Jumat, 07 Desember 2018

Hati-Hati Perempuan Terhadap Penipuan online dan Cyber Sex



Berawal dari keisengan saya membuka pesan di #Instragram pada kotak permintaan pesan masuk yang meski pakai persetujuan pemilik akun. Saya buka satu di antaranya dari seorang laki-laki timur tengah. Irak tepatnya. Kejadiannya ini saya alami seminggu lalu, pengin banget saya berbagi pengalaman info ini dengan teman-teman online tentang penipuan via Cyber Sex lewat PM (private message) atau DM (direct message) karena kejadian ini saya runut pernah diceritakan kawan, di alami oleh adiknya menjadi kejadian memalukan dan menyedihkan sampai lelaki itu membuat adik teman saya sempat stress. Tetapi Alhamdulillah saat ini kondisi adik teman sudah menikah dan memiliki anak dengan lelaki Indonesia sholih dan bertanggung jawab. Setelah kejadian ini saya pun ceritakan dengan kakak. Kakak  juga ada cerita dari kawannya sangat menyedihkan lainnya berujung penipuan atas dasar kata cinta sampai menjanjikan pernikahan. 

Berlanjut ke rasa penasaran saya, saya buka kotak pesan terpisah, perlu persetujuan untuk bisa jawab pesan (kebenaran saya setting IG dengan bahasa Inggris jadi ada kata Decline/accept pesan, saya setujui accept pesan). Awal ucapannya salam, dari photonya lumayan tampan terlihat orang timur tengah, lanjut saya ke IG-nya ternyata terkunci hanya tertulis di bawahnya engineer plus simbol tools seorang insinyur. Pesannya sudah ada sejak beberapa hari lalu. Terpikirkan waktu itu jawab pesannya sekedar menyapa atau mungkin ada yang ditanyakan menyangkut sharing photo saya di wall IG. Saya balas sapanya. Ternyata dia lagi online terlihat tanda biru bulat di kondisi photo DM-nya (penasaran pengin tahu istilah pesan masuk di intagram yang artinya Direct Message barusan saya baca di mbah google, hihi...). Baru tahu,  selama ini kurang gitu memperhatikan pesan masuk tahunya pas lihat ke gambar rumah sisi kiri bawah kiri pas nengok atas kanan ada tanda angka saya iseng buka, itupun baru beberapa minggu ini saya perhatikan detal lihat pesan dari sana haha...tahunya sharing photo ajah. 

Lanjut beberapa saat kemudian dia balas sapa salam saya, kejadian dia kirim pesan sudah beberapa minggu lalu. Oiya tadinya pengin screen shoot tuuh obrolan, saya lupa ternyata sudah saya delete semua, tadinya baru sebagian hanya saja sebal dan jijik sama obrolan dia saya delete keseluruhan karena ternyata berpengaruh di pesan kotaknya dia bilang hilang pesan yang sudah saya kirim. Setelah saya balas sapa dia langsung dia bilang saya cantik lah, dan rayuan lainnya terus nanya umur how old are you? tuing..tuing... paling sebel di tanya usia, apalagi sama orang baru ajah kenal terlebih lewat online. Karena hukum perkenalan secara global adalah jangan taya usia, status, dan agama di awal pecakapan. Saya cuekin. Bilang ada yang meski dikerjain jadi meski off. 

Besoknya dia nyapa lagi, nanya aktivitas saya, semua obrolan pakai bahasa Inggris. Saya penasaran sama share photonya. Saya minta pertemanan dengannya, sambil aktivitas terus berlanjut saya pantau beberapa jam kemudian di setujui, terlihat photonya lebih banyak narsis sendirian dan pemandangan. Ada juga photo sama seorang anak dan lelaki lagi gendong batita, suka ajah sama beberapa photo alamnya dan saya komen dan jadi obrolan berikutnya. Ada kisaran 50 lebih photo. Oiya dia minta video call, dasar saya gaptek di IG, cari-cari mana tuh video call. Dia duluan kirim request tapi saya gak jawab. Saya bilang nanti aja lagi repot.

Siangnya di tempat kerja dia minta video call, pas hujan pula. Saya setujui video call-nya, keluarlah rayuan gombal lainnya. Jadi video call-nya gak lama. Di sini perhatikan kakak-kakak cantik sholihah, kalian memang cantik (kalau ganteng kan laki-laki hihihi) gak perlu dapat pengakuan dari lelaki yang baru di kenal beberapa waktu di online, jangan mau di buat klepek-klepek. Ternyata dia modusnya selalu mengucapkan kata-kata manis, tujuannya buat perempuan klepek-klepek dan terpana, eeh lanjut saya tanya usianya di bawah usianya saya. Bikin makin males. Di chat dia nanya pakai kata sayang (bahasa Indonesia mungkin dia belajar di mbah google buat ngerayu perempuan sebelumnya) terus bilang saya tipe perempuan Indonesia yang mana suka sama lelaki dan ukuran Aurat P milik laki-laki berapa, Astagfirullah. Alasan dia nanya saya karena saya pernah nikah dan pengin tahu. Dia buat pikiran lawan jenisnya terangsang. Waduuuh.... what a heck! mana saya pernah ukur, gimana sih nih orang! Saya marah dan katakan ke dia gak sopan tanyakan itu ke saya. Saya bilang silahkan tanya ke kawan IG perempuan lainnya. Dia pakai alasan yang lain gak bisa bahasa Inggris, dan ini pertama kali dia kenal dekat nanya ke perempuan dan buat dia malu karena P-nya di ukurannya sekian cm, ampuuuun deeeh. Tiba-tiba dia bilang jatuh cinta sama saya, dan bla-bla....keluar macam-macam rayuannya. Saya diam-in gak jawab pesannya. Saya kotak-katik IG setting, pengin hindarin dia gimana caranya nge-block. Dapat, langsung saya block. 

