Minggu, 09 Februari 2020

Menangulangi Pertumbuhan GIGI Bertumpuk

Senyumnya butuh perhatian, nantinya di pasang kawat gigi




Dear pembaca budiman, apakah anda termasuk diantaranya yang memiliki gigi bertumpuk? Atau bisa jadi buah hati, anggota keluarga, atau mungkin juga tetangga anda diantaranya yang mengalami masalah pertumbuhan gigi bertumpuk. 

KENAPA BISA TERJADI GIGI BERTUMPUK?

Gigi bertumpuk di sebabkan pertumbuhan gigi permanent berhimpitan dengan gigi susu yang tidak segera copot atau di cabut.

Awalnya saya memperhatikan gigi siswa, merasa iba tiap kali melihat giginya ketika bicara, terlihat kurang nyaman karena tumpukan giginya. Menurut saya cukup parah tetapi belum mendapat perhatian khusus dari orangtua, dan bila saya obrolan langsung pun ke orang tua tidak mungkin juga, karena perihal ini bukan ranah saya, khawatir justru menjadi salah presepsi. Ternyata, hal yang sama di alami anak saya sendiri setelah berjalan waktu. Anak ketiga kami dengan penumpukan gigi yang sama. Inilah yang memicu saya ingin berbagi pengalaman dalam hal informasi dan perawatannya.


PENGALAMAN MEMILIKI ANAK GIGI BERTUMPUK

Sekedar ingin berbagi informasi dari dokter gigi kami setelah merawat gigi ketiga anak kami untuk kesekian kali. Anak ketiga dan pertama menjadi perhatian khususnya, seperti anak pertama bermasalah dengan estitika giginya. Untuk anak ketiga terlebih pada pertumbuhan gigi yang tidak rapih dan bertumpuk.

Untuk kalian yang mengalami gigi bertumpuk bisa di simak informasi langsung yang saya terima dari dokter gigi kami, sambil saya pun tanya-tanya detail kenapa terjadinya penumpukan gigi. Siapapun yang mengalami penumpukan gigi tetapi terlanjur sudah usia, atau dewasa, atau sudah gak mungkin lagi bisa dirapihkan memang sayang sekali bila benar-benar peduli dan sadari setelah baca info ini. Bila kesadaran di usia dewasa melalui pencabutan atau  perlu adanya pemasangan gigi palsu tetapi butuh biaya lebih mahal, atau bisa jadi, justru makin membuat kurang nyaman. Dan sudah tidak memungkinkan dibantu dengan pemasangan kawat gigi.

Kondisi gigi permanen setelah gigi susu di cabut agak terlambat

Tapi buat kalian yang memiliki anak atau anggota keluarga yang mengalami pertumbuhan gigi bertumpuk di usia masih sangat bisa dilakukan perawatan, serta dapat memberikan saran atau menganjurkan untuk melakukan perawatan gigi. Bisa banget di bantu dengan dokter gigi, sebelum terlanjur bertumpuk dan mengurangi estitika kerapihan gigi. 

Tahukan kamu bentuk gigi sangat mempengaruhi bentuk wajah? Gigi yang rapih, bersih dan sehat sangat mempengaruhi kecantikan/ketampanan wajah, terlebih posisi rahangnya.

Mahal gak sih biaya perawatan gigi? 

Gak juga, gak mahal yang penting ada kemauan untuk merawat. Banyak kilinik yang sudah bekerja sama dengan Kartu Sehat dari pemerintah secara gratis memberikan perawatan tingkat dasar seperti pencabutan dan lainnya, yang sifatnya pencegahan dini untuk perawatan gigi, begitu juga buat kalian pemilik BPJS pencabutan dan beberapa point perawatan gigi lainnya termasuk dalam cover BPJS (lebih jelasnya bisa tanyakan pada klinik rujukan bersangkutan). Dan, kabarnya puskesmas juga memberikan perawatan tingkat dasar. Jadi, yuk sayang gigi kita sebelum terlanjur butuh perhatian khusus.

