Minggu, 22 Februari 2015

Mikhail Diterima di SDN V Jati Makmur

Sudah kisaran 2 bulan kami kepikiran mau pindahin Miki ke sekolah baru. Karena alasan pribadi cukup jadi pengetahuan dan pembelajaran dari si Kakak Lanika yang terlebih dulu bersekolah ditempat Mikhail ikut satu sekolah. Alasan biaya dan menambah ilmu agama, maka kami  cenderung menyekolahkan Mikhail sama seperti kakaknya. Tetapi makin kesini kepikiran terus kalau dia masih sekolah disana kreativitas dan prestasi olahraganya agak terbatas perkembangannya.
Melihat kakak yang sudah sangat mampu beradaptasi dengan kondisi sekolah dan termasuk anak berprestasi, buat kakak ngak apa tidak perlu pindah.... lagipula sayang 2 tahun lagi. Sambil cari sekolah mana buat miki.. lagi-lagi perihal biaya, melirik sekolah kualifikasi bagus, uangnya juga  bagus dengan syarat pendidikan akhlak dan moral. Tetapi biayanya waoow buat kami, masuknya sampai belasan juta... harus merogoh kantong dalam. Saya sempatkan di waktu senggang berkunjung kesana sambil sekalian melamar kerja ngajar disana.. hihi *tetep, abis kan mau persiapan semester 2 dan jelang thesis, lagian belum aktif bekerja sejak berhenti ngajar TK.  Sambil dirumah benahin rencana, pembenahan dan persiapan mulai bisa dikerjakan satu persatu. 2 SDIT yg lokasinya cukup terjangkau dari rumah sudah mendapat jawaban, keduanya sama-sama belum bisa memastikan diterima untuk murid pindahan karena quota masih penuh... istilahnya waiting list dan nanti di tes juga. Sekolah yang saya maksud adalah IQRO DAN RA MUTAQIN. Sekolahnya nyaman dan terlihat manajemen sekolahnya sangat tertata rapih dengan kurikulum sekolah yg mandiri dan terorganisir sangat layak dan sesuai dengan ilmu yang dikembangkan.. saya berharapnya sih  Miki diterima di IQRO.
Kepikiran juga buat adiknya Emily, papanya bilang "Kalo miki masuk iqro otomatis Emily jg, mesti sekolah disana atau tempat yang se level". Iya benar juga... kami tidak semestinya mengistimewakan satu atau 2 anak bila mereka ada 3. Kembali lagi browing info sekolah Islami dan sekolah umum yang terjangkau serta baik buat mereka. Giliran saya browsing sekolah sd terbaik Bekasi Pondok Gede, munculah kembali Iqro dan jadi perhatian saya berikutnya SDN V Jati Makmur. Kisaran seminggu lalu  tepatnya, saya goggling map dimana posisi sekolah serta apa saja prestasi serta keandalan sekolah. Ternyata SDN V termasuk sekolah Standar Nasional yang dicanangkan pemerintah. Ngak lupa berita berkaitan dengan nama sekolah saya baca satu persatu. Alhamdulillah semua positif dan tentang prestasi.
Besoknya saya bertukar pikiran dengan suami, respon suami masih biasa saja. Saya bilang "ini sekolah negeri lho, standar nasional lagi. Aku mau coba kesana sambil lihat dahulu, siapa tau rejeki Miki... sekolah SD yang tidak berlebihan biayanya, alias gratis SPP bisa ditabung buat nantinya di SMP".
Besoknya lagi tanpa ragu saya datangi sekolah, tanpa kesulitan mencari alamat sekolah sampailah dilokasi, pas satpam lagi nga ditempat. Saya cukup bertanya sama seorang ibu yang mengantar anaknya dimana ruang kantor. Persis dari kejauhan saya melihat bu guru, hampiri dan bertanya... bu guru begitu ramah mempersilahkan saya masuk sambil memanggil seorang Bapak muda untuk menemani ngobrol keperluan saya yang sudah saya jelaskan dengan bu Guru. Pak Zainal namanya, beliau pun begitu ramah menerima dan mempersilahkan saya obrolkan keperluannya. Penjelasan sudah saya sampaikan, pernyataan beliau disayangkan kenapa saya meski memindahkan anak. Dengan alasan yang masuk akal, Bapak Zainal sampaikan: "bisa saja anak ibu jadi pertimbangan khusus karena untuk kelas 1 sistem online penerimaannya, jadi masih tercatat pemerintah dan sudah ada 5 kelas full, kecuali bila anak ibu punya  prestasi yang bisa jadi bahan pertimbangan kami. "Ada pak, Mikhail ikut kejuaraan renang". Alhamdulillah Miki sudah punya catatan prestasi renang sejak usia 6tahun kurang. Semoga menjadi bahan pertimbangan.
Perasaan was-was tetap menyelimuti, jangan-jangan saya salah ambil keputusan. Sampailah pada wawancara ke 2 giliran Miki saya bawa. Alhamdulillah menjadi pertimbangan positif setelah tes Mikhail dan bertemu langsung. Tapi miki bilang: "aku ngak mau sekolah disini, maunya di Gem****... abisnya ng ada Fauzan sama cireng!". Haha... polosnya Miki.. tetap saya sampaikan tujuan kepindahan miki, bukan berarti sepenuhnya saya ikuti coloteh anak, karena untuk usianya masih menjadi tanggung jawab kami penuh dalam memberikan pendidikan sekolah terbaik buat mereka, insaaAllah.
Wawancara ke 3 di hari ini, senin, kisaran jam:11.00wib tadi saya ke sana bertemu kembali dengan pak Zainal... penyerahan copy raport saya berikan dengan tambahan penjelasan dan informasi yang disampaikan pak Zainal.... Alhamdulillah Mikhail diterima, dan diminta bergabung dikisaran Maret untuk diikutsertakan dalam kompetisi perenang belajar dalam waktu dekat. Diterima tanpa kesulitan berarti.. antara ragu dan bengong saya berucap syukur... Bismillah ya nak.... semoga mama tidak salah lagi memberikan pijakan sekolah dan tempat pendidikan buat Miki... semoga keraguan mama meski sudah diterima di sekolah SDN V  membawa kebaikan buat Miki untuk lebih banyak bersosial dan berkreatifitas.... Amin...
Terima kasih Allah buat segala kemudahan ini..

6 komentar:

  1. Selamat ya Miki ...
    Sekolah yg semangat ya biar jd anak pinter :)

    BalasHapus
  2. Terimakasih mak... siap mak, makasih sdh mampir

    BalasHapus
  3. assalamualaikum ma...terus adenya masuk SD yang sama dengan miki ngga??

    BalasHapus
  4. hai mb Levin ,met kenal yah mom. aku lg niat mau mindahin juga anakku di SD baru kelas 1 tp sudah gak sreg sama guru2 pengajar maupun sekolahnya. jd miki pindah ke mana dan bgmn skrg kondisinya?pls share info nya yaa mom.tksh...

    BalasHapus
  5. Saya tinggal di Duta Indah. Memang SDN Jatimakmur V ini bersih dan rapi. Kantinnya pun menerapkan sistem ambil, bayar sendiri, menerapkan kejujuran kepada anak didik. Semoga tahun depan anak saya bisa sekolah disana, dekat dan baik standarisasinya.

    BalasHapus
  6. Saya tinggal di Duta Indah. Memang SDN Jatimakmur V ini bersih dan rapi. Kantinnya pun menerapkan sistem ambil, bayar sendiri, menerapkan kejujuran kepada anak didik. Semoga tahun depan anak saya bisa sekolah disana, dekat dan baik standarisasinya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...