakan imam, setelah sholat jamaah selesai (imam mengucap salam) kita berdiri melanjutkan sholat dengan menambah 3 rakaat lagi, yaitu rakaat ke 2, lalu ke 3 dan rakaat terakhir.

Kedua, Sholat yang hanya mempunyai satu tasyahhud, duduknya adalah duduk iftirasy seperti duduk tasyahhud awal, yaitu dengan menancapkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri. Ada dua hadits penjelasannya:
Pertama : Hadits ‘Abdullah bin Zubair, beliau berkata, “Adalah Rasulullah apabila beliau duduk dalam dua raka’at, beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan yang kanan …” [Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban -sebagaimana dalam Al-Ihsan 5/370 no.1943- dengan sanad yang hasan]
Kedua : Hadits Wail bin Hujr, “Dan apabila ia duduk dalam dua raka’at beliau membaringkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya…” [Dikeluarkan oleh An-Nasai 2/586-587 no.1158 dengan sanad yang shohih]
Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama BNI Mengwujudkan Mimpi Kami

Pertama Kali Mengenal BNI Masih tergiang diingatan saya 13 (tiga belas) tahun yang lalu kisaran tahun 2003, pertama kali mengenal BNI . Ketika itu awal saya menitik karir di Jakarta dan semangat luar biasa dalam bekerja menjadi pegawai kantoran. Ketika itu saya bekerja sebagai Sekretaris merangkap GA ( General Affair ) di PT. Batasa Capital.  Logo kedua BNI kapal layar (1988-2004)   Logo BNI di tahun 2004 hingga kini Kala itu saya dipercaya perusahaan untuk membantu mengurus pembukaan rekening perusahaan terdekat yang berlokasi disatu gedung kantor yang berlokasi di Chase Plaza Jl. Sudirman, Jakarta. Saat itu ada dua bank berdekatan, tentunya kami memilih BNI dengan komitmen tinggi membantu mobalisasi perusahaan. Wuah, pengalaman banget bagi saya dan masih terbayang momennya. Disambut senyuman dan keramahan seluruh pegawai BNI 46 . Hanya beberapa saat menunggu kami sudah langsung dilayani dan langsung memiliki dua account perusahaan dengan identitas ...

Manfaat Daun Sirih

Daun sirih jenis pohon menjalar yang sangat mudah perawatan dan ditanamnya.  Tidak asing lagi bagi siapapun apalagi yang menikmati manfaatnya. Ada baiknya setiap rumah memiliki tanaman berkhasiat ini. Sudah tidak asing lagi bagi penjaja jamu menyediakan air daun sirih untuk tambahan ramuan jamu godok yang berkhasiat sebagai antiseptik bagi tubuh ketika di minum,  termasuk untuk Ms. V (aurat perempuan remaja dan dewasa)  agar hygienies dan kesat terawat. Selain itu air rebusan daun sirih sangat bermanfaat lho untuk kesehatan mata. Jika ditelusuri lebih detail lagi para pakar kesehatan maupun dokter berbaik hati berbagi tip kesehatan mengkonsumsi pemakaian daun sirih. Kali ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya biasa menggunakan daun sirih untuk pengobatan mata, keputihan, luka dan perawatan tubuh.  Dok.Pri: Tanaman sirih merambat di rumah Berikut saya sampaikan khasiatnya, termasuk yang saya rangkum dari konsumsi serta pemakaian juga informasi online dari...

Pendaftaran Ponpes Husnul Khotimah

Baru sempat dan mendapatkan mood berbagi kisah pendaftaran pesantren anak di tanggal 18 Desember, sayang dilewatkan momen ini buat saya pun dapat mengenangnya secara pribadi,. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman pembaca. Mendapatkan informasi referensi dari teman guru IQRO untuk lanjutan SDIT anak di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HAKA), awalnya ragu untuk maju mendaftar karena waktu yang sangat mepet hanya tersisa satu minggu lalu akan di tutup pendaftaran. Dengan di yakini oleh teman kedua teman guru Ibu Reni dan Ibu Iffah untuk perbaikan kualitas pendidikan anak dan menyerahkan kepada ahlinya, menjadikan saya berani meyakinkan suami untuk mendaftarkan anak pertama kami mendaftar dan ikut Tes PSB di HAKA. Dok.Pri: Lanika sedang berbaris persiapan upacara Putri kami tidak ingin pesantren sebelumnya, bila dengar kata pesantren yang ada dibenaknya adalah diasingkan dari keluarga, dikarenakan kesalahan cara penyampaian kami ketika emosi kepadanya jika dia nggak mau d...