Langsung ke konten utama

Postingan

Matahariku

Sedari dulu telah kusadari kau bukanlah kestaria Seperti dalam cerita atau kisah romantisme Kau hanya bagian dari kisah kesedihanku Menghampiri, menghangatkan Membawa lilin pada relung hatiku Tanpa janji syahdu, meyakini bersama cahaya lembayu Hadir mu   kala relungku lirih Berkata: “aku bersedia menemanimu dalam lirih lukamu!” Aach! Jalan ini terlalu panjang Kubawa berat beban dipundakku Ketika kutapaki jalan ini, begitu lelah Berat langkah dibawah terik matahari menengelamkan Tanpa lelah, kau usapkan deraian kesedihan Menompang kala semakin lirih bebanku Kau gapai:”sadarlah, buanglah masa lalumu!” Merangkul dengan kehangatan mentari senja Menjanjikan, mengantar jutaan bintang harapan bersama mimpiku “Sadarlah,!” hidup untuk saat ini Tinggalkan, hilangkan kesedihan dan lukamu Jangan biarkan selalu menganga Bersahabatlah dengan dirimu Meski dia bukan kstaria, tetapi kau adalah matahariku Menghapus berjuta kesedihan seperti bin...

Pelatihan: Menulis, yuk! buat anak bersama Bunda Wylvera W.

Dok. pri: Photo bersama murid kelas 3-6 pilihan SDIT Gembira Alhamdulillah Sabtu ceria dilewati dengan semangat luar biasa bersama murid-murid pilihan kelas 3 sampai 6 SDIT GEMBIRA. Pelatihan menulis perdana yang diselenggarakan pertama kali dan disetujui serta mendapatkan dukungan luar biasa dari guru-guru dan kepala sekolah baru, Bapak Dai'. Bahagianya, termasuk Lanika anak sulung saya yang saat ini dikelas 4 SD bersekolah disana.   Rutinitas sabtu pagi kali ini saya ijin satu sesi mata kuliah, jadi sempatkan untuk antar si bungsu bersekolah. Setelah itu baru saya berusaha tepati janji buat ngak terlambat jemput pembicara dilokasi janjian ketemu, hampir ajah telat! Subhanallah pembicara ontime diantar suaminya, karena kondisinya sedang sakit, ngak memungkinkan untuk mengendarai kendaraan sendiri.  Dokpri: Suasana pelatihan membentuk letter U Kata Lani sehari sebelumnya teman-teman disekolahnya senang banget, semangat dan girohnya terbawa sampa...

Gadis Cilik di Jendela

PJudul Buku: Gadis Cilik di Jendela Penulis: Tetsuko Kuroyanagi Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama Cetakan kedelapan belas : Februari 2015 272 him;20cm Buku mengenang Sosaku Kobayashi Membaca buku ini membawa saya kepada ingatan masa kecil, sewaktu riangnya bermain. Apapun dilakukan buat kesenangan bathin. Tidak kenal waktu, apapun dilakukan karena dorongan hati. Energi terlebih menjadi modal utama tanpa kekhawatiran berlebihan. Bermain,  melupakan pesan moral orangtua justru menjadi hal  baru buat mereka ketika berinterkasi dengan permainan yang patut dicoba menerjang  tantangan. Seperti halnya saya dan kawan-kawan kala itu, bermain tanah, memanjat pohon tempat rahasia, buat goa dalam tanah sama semak-semak.. sampai main dan loncat dikali. Itu semua kami lakukan dengan kebahagian tersendiri, sampai kapan pun ngak bakal tergantikan dan terlupakan. Sayangnya beriiring waktu, kebahagian ini ngak bisa dirasakan anak-anak kami. Karena kondisindan waktu yang berbeda, ...

Belajar Bahasa Inggris Dari Video Edukasi

"Mom...look at, this my picture....house kita" haha... sambil senyum geli sendiri. Makin berani ajah Emily berekspresi komunikasi bahasa Inggris, bukan cuma dirumah dimana pun dia sempatkan bicara pake bahasa Inggris. Biar belepotan, tapi sudah cukup banyak kosa katanya. Apalagi intonasinya pas banget. Emily senang banget nonton kartun berbahasa inggris, malah kadang sampai terbawa emosinya, tertawa geli sampai menangis. kok bisa? karena kebiasaan, jadinya dia suka tanya sama saya apa sih artinya ini mah, itu mah? terus dimana pun kesempatannya dia suka tanya lagi, "mah artinya door apa?, bird apa? dan lanjut apa saja yang dia pengen tahu. hobinya nonton tv kabel.. sudah pasti channel anak-anak. 85% hak dia buat kuasain channel anak. Dua kakak lebih banyak manutnya. Sewaktu budget masih nga menentu dan belum pasang tv kabel Indovision, anak-anak terbiasa dengan tontonan tv lokal, tapi dijam tertentu. Saya atur jadwalnya, khusus buat tontonan anak-anak pa...

Mendekatkan Anak Akhlak Agama

Tadi malam berkesan banget, ketika saya lantunkan ayat suci Al Quran. Seperti biasa, umum juga buat lainnya waktu sholat dan ngaji adakalanya anak menggoda dengan pertanyaan yang minta persetujuan or jawaban kita. "Mah, aku boleh ini ngak? Itu nga?...iya kan mah? Mah ambilin ini..itu?".... wuiih secara lagi sholat dibrendel pertanyaan... berasa sesuatu. Ngak dijawab dengan anggukan terus dibrendel, kadang akhirnya saya buat kode dengan senyuman, kadang juga anggukan.. kalau nga dijawab dia masih nangkring disarjadah meski udah dikasih pengertian sebelum-sebelumnya. Ya...namanya juga anak-anak. Sekarang sudah mendingan Emily sudah masuk usia 5 tahun jadi buat lagi naikin badan saya seperti dulu, ketika usia mereka batita kalo ngak berasa naik kuda-kudaan atau ayunan, pastinya kalo sudah sujud atau mulai ruku waktunya menggoda dimulai. Buat si abang yang usia 7 tahun paling cuma bilang, "ayo mah doanya jangan lama, baca qurannya sama aku ajah". Atau duduk dipangkua...

Cara mulihin dokumen di MS Word yang hilang...

Helo teman, #Buat teman-teman yang ngalamin masalah seperti saya, disini saya berbagi solusinya, ngak usah parno alias panik apalagi sampe banting remote, or hp..hehe..... Sumpah hari ini berasa bertanduk nih kepala, otot leher tegang semua... dari pagi sampe sore padet merayap ... dari ngurusin Miki pamitan, beresin postingan penyewaan apartemen dan kawan-kawannya.... sampai pas si mbake udah pulang ada demo..... demo emily nyebarin tuuuuh bedak sampe ke teve laptop..... persis kapal pecah..... ditambah dokumen akyuu ilanggg alias raiib ditelan lepi...huhuhu.......dokumen outline calon buku sama satu bab hiks..hiks....#mikir ulang lagi deeeh. Langsung buyaar semuah....ada ledakan emosi menghadapi tiga anak yang hebooh disore hari... nangis pun pecah.... *jadi curcol.. Ketegangan tetap memuncak, lihat lani, miki sama emily kalo sore maunya makan dirayu dan disuapin...hiks..hiks... nyambung latihan piano, gitar... tambah gangguan Emily....*tambah curcol lagi.... Ngambeknya m...

Perpisahan Miki

Hari ini hari terakhir Miki sekolah. Miki sengaja maunya bawa sendiri kado buat guru dan dua sahabatnya. Saya menyusul karena mau ambil   bingkisan makanan buat guru-guru. Perpisahan sederhana, cuma pamitan ajah. Sampai disekolah Miki, Bu Anah nga nyangka: "kok, secepat ini bu! Tadi saya harap miki nga jadi pindah". Saya balas dengan senyuman dan penjelasan. Nga berapa lama, saya pun diperkenalkan dengan teman sekelas miki dan bicara didepan mereka. Sedih, bercampur haru.... lihat wajah mereka, kepolosannya juga Bu Anah yg terlihat sedih kehilangan satu muridnya. "Makasih teman-teman Miki, sudah dalam kebersamaan sama Miki 6 bulan ini. Miki sayang semua". Miki juga ngak lupa ngucapin makasih dikartu ucapannya: "terima kasih bu AƱah, sampai ketemu lagi". Semoga langkah Miki menjadi kebaikan dan lebih baik lagi dalam agama dan kebersamaan sosial. Semoga kami sebagai orangtua, terutama saya sebagai ibu tidak salah menemani langkah Miki buat masa d...