Minggu, 08 Februari 2015

Perjalanan Ditepi Pantai Kupang




(Levin lme)

Perjalanan terasa singkat,  ketika terlihat kerang berlari tanpa cangkang
Dihempas ombak menari dalam liukan
Malu berlari diatas pasir putih disoroti mentari pagi
Telanjang dalam pesona kilauan mengantar pesan cinta
Kini tubuhnya jadi cangkang penghias diantara keindahan alam
Karang berpesan, Janganlah bertelanjang! banyak mata memandang
Memandang setiap kaki bertelanjang

Cukuplah nikmati langkah kecil berselimut pasir pantai
Bergelitik, Gemericik diantara bebatuan dan terhempas ombak ketepian

Tahukah kini apa yang terlihat, terbawa ombak ketepian?
Botol minuman biru tertutup rapat
Berisi sepucuk surat sederhana pemuda Kupang
Sederhana dan elok seperti indahnya alam dan senyuman
Bahwa cintanya tak akan terpisah dari raga
Meski ombak berkecamuk, cintanya tertanam dalam kilauan mutiara hitam
Bahwa kepergian merantau akan kembali untuk pulang
Pulang membawa bekal untuk pertiwi dan aliran air jernih
Sejernih cintanya dan air bersih kepelosok desa

Indahnya pantai, berpesan bersama ombak bersahutan
Air jernih penghilang dahaga dinanti dan dikelola
Untuk bekal tanah air beta dan pertiwi dalam dahaga
Sejernih air pantai untuk mahluk pantai
Sejernih air tanah untuk mereka melepas dahaga

09 Februari 2015

Terpilih dibukukan bersama 102 Penyair dalam "Lukisan Alam Di Hamparan Air", Penerbit Rasibook

Link:
https://www.facebook.com/notes/801866049848781/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...