Berikut poin-poin informasi timbulnya hingga efek terjadinya penumpukan gigi:

1.       Dokter gigi menginformasikan ketika anak yang baru saja terlihat muncul pertumbuhan gigi permanent, dan terhalang dengan gigi susunya, sebaiknya segera di cabut gigi susunya, karena sebenarnya gigi susu tersebut sudah goyang tetapi karena terdorong oleh pertumbuhan gigi baru permanen di usia sekolah tingkat dasar awal, ada anak tertentu mengalami penumpukan gigi.

2.       Nah, bila tidak segera tercabut gigi susu tersebut akarnya akan bertumpuk dengan gigi permanent dan menjadi kokoh.

3.       Selain itu, gigi permanen akan terlihat berantakan pertumbuhannya karena posisi gigi susunya terlambat di cabut, meski pada akhirnya di cabut tetapi sudah terlihat gigi permanen posisinya miring.

Dulu belum paham benar mana gigi susu dan mana gigi permanent membuat tidak begitu mempedulikan pertumbuhan gigi, Lihat lihat pertumbuhan giginya menjadi bertumpuk, barulah menyadari, kok! Bentuk giginya membentuk bagian estitika wajahnya kurang bagus.

Di awal gigi susunya tumbuh terlihat sangat terjaga dan tersusun rapih, tanpa lubang dan terlihat bersih karena perawatan sejak bayi terjaga, selalu sikat gigi sebelum tidur dan di waktu pagi. Di tambah, tidak membiasakan bayi, batita dan balita mengempeng terlalu atau minum susu dengan botol susu di lanjutkan mengigit-gigit empengnya akan menyebabkan gigi susunya rusak/reges. Apalagi bila tidak membiasakan sikat gigi makin merusak kualitas giginya.

Patut dipahami, terpenting adalah ketika gigi susunya semestinya sudah mulai tunggal copot tetapi ternyata masih bertahan, justru inilah yang membahayakan gigi permanentnya. Ketika pertumbuhan gigi permanentnya ternyata kurang rapih dan berantakan karena bertumpuk dengan gigi susu yang masih kokoh.

4.       Gigi susu yang sudah terlanjut terjepit akarnya dengan gigi permanen akan semakin kokoh, jalan satu-satunya meski di cabut. Berarti ompong dong?

Jalan terbaik berikutnya adalah di rapihkan dengan bantuan memakai kawat gigi, dengan begitu dimulai langkah berikutnya yaitu membentuk gigi-giginya untuk tersusun baik dan rapih.

Kapan sih tepatnya memakai kawat gigi?
Anjuran terbaik dokter gigi adalah ketika usia anak mendekati remaja, atau di usia kelas 2 SMP, barulah keamanan dan kenyamanan berdasarkan referensi dokter terbaik dilakukan perawatan gigi yang mengalami masalah gigi serius, termasuk anak kami yang pertama, berdasarkan saran dokter kami lakukan di kelas 2 SMP, dan terlihat hasil berjalan, giginya setelah hampir 6 bulan masa perawatan dengan kawat gigi terlihat hasil di periode awal, terutama ada satu giginya miring sudah searah dengan gigi sebelahnya. Sakit pakai kawat gigi? Katanya sakit. Bisa dilihat dari nangisnya, tersiksanya dia di sebulan awal pemakaian kawat gigi, tetapi wajar sangat wajar untuk kondisi giginya yang mengalami masalah dan terlihat hasilnya di 6 bulan awal.

Bila kita masih mampu untuk merawat gigi lebih baik lagi, baiknya lakukan, terlebih minimum 2 kali dalam setahun melakukan perawatan umum untuk mulut, gusi, dan giginya. Agar senyum kita terlihat makin indah.

Bila  terlanjur terjadi penumpukan disebabkan keterlambatan copotnya gigi susu, jalan terbaik berikutnya agar gigi permanennya tersusun rapih yaitu dengan cara memasang kawat gigi di usia remajanya, tepatnya di usia kelas 2 SMP, atas anjuran dokter usia tersebut adalah usia terbaik memasang kawat gigi.




0 komentar: