Jumat, 09 Agustus 2019

EDUTECH EXPO 2019 dan Pameran Pendidikan dari SMKN 63



Dok.pri: Pembukaan Seminar "Pemanfaatan Aplikasi Pendidikan di Era 4.0"



Sobat Blogger beberapa bulan lalu saya sempat memenuhi undangan perwakilan guru untuk menghadiri EDUTECH EXPO 2019, tepatnya di tanggal 14 - 17 Februari 2019. Senang bisa hadir di gala akbar pesta pendidikan dalam mendukung pendidikan generasi milenial Indoensia terselengarakan berkat dukungan besar Pustekkom Kemendikbud dengan bertajuk “Indonesia EDUTECH EXPO 2019’, belasan sekolah terpilih menjadi percontohan sekolah kreatif dan inovatif di era teknologi pendidikan 4.0 dengan menampilkan berbagai hasil karya siswa dari bidang dan jurusannya masing-masing. Mengamati stand-stand sekolah di Jakarta mewakili rasa takjub remaja jaman milenial yang hidup di era teknologi semakin pesat berkembang menjadi bagian dengan gaya hidup setiap orang. Dari sana kita bisa belajar bahwa remaja sekarang kreatif dan butuh wadah untuk menunjukan kemampuannya, bukan hanya di belakang layar hanya dengan belajar di atas kertas, tetapi mereka membutuhkan wadah untuk mempraktekan, mereka akan semakin eksoplorasi dengan kemampuannya masing-masing jika di arahkan. Saya sebagai guru tingkat SD cukup terpesona dengan kemampuan mereka dengan bimbingan guru-guru kreatif mengarahkan dan mereka semakin tunjukan kemampuannya dengan dukungan teknologi sebagai alat transformasi. Seperti saya lihat ada sekolah yang menunjukan kemampuannya membuat sepeda listrik, hasil karya jahitan modern, prakarya rumah tangga, seperti membuat tempat tissue, dan lainnya.

Dokpri: Dua siswa SMKN 63 yang berbagi pengalamaan tentang pemanfaatan edutech 


Paling gak kalah menariknya, sewaktu mampir di stand pojokan, ya, SMKN 63 Jakarta. Dari kejauhan terlihat berbagai tumbuhan hijau agroponic, sayuran, tamanan anggrek pupuk cair, jelly sampai serbuk sampai sudah berbentuk kemasan menjadi minuman racikan, minuman langsung minum, dan cemilan. Kerennya lagi mereka menampilkan hasil penemuannya berupa pot bibit tumbuhan yang di rawat dengan baik terlebih dahulu sebelum di tanam di media tanah, kemudian setelah waktu yang tepat tanaman tersebut di tanam bisa di tanam dengan potnya dan akan mengurai. Keren kan! Usaha siswa SMKN 63 memperkenalkan dengan nama biopot bersahabat. Idenya dari siswa, mereka  buat dari bahan pelepah siswa, penemuan luar biasa. Pelepah pisang yang sudah tidak terpakai dan di buang akan di ambil dengan kualitas terbaik supaya bisa menjadi wadah olahan terbaik.  

Dokpri: Hasil kerja Siswa SMKN 63 yang di perjual belikan di Koperasi sekolah

Asiknya lagi mereka upayakan usaha di kenal masyarakat umum dan adik-adik kecil dengan mengadakan paket agro wisata, info dari kakak-kakak stand sekolah memiliki kisaran 14 hektar lahan dan di sana terdapat sekolah dengan fasilitas area laboratorium, agropark, lokasi pemasaran dan tempat wisata siswa lainnya. Wah, jadi penasaran pengin berkunjung kesana. SMKN 63 mematahkan stigma tidak melulu belajar di kelas, tapi terpenting di butuhkan siswa aktif dan mengaktualisasikan kemampuannya, terutama yang suka sampai tercipta rasa cinta bercocok tanam untuk modalnya di masa depan dengan memiliki kemampuan wirausaha sejak dini. Salut dan semangat selalu berinovasi kakak-kakak dan guru hebat. Bagi sekolah minat berkunjung untuk mengadakan Field Trip AGROEDUWISATA #SMKN63JAKARTA siswanya bisa berkunjung langsung ke SMKN 63, di sana ada lahan pembelajaran untuk kunjungan pembelajaran. Bisa Kontak langsung ke HP: 0812 84693456 atau kontak IG: Atph_smkn63jkt atau klik di SINI

Dokpri: Saya dan kenalan baru Bu Guru SD


“Indonesia International Education & Training Expo (IIETE), ke- 28.’ bertujuan menginformasikan kepada genGenerasi muda milenial dalam pameran pendidikan tersebesar di Indonesia untuk generari milenial untuk semangat dan bersiap diri sambut generasi millennial era 4.0 dan terus nantinya berlanjut ke era 5.0, bukan hanya generasi muda siap, tetapi semua kalangan generasi yang saat ini mau tidak mau terus berlaju menanggapi dan mempelajari serta beradaptasi terus dengan era millennial 4.0, termasuk guru.

Dokpri: Gambaran Seminar 


Tuntutan jaman bukan hanya menuntun tetapi mendorong kita sebagai bagian dari generasi era milenial 4.0 untuk sigap, siap dan mau beradaptasi dengan perubahan. Banyak informasi dan gambaran yang disampaikan oleh pakar-pakar pembicara di bidang Teknologi menuntun kita untuk memahami perkembangan jaman, termasuk di antaranya.
Dalam dunia pendidikan, praktisi pendidikan pun sigap mempersiapkan diri untuk mengikuti perkembangan era millennial dengan mempersiapkan peserta didik dan pendidik untuk mengikuti pelatihan e-learning untuk mendukung perkembangan pendidikan era 4.0
Di sampaikan Pak Gogot Suharwoto sebagai Kepala Pustekkom Kemendikbud sampaikan di era berkembangnya revolusi industri 4.0 meski di ikuti dengan perkembanganya dalam dunia pendidikan untuk mengarahkan kepada perkembangan system ajar-dan mengajar. Secara dinamika perjalanan kemajuan jaman terus berjalan tentunya di butuhkan kemampuan generasi mengikuti perkembangannya.


Nah, yuk dengan begini kita juga turut siapkan diri untuk mengikuti perkembangan era millenial 4.0, Salam perubahan.

Dokpri: Argowisitas SMKN 63



0 komentar: