Kamis, 10 November 2016

Alasan Pindah Dari SDN ke SDIT

Ketika saya menyadari telah berbuat salah dalam mengambil keputusan untuk perkembangan pendidikannya,  disaat itulah saya merasakan beban mental mendalam.  Begitu pula dengannya. Terlihat hasil dan berupa proses pembelajarannya terasa begitu minim untuk perkembangan phisikologisnya. Mungkin ini memang bukan untuknya,  bukan tempatnya!

Hari-hari terasa selalu ada sandungan berlebihan. Terutama baginya.  Tanpa disadarinya, untuk anak seusianya, dengan kepolosannya,  tak sanggup berontak berlebih,  tapi psikis menjadi masalah buat perkembangannya.  Yang ada saya selalu berbuat semakin dosa untuknya,  emosi dan tekanan luar merasuk jiwa saya dan saya lontarkan untuknya.  Sosok anak kecil yang hanya bisa menangis ketika emosionalnya terganggu! 

Cukup Sudan buatnya.  Tidak perlu ada beban berlebihan dengan sistem pembelajaran yang saya sudah tahu tidak cocok dengannya dengan lingkungan yang membuatnya semakin terasa tertekan oleh saya dan sekitar pembelajarannya. Karena tuntutan?!

  Mungkin ini caranya berevolusi dalam perkembangan phsikologisnya..  Maafkan ibu, nak!  Kamu dalam berproses mendapatkan Pendidikan dan pembelajaran seperti ini caranya. Bukan hanya kamu. Tapi kami orangtuamu, juga turut terdidik dalam pendewasaan berpikir,  bersikap dan berbuat.  Terpenting bagi kami,  kamu mendapatkan tempat yang lebih layak dengan pribadimu... Dan kamilah yang harus memiliki rasa menyadari pribadimu.. Bukan oranglain  atau dirinya.. dan diri-diri yang ingin mengadili keputusan kami... 

#note: perpindahan sekolah Rama dari Negeri ke SDIT😇

#hikmah
#belajar
#levina9
#latepost

1 komentar:

  1. Boleh tau bu itu pindahnya sesudah kenaikan kelas atau bagaimana yah?
    saya juga ada rencana pindahin anak ke sdit ni kurang sreg dengan sekolah yg sekarang

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...