Langsung ke konten utama

Tengah Malam Tahun Baru 2014

Aku masih terjaga jelang tengah malam, ada gundahku terjerembab mengingat persis setahun lalu. Ketika itu, kami genap srtahun tinggal diperumahan Mansion ini. Dimana aku berusaha mengakrabkan diri dengan tetangga. Mengikutsertakan acara makan bersama dengan urunan biaya makan, menyenangkan memang. Tetapi sudah mulai kurasakan kurang harmonisnya hidup bertentangga disini. Meski telah kujumpai beberapa dibeberapa tempat tinggalku sebelumnya.

Hanya beberapa anggota keluarga yang ikuserta dalam beberapa acara, sebagian lagi hanya berdiam dirumah dan ada juga yang asik dengan acara pribadinya. Kondisi kami memiliki anak tiga beberapa kali pemicu kecohnya pertemanan anak-anak, kadang menjadi memicu orangtua tertentu kurang nyaman memandang aku sebagai orangtua dan mereka sebagai anak. Hahaha...kadang aku suka geli dan ngedumel sendiri, kok masalah anak ajah orangtua ikut campur malah kadang ikut-ikutan sebal sama anak kami! Namanya juga anak, tinggal kita mengarahkan.

Dibalik itu semua, ketidaknyamanan bertetangga mereka seringkali bagi dengan saling bergosip satu dengan lainnya, entah pembenaran diri atau apalah, tapi buatku justru ini acuanku untuk lebih berhati-hati bertetangga dan mencari teman dekat tetangga.

Tapi tidak dengan tetangga seberang rumahku, persis sebelah kanan. Almarhumah Bu Asmani, sosok ibu yang begitu hangat buatku. Tak hentinya aku jika mengingatnya meneteskan airmata, seperti kangen berharap lebih dekat mengenalnya. Setahun lalu tepat dimalam tahun baru jam 12.00wib, kuputuskan kebalkon rumah tingkat atas. Ternyata telah kudapati alm, bu Asmani disana, begitu merenungi malam. Sapaanku berkesan biasa,  justru mengusik keberadaannya menikmati malam dibalkonnya. Aku berusaha menghindar dalam kesendiriannya, seorang perempuan tegar menikmati kemang api melepas tahun sendirian tidak terganggu dengan kami sebelumnya kumpul acara.

Almarhumah banyak memberiku tanda, tanda dan peringkatan untuk bertentangga seperlunya. Disini beda, hidup mandiri dan apa adanya lebih baik daripada turut campur dan mengenal lebih jauh mereka.

Ya, entahlah. Kulakukan kini hanya berusaha baik dan menjaga kerukunan bertetangga dan tidak akan dam mau di usik. Tepat dimalam tahun baru kemaren aku terjerembab dalam keheningan bersama dua putriku yang lebih dalulu tertidur lelap. Tetapi ketika pelepasan malam tepat di jam 12.00wib justru kali ini yang ada ketakutanku, seperti langit ingin runtuh, bom di Afganistan seperti diberita-berita terdengar dimana-mana. Perang terhadap napsu disebarkan dan dibuang keudara. Kini ketakutan yang hinggap dibenakku, bukan lagi ambisi dan keinginan hura-hura melepas tahun baru.

Aku ingin kami sekeluarga mendatang tidak membuang segalanya percuma, berhambur dengan kemeriahan. Tetapi doa penutup dan pembuka tahun. Bukan lagi ambisi tahta dan karir saja, aku ingin menjadi orang yang berguna, terutama buat keluarga dan orang lain dengan segala ilmu dan bekal yang kupunya.

Semoga pembuka tahun menjadi harapan baru agar keluargaku lebih Islami, suami diberi kebijaksaan dalam jiwa Islami, anak-anak lebih cerdas dalam Islam serta membawa bekal kecerdasan sosialnya. Dan aku mampu melalui dan melampui kuliahku serta berbagi ilmu. AMIN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama BNI Mengwujudkan Mimpi Kami

Pertama Kali Mengenal BNI Masih tergiang diingatan saya 13 (tiga belas) tahun yang lalu kisaran tahun 2003, pertama kali mengenal BNI . Ketika itu awal saya menitik karir di Jakarta dan semangat luar biasa dalam bekerja menjadi pegawai kantoran. Ketika itu saya bekerja sebagai Sekretaris merangkap GA ( General Affair ) di PT. Batasa Capital.  Logo kedua BNI kapal layar (1988-2004)   Logo BNI di tahun 2004 hingga kini Kala itu saya dipercaya perusahaan untuk membantu mengurus pembukaan rekening perusahaan terdekat yang berlokasi disatu gedung kantor yang berlokasi di Chase Plaza Jl. Sudirman, Jakarta. Saat itu ada dua bank berdekatan, tentunya kami memilih BNI dengan komitmen tinggi membantu mobalisasi perusahaan. Wuah, pengalaman banget bagi saya dan masih terbayang momennya. Disambut senyuman dan keramahan seluruh pegawai BNI 46 . Hanya beberapa saat menunggu kami sudah langsung dilayani dan langsung memiliki dua account perusahaan dengan identitas ...

Manfaat Daun Sirih

Daun sirih jenis pohon menjalar yang sangat mudah perawatan dan ditanamnya.  Tidak asing lagi bagi siapapun apalagi yang menikmati manfaatnya. Ada baiknya setiap rumah memiliki tanaman berkhasiat ini. Sudah tidak asing lagi bagi penjaja jamu menyediakan air daun sirih untuk tambahan ramuan jamu godok yang berkhasiat sebagai antiseptik bagi tubuh ketika di minum,  termasuk untuk Ms. V (aurat perempuan remaja dan dewasa)  agar hygienies dan kesat terawat. Selain itu air rebusan daun sirih sangat bermanfaat lho untuk kesehatan mata. Jika ditelusuri lebih detail lagi para pakar kesehatan maupun dokter berbaik hati berbagi tip kesehatan mengkonsumsi pemakaian daun sirih. Kali ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya biasa menggunakan daun sirih untuk pengobatan mata, keputihan, luka dan perawatan tubuh.  Dok.Pri: Tanaman sirih merambat di rumah Berikut saya sampaikan khasiatnya, termasuk yang saya rangkum dari konsumsi serta pemakaian juga informasi online dari...

Pendaftaran Ponpes Husnul Khotimah

Baru sempat dan mendapatkan mood berbagi kisah pendaftaran pesantren anak di tanggal 18 Desember, sayang dilewatkan momen ini buat saya pun dapat mengenangnya secara pribadi,. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman pembaca. Mendapatkan informasi referensi dari teman guru IQRO untuk lanjutan SDIT anak di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HAKA), awalnya ragu untuk maju mendaftar karena waktu yang sangat mepet hanya tersisa satu minggu lalu akan di tutup pendaftaran. Dengan di yakini oleh teman kedua teman guru Ibu Reni dan Ibu Iffah untuk perbaikan kualitas pendidikan anak dan menyerahkan kepada ahlinya, menjadikan saya berani meyakinkan suami untuk mendaftarkan anak pertama kami mendaftar dan ikut Tes PSB di HAKA. Dok.Pri: Lanika sedang berbaris persiapan upacara Putri kami tidak ingin pesantren sebelumnya, bila dengar kata pesantren yang ada dibenaknya adalah diasingkan dari keluarga, dikarenakan kesalahan cara penyampaian kami ketika emosi kepadanya jika dia nggak mau d...