Sabtu, 02 Juli 2016

Memaknai Ibadah Berpuasa dalam Mencapai Target Ramadhan


Sahabat Ummi yang dirahmati Allah, umumnya ibadah akan dilakukan sungguh-sungguh oleh seseorang bila memiliki target. Dalam urusan target pastinya setiap diri kita mengharapkan target kesukseskan. Dalam prosesnya ketika dimulai dengan nilai kesuksesan sudah mulai pula membentuk benih-benih sukses. 

Dimulai dengan niat serta berbekal target menjadikan ibadah yang dijalani akan terasa lebih ringan. Allah subhannahu wa ta'ala memberikan keberkahan di setiap target yang diberikan ketika manusia menjalankannya. Seperti pada pengertian Ijtihad (Arab: iاجتهاد), adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh  yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang. Dengan begitu perbekalan akal sehat menjadi bagian dari kunci utama dalam berilmu, dengan menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang dalam mencapai ibadah yang dicita-citakan akan menjadi lebih berkah bersama kekuatan usaha.
 

Seorang muslim menjalankan ibadah dengan dilandasi Al Quran, hadist dan pandangan para ulama. Berpegang kepada tiga landasan tersebut, menjadi bekal kekuatan umat Islam dalam beribadah.  
Dibulan Ramadhan yang dipenuhi keberkahan ini, umat Islam bukan hanya menjalankan Shaum (puasa) yang memiliki makna lebih sempit, tetapi Shiyam, adanya memiliki makna lebih lebih luas. Pengertian lain  “shaum” dengan “shiyam” adalah perihal umum dan khusus. 

Shaum” lebih umum daripada “shiyam”. Jika “shiyam” hanya digunakan untuk arti berpuasa secara fikih yaitu “menahan diri dari makan, minum, seks”. 

“Shaum” digunakan untuk semua yang dimaksud dalam arti “menahan diri”. Puasa ramadhan atau puasa Senin-Kamis bisa disebut “shiyam”, juga bisa disebut “shaum”.  Pengertian lain “shiyam” meninggalkan semua yang tidak berhubungan dengan keislaman dalam menjalankan puasa dan shiyam mencangkup shaum. Dalam Al Quran sebutan Shiyam mencapai tujuh kali dan Shaum tersebut sekali. Berikut sebutan Shiyam dikutip satu diantaranya serta Shaum: 

Dalam surah Al-Baqarah ayat ke-183: "ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikum al-shiyam kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la’allakum tattaqun".
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa".
 
Dalam surah Maryam ayat ke-26: "fakuli wa-syrabi wa qarri ‘ainan fa imma tarayinna min al-basyar ahadan faquli inni nadzartu li al-rahman shauma, fa lan ukallima al-yauma insiyya". 
 
Artinya: "Makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seseorang, katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar shaum untuk Tuhan Yang Maha Pemurah; aku tidak akan berbicara dengan seorang pun pada hari ini. 

Dokpri: beraneka macam kurma di Pameran Budaya Arab Saudi


Semoga target-target beribadah di penghujung Ramadhan menggapai ridho Allah azza wa jalla dan diberikan keberkahan nikmat target pencapaian dengan suka cita. Aamiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, tambah berkesan bila bersedia tinggalkan pesan, kritik dan saran buat tulisan saya...