Langsung ke konten utama

YUK KENALI SISTEM IMUN TERKINI DALAM MEMBANTU MENGALAHKAN KANKER


        Perjalanan hidup penyintas kanker pada awalnya mengalami masa sulit dalam penerimaan terhadap yang terjadi dan diderita dirinya. Rasa tketakutan dan proses panjanga pengobatan bahakan berujung kematian menjadi momok menakutakan bagi mereka.

   Berdasarkan informasi dari Situs Departemen Kesehatan RI serta dari situs htttp://databank.worldbank, The World Bank yaitu World Development Indicators, Indonesia total population 2017, tentang Prevalensi Kanker Berdasarkan Diagnosis Dokter Menurut Provinsi (per mil), pada tahun 2018, terdapat prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,8‰ (per mil) atau diperkirakan sekitar 475.185 orang mengidap kanker dari total 263.991.379 populasi Indonesia. Jumlah kematian akibat kanker di Indonesia diprediksikan akan mencapai 207.210 orang pada tahun 2018.

        Melengkapi informasi data penyintas kanker, berdasarkan data WHO (World Health Organization) tahun 2018 di katakana ada sekitar 9,6 juta orang meninggal dunia karena kanker, paling mencenangkan bahwa 57 persen di antaranya berasal dari Asia.

Penderita Kanker Bisa Jadi Orang Sekitar Kita

        Tidak menutup mata, inilah yang di alami orang-orang di sekitar kita. Pertama kakak kami, bersyukur kondisi benjolan pada payudara masih jinak, putting di payudaranya butuh di angkat. Berikutnya adalah pembantu rumah tangga kami (ART), sama sekali mbak kami belum mengetahui tepat awal terjadinya. Berjalan beberapa tahun bekerja,ia sempat ambil cuti panjang di usia 4 bulan kandungannya untuk persiapan persalinan dan merawat buah hatinya. Saya sangat setuju dan ijinkan.

        Berjalan waktu, buah hatinya berusia kisaran delapan bulan, kami bertemu sampaikan ke saya butuh bekerja tetapi ada ketakutan di dirinya mengenai ketidaknyamanan payudara sebelahnya.


“Bu, payudara saya semakin keras dan sering  nyut-nyutan dan bikin saya keringat dingin.”

        Dengan kondisinya saya pun turut khawatir, saya sarankan untuk segera check up ke rumah sakit dan agar segera ditangani. Menurut info almarhum dulu, kondisi payudaranya mengeras diakibatkan ia tidak bisa menyusui bayinya pada puting sebelah kiri, sedangkan porsi air susunya di kedua payudara berlimpah, meski ia telah pijat dan berusaha untuk mengeluarkan tetapi kondisinya sudah tidak memungkinkan, inipun efek dari kejadian pada bayi pertamanya dulu, sama.

      Singkat cerita, dikabarkan ia sudah mengidap kanker payudara stadium 3. Kami sangat prihatin mengetahuinya. Kondisi mbak semakin parah hingga seminggu sebelum meninggal kakinya tak sanggup berjalan, hanya berbaring lalu sudah tidak bisa di tolong lagi dengan kondisinya semakin parah. 

Dalam hal ini mbak kami kurang memahami penyakit yang di derita sehubungan dengan tingkat pendidikan dan kondisi perekonomian, mbak lebih memilih fokus bekerja dan mengurus rumah tangga serta menghiraukan gejala sakit yang dideritanya di awal hingga pada puncaknya.

        Begitu yang terjadi pada kawan saya lainnya, ia menderita kanker payudara, telah berusaha dengan semampunya bersama dukungan kekeluarga, tetapi tutup usia dengan kondisi pasrahnya. Kita tidak tahu sejauh mana perjuangan mereka, yang jelas butuh perjuangan besar dan terus sabar menerima kenyataan yang dialaminya. Tidak berbeda dengan kawan lainnya, ia “Cancer Survival”,  semangat luar biasanya dapat melewati masa-masa pengobatan awal, rutin hingga masa kritisnya dalam perjuangan tahapan mengobatan, hingga kini semakin sehat dan kuat. Ia sampaikan ke saya:

        “Saya akan berusaha sekuat tenaga dan percaya setiap doa dan usaha pasti Tuhan menyertainya dan keluarga, saudara dan sahabat membuat saya terus tetap berjuang.”

        Melewati masa-masa kritis dengan rangkulan dan dukungan keluarga adalah kekuatan luar biasa bagi penyintas kanker, serta berdoa dan mendukung untuk tetap kuat menjalani proses pengobatan dan pertahanan dan pemulihan. Karena bukan saja penyakit anggota tubuh yang hanya terkena efek tetapi secara phisikologis mereka butuh penguatan.
  

Sumber gambar: https://kalahkankanker.com/kanker/fakta-kanker/

Kanker bukan penyakit menular

        Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di tahun 2018 menunjukkan kanker yang menjadi masalah utama penyakit di Indonesia merupakan satu di antara penyakit tidak menular. Riset ini dilakukan setiap 5-6 tahun sekali oleh pemerintah dengan didasari riset kesehatan berbasis komunitas berskala nasional sampai tingkat kabupaten/kota. Kenaikan jumlah orang dalam populasi yang mengalami penyakit berdasarkan jumlah populasi saat itu.


        Pada kenyataannya Kanker adalah jenis penyakit yang sebabkan oleh pola hidup tidak sehat antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta kurang atau tidak terjaga dengan baik dalam konsumsi buah dan sayur. Di tahun yang sama, dikatakan kanker payudara dan kanker serviks merupakan jenis kanker pada perempuan dengan jumlah insiden tertinggi di Indonesia. Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal serviks.

sumber: https://kalahkankanker.com/kanker/fakta-kanker/

Solusi terkini di bantu dengan Imunoterapi

    Bagi keluarga, khususnya penyintas kanker tidak hanya mengalami masa kritis pengobatan secara phisik tetapi juga secara phisikologis serta memikirkan segala aspek finansial dalam pengobatan turut serta berdampak dalam kehidupannya. Dengan hadirnya Imunoterapi dapat membantu menangani kondisi-kondisi tersebut.

Apa itu Imunoterapi?

        Berupa pengobatan yang membantu mendorong sistem kerja imun atau kekebalan tubuh agar lebih efektif dalam melawan penyakit, termasuk penyakit kanker kanker. Kenyataan dan telah terbukti Imunoterapi dapat memperlambat, menghentikan perkembangan sel kanker, serta mencegahnya menyebar ke organ lain.

        Sejumlah jenis kanker, seperti kanker kulit, paru, ginjal, kandung kemih, dan limfoma, telah terbukti dapat ditangani dengan imunoterapi.

     Berdasarskan informasi dari situs https://kalahkankanker.com/imunoterapikanker/, diinformasikan bahwa Imunoterapi kanker bertujuan untuk menstimulasi sistem imun tubuh  agar secara spesifik menargetkan dan membunuh sel kanker. Ketika kondisi normal, sistem imun tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel “asing” atau abnormal di dalam tubuh dengan mengerahkan pasukan sel T. Berikut cara kerja sistem imun:

MENCARI: Sel T mencari semua hal yang berbahaya bagi tubuh
MEMINDAI: Sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel yang normal dan abnormal atau ‘asing’
MENYINGKIRKAN: Ketika terdeteksi, sel abnormal diserang dan disingkirkan sel T

      Untuk melawan kanker, tubuh memiliki siklus imunitas atau kekebalan terhadap kanker. Namun, PD-L1 menjadi penghambat sistem imun (sel T) untuk menyerang dan menghancurkan sel kanker. PD-L2 berupa kamuflase sel kanker untuk menghindari sistem ini, dengan begitu PD-L1 yaitu protein yang terdapat di permukaan sel kanker dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker.

        Dalam hal ini tubuh memiliki siklus imunitas/kekebalan melawan kanker yang terdiri dari 7 tahap, yaitu di sebut dengan SIKLUS IMUNITAS KANKER, yang terdiri dari:
  
Tahap ke 1. Pelepasan Antigen
Adalah proses ketika sel kanker mati lalu melepaskan antigen. berupa potongan protein kecil dari sel kanker yang telah mati.

Tahap ke 2. Antigen Presentation
Tahap di mana antigen diambil oleh antigen presentation cell (sel dendritik), yang kemudian membawa antigen ke tempat pembuangan lokal di kelenjar getah bening.

Tahap ke 3. Produksi dan Aktivasi Sel T
Di waktu sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga kemudian terproduksi dan teraktivasi.

Tahap ke 4. Perjalanan Sel T
Setelah sel T diaktifkan di tahap 3, mereka masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker.

Tahap ke 5. Infiltrasi Sel T ke dalam Tumor
Sewaktu sel T tiba di lokasi tumor, tugas utamanya adalah masuk ke lokasi tumor. Dengan dasar tugasnya sel T harus menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk.

Tahap ke 6. Pengenalan Kanker oleh Sel T
Di dalam tumor, terdapat sel-sel kanker yang akan dikenali oleh sel T yang telah masuk didalamnya.

Tahap ke 7 Sel T Menghancurkan Sel Kanker
Di tahap ini, sel T menjadi aktif untuk melawan sel kanker dan mampu menghancurkannya.

sumber: www.roche.co.id


        Walaupun sistem imun dapat mengenali sel kanker, tetapi tidak begitu cepat dalam menanggulanginya, sedangkan perkembangan sel kanker sangat cepat dan tidak terkontrol. Dengan pengobatan dilakukannya imunoterapi supaya sistem imun lebih cerdas mengenali sel kanker serta memperkuat respons sistem imun terhadap sel kanker, sehingga perkembangan sel-sel yang kanker ganas dapat diperlambat, bahkan dihentikan.

Sumber gambar: https://kalahkankanker.com/kanker/fakta-kanker/

      Untuk teman-teman pembaca jika ingin memahami dan mengetahui lebih lanjut sehubungan dengan penyakit kanker serta sistem Imunoterapi, saya sarankan agar menghubungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut. Teman-teman juga bisa mengakses informasi di situs  www.kalahkankanker.com. 


        Yuk, sama-sama sayangi tubuh kita dan orang-orang sekitar, dengan memahami lebih mendalam informasi tentang kanker akan membantu kita lebih mawas diri serta menjaga kesehatan, terlebih berbagi informasi kepada orang lain. Happy Reading and keep healthy.😍

















Komentar

Marsya mengatakan…
Izin promo ya Admin^^

Bosan gak tau mau ngapain, ayo buruan gabung dengan kami
minimal deposit dan withdraw nya hanya 15 ribu rupiah ya :D
Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa
- Telkomsel
- XL axiata
- OVO
- DANA
segera DAFTAR di WWW.AJOKARTU.COMPANY ....:)

Postingan populer dari blog ini

Bersama BNI Mengwujudkan Mimpi Kami

Pertama Kali Mengenal BNI Masih tergiang diingatan saya 13 (tiga belas) tahun yang lalu kisaran tahun 2003, pertama kali mengenal BNI . Ketika itu awal saya menitik karir di Jakarta dan semangat luar biasa dalam bekerja menjadi pegawai kantoran. Ketika itu saya bekerja sebagai Sekretaris merangkap GA ( General Affair ) di PT. Batasa Capital.  Logo kedua BNI kapal layar (1988-2004)   Logo BNI di tahun 2004 hingga kini Kala itu saya dipercaya perusahaan untuk membantu mengurus pembukaan rekening perusahaan terdekat yang berlokasi disatu gedung kantor yang berlokasi di Chase Plaza Jl. Sudirman, Jakarta. Saat itu ada dua bank berdekatan, tentunya kami memilih BNI dengan komitmen tinggi membantu mobalisasi perusahaan. Wuah, pengalaman banget bagi saya dan masih terbayang momennya. Disambut senyuman dan keramahan seluruh pegawai BNI 46 . Hanya beberapa saat menunggu kami sudah langsung dilayani dan langsung memiliki dua account perusahaan dengan identitas ...

Manfaat Daun Sirih

Daun sirih jenis pohon menjalar yang sangat mudah perawatan dan ditanamnya.  Tidak asing lagi bagi siapapun apalagi yang menikmati manfaatnya. Ada baiknya setiap rumah memiliki tanaman berkhasiat ini. Sudah tidak asing lagi bagi penjaja jamu menyediakan air daun sirih untuk tambahan ramuan jamu godok yang berkhasiat sebagai antiseptik bagi tubuh ketika di minum,  termasuk untuk Ms. V (aurat perempuan remaja dan dewasa)  agar hygienies dan kesat terawat. Selain itu air rebusan daun sirih sangat bermanfaat lho untuk kesehatan mata. Jika ditelusuri lebih detail lagi para pakar kesehatan maupun dokter berbaik hati berbagi tip kesehatan mengkonsumsi pemakaian daun sirih. Kali ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya biasa menggunakan daun sirih untuk pengobatan mata, keputihan, luka dan perawatan tubuh.  Dok.Pri: Tanaman sirih merambat di rumah Berikut saya sampaikan khasiatnya, termasuk yang saya rangkum dari konsumsi serta pemakaian juga informasi online dari...

Pendaftaran Ponpes Husnul Khotimah

Baru sempat dan mendapatkan mood berbagi kisah pendaftaran pesantren anak di tanggal 18 Desember, sayang dilewatkan momen ini buat saya pun dapat mengenangnya secara pribadi,. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman pembaca. Mendapatkan informasi referensi dari teman guru IQRO untuk lanjutan SDIT anak di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HAKA), awalnya ragu untuk maju mendaftar karena waktu yang sangat mepet hanya tersisa satu minggu lalu akan di tutup pendaftaran. Dengan di yakini oleh teman kedua teman guru Ibu Reni dan Ibu Iffah untuk perbaikan kualitas pendidikan anak dan menyerahkan kepada ahlinya, menjadikan saya berani meyakinkan suami untuk mendaftarkan anak pertama kami mendaftar dan ikut Tes PSB di HAKA. Dok.Pri: Lanika sedang berbaris persiapan upacara Putri kami tidak ingin pesantren sebelumnya, bila dengar kata pesantren yang ada dibenaknya adalah diasingkan dari keluarga, dikarenakan kesalahan cara penyampaian kami ketika emosi kepadanya jika dia nggak mau d...