Rabu, 04 Maret 2020

INOVASI BINTANG LIMA MERDEKA BELAJAR DARI UN MENJADI ASESMEN DAN SURVEY KARAKTER

Salam santun buat Bapak/Ibu pejuang anak masa sekolah 🤭, Berikut saya kutip Pesan Pak Nadiem perihal AKM (Assesmen Kompetensi Minumum) yaitu  perihal kemampuan siswa dalam menganalisa dan numerasi soal yang akan dikerjakan. Pak Menteri juga menjelaskan bahwa materi AKM ada dua yaitu literasi (baca-tulis) dan numerasi. “Literasi' bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta  kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan 'numerasi' adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dia menekankan 'literasi' dan 'numerasi' bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. 


Bukan berdasarkan penguasaan konten materi. Kabarnya sedikit banyak akan juga diperkenalkan sistem ASM ini ke siswa kelas 6 saat UN. gak perlu membayangkan mereka bakal kesulitan dengan program baru ASM, justru nantinya mereka bakal belajar terus untuk sistem analogical HOTS (high order thingking skill).

“Merdeka Belajar” menjadi tagline besar di puncak pidato menteri pada peringatan Hari Guru Nasional 2019. Pada pidatonya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Nadiem Makarim sampaikan gebrakan besar berupa “Merdeka Belajar”. Tujuannya berkaitan dengan keberhasilan pendidikan di Indonesia yaitu kemerdekaan belajar. Bapak Menteri dalam rapatnya di Rapat Koordinasi Bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kabupaten/Kota di Jakarta, 11 Desember 2019 lalu, mencanangkan kebijakan “Merdeka Belajar” kepada seluruh pihak di sekolah untuk jenjang sekolah dasar dan menengah berupa program merdeka belajar. Dari ke empat program tersebut erat kaitannya dengan Literasi Pendidikan, di antaranya:



1.    Program pergantian USBN menjadi Assesmen.

USBN membatasi gerak sekolah dalam mengeksplorasi sistem penilaian sekolah, maka perubahan hak penilaian di berikan oleh sekolah. Ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yaitu kemampuan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lain yang lebih luas dan lengkap atau bisa di bilang komprehensif. Contoh penilaian yang diambil bisa berupa dari tugas kelompok, karya tulis, diskusi otentik dan lainnya.



2.    UN di tahun 2021 di ganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan survey karakter.

Dikarenakan Ujian Negara (UN) lebih menekankan kepada kemampuan pengujian penguasaan konten bukan kompetensi penalaran, serta di anggap menjadi beban siswa, guru dan orangtua karena hanya berupa penilaian individunya saja, maka di tahun 2021 sebagai gantinya adalah AKM dan survey karakter.



3.    RPP di persingkat menjadi hanya 1 lembar.

Begitu banyaknya lembaran yang guru persiapkan hanya berupa formalitas laporan di atas kertas, menjadi bertambahnya beban guru dalam mempersiapkan



Ke empat Mengenai pengaturan Zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang lebih Fleksibel. Pak Menteri menyampaikan jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, sedangkan jalur perpindahan maksimum 5 persen. Sedangkan jalur prestasi atau sisa lainnya 0-30 persen, disesuaikan dengan kondisi daerah, daerah berhak menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi.


Sumber Informasi:
https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/12/12591771/gebrakan-merdeka-belajar-berikut-4-penjelasan-mendikbud-nadiem?page=all


https://rifulhamidah.gurusiana.id/article/2020/2/menyoal-soal-akm-asesmen-kompetensi-minimum-258175

1 komentar:

teddy lisa mengatakan...

Nama:Teddy Liza
status perkawinan: janda
jumlah pinjaman:3.6 miliar rupiah
tempat tinggal saya:. Palangkaraya
email ku:::teddyliza2020@gmail.com
kesaksian yang memotivasi saya whatsapp :;l+ 6281617538564
tujuan pinjaman saya :Investasi / hutang

Halo semuanya, sekarang dari (bahasa Indonesia [baˈha.sa in.doˈne.sja])/Malay, . Saya seorang janda dengan dua anak dan sejak Februari 2019 karena kebakaran dalam bisnis yang membanjiri bisnis saya dan saya mencoba mencari pinjaman dari bank saya, bank mengatakan dengan saya memiliki kredit buruk sehingga saya mencobanya dengan pemberi pinjaman lain di mana saya bodoh. Tetapi seperti yang Tuhan kehendaki, saya membaca kesaksian AASIMAHA ADILA AHMED LOAN FIRM di majalah bisnis, yang membantu bisnis dan individu dengan pinjaman besar. Saya mengajukan permohonan dan saya telah menerima pinjaman 3,6 miliar rupee dengan tingkat bunga sangat rendah 1% dan rencana pembayaran yang lebih baik. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu Anda bahwa ada banyak scammer di sini. Ambil permintaan peminjam untuk biaya asuransi, Peminjam tidak memiliki sertifikat bisnis, Peminjam palsu tidak peduli dengan gaji bulanan Anda yang membuat Anda memenuhi syarat untuk mendapat pinjaman, peminjam Palsu tidak memiliki alamat kantor fisik. Peminjam palsu meminta biaya pendaftaran dan biaya pajak, peminjam Palsu tidak memiliki situs web. Jika Anda mencari pinjaman, selalu minta pemberi pinjaman untuk situs webnya, karena banyak pemberi pinjaman palsu tidak memiliki alamat dan situs web. Jika Anda menginginkan pinjaman yang sah,Sukses hanya datang bagi mereka yang percaya pada diri mereka sendiri dan siap untuk menang. Saya tidak mengharapkan apa pun selain yang terbaik untuk Anda. Beralih ke tahap baru dalam hidup bisa menjadi proses yang menantang. Semoga Anda beruntung dalam semua upaya masa depan Anda, Anda akan menjadi hebat. ajukan sekarang.

Aasimaha adila ahmed kontak pusat aplikasi pinjaman
E-mail**aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com
Whatsapp *********^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^+ 447723553516