Masih penasaran sama pertanyaannya, tiba-tiba aja saya jadi ngaco tapi pengin tahu, karena selama ini saya ga pernah tahu tuh ukuran. Antara polos dan gak mudeng, saya searching di google, dan ternyata ukuran yang dia sebutkan gak ada di seluruh dunia, sampai ujung langit pun, apalagi ukuran Irak area-nya.  Tadinya saya gak gubris, tapi penasaran. Saya buka blocknya, saya lihat pesannya ada belum terbaca lainnya, saya jawab pesannya langsung saya tanya tempat tinggal tepatnya di mana, beberapa waktu kemudian di jawab gak mau jawab pertanyaan saya, dia marah karena saya block dan ga bisa ke wall saya juga ga bisa kirim pesan tambah sudah saya hapus pesan sebelumnya, pengin saya jawab pertanyaannya. Saya jawab info yang ada dari google, dia marah gak mau jawaban google maunya jawaban saya. Terus saya bilang gak masuk akal dengan ukuran dia karena dia bilang malu (sempat kepikiran apa dia salah ukur ukurannya), dia bilang dia pengin lihat saya, minta video di buka (karena vidio call saya setting dengan persetujuan saya tidak bisa langsung). Saya bilang gak mau, dia maksa karena pengin lihat tubuh saya dan macem-macem lah perkataannya. Sepertinya dia udah gak nahan kali ya! Dan sudah terdesak lewat chat dia pengin lihat saya dan lihat tubuh saya. Langsung saya akhiri bilang di DONE! Langsung saya hapus semua percakapan dan block dia. Baru tadi kepikiran mau report dia supaya tidak ada korban perempuan lainnya, tapi ada syarat photo dari percakapan yang bisa jadi bukti, tapi saya gak punya bukti untuk report dia gak layak di IG karena semua pesan sudah saya hapus karena muak. Semoga dengan saya sharing tulisan ini, kakak-kakak cantik akan mawas diri dengan rayuan gombal lelaki #cybersex dan penipuan.
Dokpri.levina (tampak IG-nya saya samarkan)

Sharing saya berikutnya jadi ingat cerita teman beberapa bulan lalu, ketika saya bilang ke dia saya suka dapat telepon dari kode nomor malaysia dan singapore, dan kebenaran selalu pas gak saya angkat karena sibuk. Dari miss call muncul nomornya. Saya sharing ke teman.

“Jangan di angkat” katanya
“Adik saya jadi korban penipuan! dia di rayu sama laki-laki brengsek, ngakunya tinggal di malaysia. Waktu itu di FB. Akhirnya mereka PDKT LDR, berlanjut bulanan. Katanya mau nikahin adik saya ngaku adik cerita, dengan berujung minta transfer uang karena mahar tertahan di bandara, dan dia minta bantuan kirimin uang, jumlahnya jutaan. Saya bilang jangan percaya, mungkin adik udah kepincut, di transfernya tapi setelah itu, sudah gak ada kabar lagi yang ada dia nangis sedih nyesal”. 

Itu sebagian cerita pengakuan adiknya ke kakaknya, gimana sakit dan menyedihkannya seorang perempuan gadis, mimpi memiliki pasangan dari luar, apalagi di iming-imingi hal-hal yang membawanya terhanyut, bisa jadi bakal hanyut dengan rayuannya. Ya Allah, semoga perempuan-perempuan lainnya akan tersadarkan ketika hal ini terjadi pada dirinya, apalagi ijinkan dia cari tahu lewat mbah google dan ketemu tulisan saya ini kalau mirip-mirip kelakuan lelakinya seperti sharing saya, cepat sadar ya kakak, masih banyak lelaki lokal baik hati dan sholih sama-sama menanti! Aamiin. Syukur-syukur orang luar ada juga benar dan memang berjodoh dengan jalur yang benar.
Ada lagi cerita kakak, hari kedua saya langsung cerita kelakuan laki-laki irak ini. Kata kakak:

“Hati-hati lo nek, bisa jadi di ISIS, coba lu baca tuh kelakuan ISIS di Irak, banyak korban perempuan awalnya di rayu-rayu, terus bisa jadi Cyber Sex (nah kata cyber sex ini yang saya baru pahami dari kakak, ya Allah terima kasih engkau sadarkan saya). Laki-laki seperti itu brengsek semua. Nih, gw ceritain korbannya  teman sekerja. Sudah kami ingetin tapi dia-nya masih berlanjut terus sampai tahunan, di janjiin mau dinikahin, gak tahunya penipuan. Dia gak cerita detail. Pas gw tanya gimana pacar RDL-nya dia Cuma bilang sudah putus, dia nipu, termasuk penipuan transfer uang. Ampun deeh! Ada juga kok yang PM  gw di FB bilang sayang-sayang gw jawab sayang tapi setelah gw cuekin. Gak penting temanan sama orang begituan yang ada virus, kita meski jaga diri, mereka itu sakit!”.

Dulu saya juga pernah baca korban penipuan seorang perempuan dengan janji-janji indah, berujung kesedihan. Dan bisa juga di search di google. Jadi teman-teman perempuan, yang punya kawan perempuan bila ada yang curhat tentang hubungan RDL-nya sampai di buat klepek-klepek sama rayuan gombalnya, atau yang di PHP-in (pemberi harapan palsu) cepat-cepat bantu sadarin supaya gak jadi korban kejahatan penipuan online. Semoga bermanfaat tulisan saya, dan bikin saya semangat lagi nulis di blog, alhamdulillah setelah kejadian ini saya jadi nengok dan nulis blog lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...