" Dibalik Kesibukan Perempuan-Perempuan Indonesia, adakalanya butuh perkumpulan/pertemanan positif untuk melepas penat." Pernah nggak sih kamu punya sirkel pertemanan atau arisan yang jarang banget kamu datangi? Mungkin karena kesibukan pekerjaan, urusan domestik rumah tangga, atau fokus mengasuh anak, membuat kita absen berkumpul hingga hitungan tahun. Namun uniknya, begitu ada momen untuk bertemu kembali—seperti agenda perjalanan *rafting* dan duduk santai di hamparan hijau kebun teh—rasa canggung itu mendadak hilang and mencair begitu saja. Fenomena kehangatan sosial ini sangat melekat kuat pada karakteristik sirkel perempuan atau ummahat di Indonesia. Melalui kacamata psikologi sosial and sosiologi perilaku, dinamika pergaulan and komunikasi dua arah ini memuat beberapa poin esensi positif yang teramat mahal: 1. Daya Ikat Kultural (Cultural Affiliation & Collectivism): Ciri khas perempuan Indonesia memiliki kecenderungan psikologis gotong-royong and komunal yang tin...
Memaknai hidup dengan tulisan